bahasa indonesia-melayu diusulkan jadi bahasa komersial

December 13, 2011 by  
Filed under Berita

Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Dr. Datok Sri Rais Yatim menyarankan supaya Bahasa Indonesia-Melayu menjadi suatu bahasa yang komersial di kawasan Asia Tenggara. “Setidaknya hal itu dapat diterapkan pada lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand bagian selatan,” ungkap pejabat tinggi Malaysia itu di Bukittinggi, Sumatra Barat.

semua itu telah dikatakan pada pertemuan wartawan atau jumpa pers dan budayawan Malaysia-Indonesia di Gedung Tri Arga Bukittinggi  beberapa waktu yang lewat. Acara itu pun dihadiri oleh Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia bersama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI serta wartawan dari kedua negara.

pendapat dari seorang Datok Sri, bahwa bahasa adalah produk budaya yang bernilai sangat tinggi yang butuh untuk dilestarikan dan dipopulerkan keberadaannya dan agar bisa menjadi alat komunikasi yang utama dan baik nantinya. “Bahasa tersebut juga akan menjembatani saling berbagi ilmu pengetahuan serta kerja sama dalam berbagai bidang,” tuturnya.

suatu negara akan menjadi besar dan kuat apabila suatu Negara tersebut punya budaya yang kuat sebagaimana yang telah dimiliki oleh dua Negara hebat Amerika Serikat dan Inggris. “Walaupun secara geografis dan politik masing-masing negara berbeda, namun dengan adanya bahasa yang menjadi pemersatu, maka hubungan baik akan dapat ditingkatkan,” ungkap nya.

Selama ini dalam menjalin hubungan baik di antara negara-negara yang ada lebih mengutamakan pendekatan politik, padahal hubungan itu dapat lebih dipererat dengan pendekatan budaya dan bahasa. “Jika hal itu terwujud maka paling sedikit 300 juta orang akan terlibat aktif menggunakannya,” tambah Datok Sri.

maka dari itu, ia menyarankan agar pemerintah kedua negara untuk mengambil langkah agar hal ini bisa terwujud.

Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia didampingi istri dan sejumlah ketua pengarah serta 40 jurnalis dari negeri jiran itu berkunjung ke Sumatra Barat dalam rangka membangun hubungan silaturahmi pada 23-25 September 2011.

Rombongan Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah tujuan wisata di Sumatra Barat. Di antaranya Padangpanjang, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan dan Kota Sawahlunto. (bbg.026)

 

 

Susahnya Mempelajari Bahasa Asing

December 13, 2011 by  
Filed under Berita

Masih adakah di antara anda ksekalian yang masih tidak dapat menguasai bahasa asing? Mungkin sekarang ini, saya rasan tidak ada lagi mahasiswa yang tidak dapat bahasa asing.

Bahasa Inggris juga tidak mungkin tidak bisa, karenanya hampir semua jenjang pendidikan mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris. Dan juga ada beberapa sekolah swasta mengajarkan bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa Prancis dan lain-lain.

walaupun diajarkan di berbagai jenjang pendidikan, tetapi banyak  juga murid atau mahasiswa dapat menguasai pelajaran tersebut. misalnya saja mahasiswa Universitas Pancasila, Adri Fauzan.

Dia diberi pelajaran Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris waktu ia sekolah dulu, dan sampai masih tetap belajar bahasa Inggris selagi ia kuliah, tapi dia pun mengaku, sama sekali tidak paham dengan kedua bahasa asing tersebut.

“Bahasa Inggris memang sulit, apalagi bahasa Mandarin. Kebetulan saya mengalami kesulitan pada bahasa Mandarin sewaktu sekolah, sebab tidak hanya sulit pengucapan, tetapi juga sulit membaca tulisannya. Bahasa Inggris juga sama,” pengakuan dari mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis tersebut.

 

Baginya, belajar bahasa bahasa asing, sama saja seperti belajar fisika atau pun kimia, sebab selain memakai pengucapan yang berbeda dengan bahasa sehari-hari, mata kuliah bahasa asing itu pun punya standarnya tertentu.

“Baik bahasa Inggris dan bahasa Mandarin, masing-masing beda tulisan dan berbeda pula cara membacanya. Hal itu membuat saya bingung, makanya saya jarang mendapat nilai bagus pada dua bahasa tersebut,” kata Adri.

Adri pun mengaku, belajar bahasa asing itu cukup menantang, bukan cuma dari bahasa asing itu sendiri, namun, untuk menguasainya dibutuhkan biaya yang cukup besar.

“Contohnya saja les Bahasa Inggris yang saya ikuti di satu Lembaga Bahasa di Depok, bagi saya biaya yang orangtua saya keluarkan untuk les, cukup besar per semesternya,” aku nya.

walau  sulit dipelajari dan membutuhkan banyak hapalan, Adri menambahkan, dirinya tetap berusaha belajar agar menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris.

“Terutama Bahasa Inggris yang sangat diperlukan, bukan hanya membantu saya ketika membaca buku berbahasa Inggris saja, tetapi juga untuk perkuliahan lainnya,” ungkap mahasiswa semester empat tersebut. (bbg.025)

 

Kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa itu penting

December 13, 2011 by  
Filed under Berita

Bahasa Inggris adalah salah satu aspek yang penting dan harus dipunyai oleh seorang mahasiswa. karena, bahasa Inggris adalah bahasa internasional dan bahasa universal yang nantinya akan menunjang komunikasi dengan orang lain. Bukan hanya itu, sekarang tidak sedikit dari referensi penunjang perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris, sehingga mahasiswa perlu meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris.

yang demikian itu dikatakan oleh seorang Presiden Student English Activity-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (SEA-UMY) Omi Ongge dalam diskusi terbatas Pentingnya Kemampuan Bahasa Inggris di Kampus Terpadu UMY beberapa waktu yang lalu.

ia pun berpendapat, bahasa Inggris bukan cuma dipakai untuk berkomunikasi secara langsung namun juga menunjang mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan perkuliahannya yang mereka jalani sekarang. “sekarang ini referensi-referensi terbaru kebanyakan adalah berbahasa Inggris baik cetak maupun online atau internet. Selain itu seringkali kampus mengadakan atau mendatangkan dosen tamu dari luar negeri, serta mengadakan seminar internasional. Kesempatan-kesempatan tersebut pastinya akan menggunakan bahasa Inggris,” pungkas Presiden Student English Activity-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu .

maka dari itu, mahasiswa perlu meningkatkan skillnya dalam berbahasa Inggris dengan melakukan berbagai aktivitas terkait dengan hal tersebut. “Seperti menulis artikel, mengikuti diskusi, debat, maupun pidato bahasa Inggris. Hal itu selain akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris juga pengetahuan secara keseluruhan. Misalnya lomba pidato, selain harus pandai berbahasa Inggris, juga harus menguasai tema, kemudian berani berbicara di depan umum dan lainnya,” tambahnya.

Mahasiswa Hubungan Internasional Kelas Internasional UMY ini menambahkan, kemampuan bahasa Inggris juga dapat dioptimalkan dengan mengikuti lomba debat bahasa Inggris. Lomba debat juga dapat memberikan motivasi terkait pentingnya bahasa Inggris. “Dalam lomba debat, khususnya bahasa Inggris, peserta selain memiliki kemampuan bahasa Inggris juga harus mampu mengasah pengetahuan serta berfikir kritis. Dia juga harus berani mengemukakan pendapat dan paham mengenai apa yang sudah disampaikan,” tuturnya kembali.

Muhammad Basuki, S.E, dari Career Development Center (CDC) UMY mengatakan, organisasi mahasiswa seperti SEA dapat mendorong kemampuan soft skill seorang mahasiswa. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan berbicara, sosialisasi dengan orang lain, menjalin kerjasama, membangun jaringan dan lainnya. “Terlebih SEA merupakan kegiatan mahasiswa terkait dengan bahasa Inggris. Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi mahasiswa tersebut. Nantinya pasti bermanfaat ketika telah selesai kuliah. Karena soft skill juga diperlukan untuk menunjang hard skill yang dimiliki,” tutupnya. (bbg.024)

 

Napi LP Banyuwangi Dilatih Bahasa Inggris & Arab

December 11, 2011 by  
Filed under Berita

Lembaga pemasyarakan Kelas IIB Banyuwangi tengah melanjutkan terobosan baru dalam membina kemampuan para narapidana (napi). Para tahanan itu kini tengah dilatih berbahasa asing seperti Inggris dan Arab dalam tahanan.

Kegiatan ini secara resmi digelar sejak Jumat (16/11/2007), di Banyuwangi, kota Jawa Timur dan dibuka langsung oleh Bupati setempat yaitu ibu Ratna Ani Lestari . Kegiatan ini patut kita jadikan contoh untuk di beberapa daerah indonesia, diadakan sebuah pondok pesantren dan Dinas Kesejahteraan Sosial, Kesatuan Bangsa, dan Perlindungan Masyarakat tentu agar menumbuhkan rasa disiplin, kedewasaan dan kelapangan bagi para napi itu sendiri..

Beberapa rangkaian kegiatan itu, juga diadakan kursus menjahit dan pembinaan mental keagamaan. Dalam sambutannya, bupati setempat berharap agar ada tindak lanjuti yang konkret dari hasil pelatihan nanti yang akan dilangsungkan.

“Harus ada tindaklanjut yang konkret sebab sudah seringkali diadakan pelatihan menjahit. Harus diarahkan dengan bekerjasama dengan pihak lain misalnya dalam membuat seragam olahraga sekolah dan sebagainya,” pesan Ratna. Bupati mencontohkan para PSK (pekerja sex komersil) disitu ada yang sudah pernah dibekali mesin jahit, yang akhirnya bisa dijual.

“Bukan karena semata-mata mereka butuh uang tapi masyarakat tidak ada yang menggunakan dan memanfaatkan jasa penjahit. Masyarakat lebih suka beli pakaian jadi. Pengalaman ini harus dipertimbangkan,” tandasnya. Begitu juga untuk kursus bahasa Inggris dan Arab. Bupati berharap para napi yang ikut kursus dibekali sertifikat yang dikeluarkan lembaga kursus diluar dan mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan setempat.

“Paling tidak setelah keluar dari sini ada sertifikat dan tentunya dites terlebih dahulu oleh lembaga kursus diluar,” katanya. Bupati juga berharap ada rasa toleransi atau tepo sliro dari masyarakat untuk bisa menerima bekas napi.

Beberapa waktu lalu, Lapas juga menggelar ajang pencarian bakat dan kreativitas. Ajang ini berupa lomba menyanyi yang dikemas dalam Lapas Idol seperti layaknya ajang Indonesian Idol. (ivn18)

Yuk, Bantu Anak Belajar Bahasa Inggris!

December 11, 2011 by  
Filed under Berita

Pada zaman seperti saat sekarang ini, di mana semua bisnis dan pekerjaan kini membutuhkan orang yang mahir berbahasa Inggris membuat para orangtua ingin sekali anaknya pandai berbahasa asal negeri Paman Sam tersebut.

Orangtua yang ingin anaknya pintar berbahasa Inggris, bisa dengan mudah mendaftarkan anaknya ke tempat kursus-kursus yang dipercaya. Namun, untuk membuat buah hati tercinta mau mempelajari bahasa Inggris lebih semangat lagi, orangtua harus terlibat langsung secara aktif dengan perkembangan anaknya. Anak-anak yang orangtuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka biasanya menjadi pembelajar bahasa yang lebih sukses Read more

Sulitnya Belajar Bahasa Asing

December 10, 2011 by  
Filed under Berita

Apakah anda masih belum lancar dengan bahasa asing? Mungkin kalau jaman sekarang, rasanya tidak ada lagi mahasiswa yang tidak bisa bahasa asing bahkan mungkin mahasiswa di berbagai universitas-universitas yang ada di indonesia sudah menguasai bahasa asing.

Apalagi Bahasa Inggris, sebab hampir semua jenjang pendidikan mengajarkan Bahasa Inggris. Bahkan beberapa sekolah swasta mengajarkan bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Arab dan Bahasa Prancis. Read more

Seorang Guru India Mengajar di Inggris Secara Online

December 10, 2011 by  
Filed under Berita

Neagara bollywood India, yang pernah dijajah Kerajaan Inggris, kini berganti mereka yang ‘menjajah’ Inggris dengan bantuan teknologi. Pengajar India menjadi guru di Inggris melalui sambungan internet. Salah satu sekolah yang memanfaatkan para pengajar dari negeri Bollywood itu adalah SD Raynham di London.

Saat itu, pukul 15.30 di SD Raynham. Para siswa di sekolah ini berkumpul setelah sekolah untuk les pelajaran matematika. Dengan perbedaan waktu antara lima jam dan jarak ribuan kilometer, setelah menunggu beberapa lama akhirnya pengajar mereka tiba di kelas. Read more

Pusat Kursus Bahasa Inggris Termurah Dan Terbesar di Indonesia

December 9, 2011 by  
Filed under Berita

Persisnya tepat berada di lokasi Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saya berani berkata kalau di sini adalah pusat kursus Bahasa Inggris termurah dan terbesar di Indonesia pada saat ini.

Coba bayangkan saja, satu program intensifnya saja setiap hari selama 1 bulan dengan pertemuan selama 1,5 jam dibandrol kurang dari 100 ribu. Kontras dengan EF yang bahkan mencapai 1 juta/bulan untuk pertemuan yang hanya 3 kali seminggu.

Namun, memang tempat belajar mengajarnya tidak terlalu mewah yaitu sangat sederhana. Ada yang di dalam ruangan yang dibentuk dari batako tanpa semen dan cat, lalu duduk di kursi kayu. Ada juga di ruangan bersih tapi duduk lesehan. Bahkan ada yang di luar ruangan dengan memanfaatkan gazebo seadanya. Sederhana, namun saya rasa tidak mengurangi makna belajar sedikitpun.

Kemudian saya katakan terbesar karena ada sekitar 30 lembaga kursus bahasa dengan kelebihannya masing-masing. Ada yang terkenal dengan program speakingnya (Dafodiles dan Webster), ada yang jago di grammer (Smart), ada yang punya program khusus TOEFL (Elfast), ada juga yang mempunyai ujian langsung ngobrol dengan turis asing di Bali (Harfard), dan sebagainya. Pilihan tergantung tujuan kita apa yang kita harus pilih.

Ratusan, mungkin ribuan, orang yang sengaja datang ke tempat kursus Pare hanya untuk kursus. Ada yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Aceh, Lampung, NTB, Bandung, dsb. Bahkan anak Jakarta juga banyak. Ketiga teman sekamar saya kebetulan semuanya dari Jakarta. Beruntung bagi saya, karena jadi tidak terlalu kaget dan risih menghadapi budaya yang baru. Analisis singkat saya, sebagian besar yang kursus di Pare adalah siswa yang baru lulus SMA atau mahasiswa yang juga baru lulus. Dua orang teman sekamar saya sendiri baru lulus UNJ dan Unpad. Satu orang lagi baru lulus SMA.

Mudah untuk menemui Sarjana Sastra Inggris yang kursus di sini. Salah satu teman saya lulusan sastra Inggris dari salah satu kampus swasta terkemuka mengaku pelajaran grammer di sini dalam sekali dan bagus, banyak yang tidak didapatnya sewaktu di kampus. Saya pun mengakui,para pengajarnya di sini sudah sangat expert untuk grammer.

Seperti halnya pusat-pusat pembelajaran di tempat lain, Kampung Bahasa juga menumbuhkan berbagai aktivitas perekonomian di Pare. Banyak tempat-tempat kos yang ditawarkan kepada calon peserta kursus. Ada dua jenis tempat kos, English Area (EA) dan bukan EA. Kalau yang bukan EA, penghuni tempat kos hanya diberi fasilitas tempat tinggal saja. Sedangkan di EA, ada tambahan program yang ditawarkan untuk memperlancar belajar Bahasa Inggris. Ada macam-macam program yang ditawarkan EA. Program dasar adalah wajib berbahasa Ingris di lingkungan kos. Oleh karenanya, kebanyakan penghuni baru langsung mengidap penyakit gagu akut. Kemudian ada beberapa program tambahan lagi, tergantung tempatnya.

Saya hanya bisa mencontohkan satu EA, yaitu Access. Saya tinggal di Access 4 selama 2 minggu. Biayanya 175 ribu/bulan. Dengan uang sebanyak itu, kita sudah diberi fasilitas akomodasi sekaligus 3 program tambahan. Pertama, pk 5.00 – 6.30 adalah latihan membaca expression kemudian menghapalnya. Ada sekitar 10 expression setiap harinya. Ini sangat penting untuk membantu percakapan sehari-hari. Kedua, pada pkl 16.00 – 17.30 ada kelas Pronounciation dengan logat Amrik. Nah disinilah kelebihan Access, pronounce-nya sangat bagus. Lalu, program yang terakhir, pada pkl 18.30 – 20.00, kita diajak berdiskusi, berdebat, presentasi, serta nonton, dsb untuk mempraktekan Bahasa Inggris yang kita pelajari. (ivn10)

Belajar Bahasa Asing Bikin Orang Lebih Pintar

December 8, 2011 by  
Filed under Berita

Untuk sejumlah orang, belajar bahasa asing terasa sulit dan sangat member beban pada otak. Tapi pendapat dari suatu penelitian, belajar bahasa asing itu malah baik dan bagus untuk otak sebab kita jadi lebih terbiasa untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda.

Bahasa itu mewakili dunia dalam cara tertentu. contohnya, bahasa mengajarkan kita bahwa warna pink itu bukan warna yang sama seperti warna merah, dan warna abu-abu pun tidak sama dengan warna hitam. Akademisi dari Universitas Newcastle dan Universitas York di Inggris mendukung anggapan bahwa yang menjelaskan bahwa belajar bahasa asing itu membuat kita menjadi lebih pintar dengan dasar ilmiah yang kuat.

Bahasa yang berbeda itu pun mewakili makna yang lain. misalnya, dalam Bahasa Inggris, blue artinya biru. Namun dalam Bahasa Italia, biru merupakan dengan dua nama, celeste untuk biru muda, dan blu untuk biru gelap. maka, saat seorang yang biasa berbicara Bahasa Inggris mempelajari Bahasa Italia, ia harus belajar untuk berpikir tentang warna yang berbeda untuk menggunakan kata dengan benar dan tepat.

“Kami telah mengetahui bahwa belajar bahasa lain meningkatkan pengetahuan kita tentang bahasa ibu kita, dan penelitian juga sudah membuktikan bahwa mempelajari bahasa lain memiliki efek positif pada otak,”ungkap Prof Vivian Cook dari Newcastle University seperti dilansir oleh Medicalxpress.com, beberapa waktu yang lalu.

“Anak-anak muda sekarang member pendapat bahwa menguasai dua bahasa bisa menunda timbulnya kepikunan menjelang hari  tua,” lanjutnya.

Para peneliti mau mengambil langkah lebih lanjut untuk melihat apakah menguasai dua bahasa bisa menjadi semacam bentuk latihan pikiran untuk otak kita. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa belajar dua bahasa tidak secara langsung mengubah sistem seseorang melihat dunia. Efek positif menguasai bahasa asing yakni karena mempelajari bahasa baru menyebabkan seseorang merangkul konsep baru yang tidak terwakili dalam bahasa ibu.

“bila saya meminta Anda untuk memikirkan ‘makan siang’, tentu Anda mungkin akan berpikir tentang sebuah sandwich dengan keripik yang akan menjadi menu makan anda. Jika saya bertanya kepada orang Italia untuk memikirkan ‘pranzo‘ (Bahasa Italia untuk makan siang) yang sesuai dengan makanan mereka, dia akan memikirkan hidangan pasta, daging, dan sayuran,” tutur  Dr Benedetta Bassetti dari University of York di inggris.

“Ada banyak bukti penelitian yang membenarkan bahwa orang yang menguasai dua bahasa berpikir dengan menggabungkan dua pandangan yang mewakili dua bahasa yang mereka kuasai. Namun kadang-kadang  mereka juga membuat konsep baru yang tak datang dari salah satu dari bahasa itu,” jelas Prof Cook.

Pada tahun 1970-an yang lalu, peneliti menemukan bahwa anak-anak yang berkata-kata dengan bahasa Inggris beranggapan bahwa waktu berjalan dari kiri ke kanan. tapi anak-anak Arab berpikir sebaliknya dari pikiran yang anak yang tadi, dan mereka yang mempelajari bahasa Inggris kemudian mengetahui bahwa kedua-duanya benar.

Prof Cook menemukan bahwa orang Italia menganggap binatang rubah lebih cantik dan lebih lembut, sedangkan orang Jerman menganggap tikuslah yang lebih cantik dan lebih lembut. semua  ini terjadi sebabnya rubah dalam tata Bahasa Italia bersifat feminin serta cantik dan lembut dan dalam tata Bahasa Jerman bersifat maskulin. Sedangkan tikus bersifat maskulin dalam bahasa Italia dan feminin dalam Bahasa Jerman. Mereka yang menguasai kedua bahasa tersebut tidak akan terbingungkan sebab persepsi mereka tidak berdasarkan tata bahasa. (bbg.012)

Less Komputer Untuk Mengasah Kemampuan

December 7, 2011 by  
Filed under Berita

Apakah Anda ingin meningkatkan dan mengembangkan kualitas keahlian dan pengetahuan di bidang teknologi informasi? Mungkin Anda tertarik untuk meningkatkan karir pekerjaan Anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi? Atau malah Anda ingin sekalian aja mau go international dengan bekerja di luar negeri?

Tak salah lagi Anda pasti perlu lebih belajar dengan giat lagi serta memperdalam keahlian dan meluaskan serta mengembangkan pengetahuan dengan mengikuti less komputer. Ada banyak sekali training provider di Indonesia saat ini, khususnya di daerah khusus ibu kota Jakarta ini. Namun untuk menemukan training center yang tepat dan baik buat mengembangkan dan memperluas keahlian perlu kecermatan dan ketelitian, apalagi biaya training sekarang ini harganya cukup mahal.

Salah satu cara menilai lembaga training IT yang berkualitas adalah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Read more

« Previous PageNext Page »