Belajar Komputer Sambil Bermain
Saat ini seorang anak sedang rajin2nya main2 dengan komputer. Biarpun dia baru 3 tahun namun saya mulai ajarkan untuk mengenal penggunaan keyboard dan mouse dari komputer. Selain dia sudah mulai terbiasa menggunakan keyboard dan mouse dia pun kami ajarkan juga dalam mengenal angka maupun huruf. Mainanan PC yang kami berikan bukanlah yang berisi tentang kekerasan ataupun yang menakut2i. Dia menikmati sekali mainan barunya ini.
Disaat yang sama….saya juga mulai mengajarkan cici untuk mulai membantu saya dalam membuat pembukuan di spreadsheet untuk toko kami. Selain belajar untuk membiasakan dia untuk bisa mengetik dan juga mulai tahu penggunaan2 dalam Excell. Dan yang pasti dia juga menjadi tahu dan bisa bijaksana dalam penggunaan uang. Karena dia bisa melihat sendiri berapa banyak yang kita habiskan untuk menjalankan bisnis kami dan berapa banyak pula yang kita hasilkan. Dan yang tidak kalah pentingnya dia pun bisa menghargai arti sebuah pekerjaan.
Untuk pendidikan anak memang tidak ada kata terlalu dini ataupun terlambat, paling tidak ini menurut saya. Ini semua tergantung dari orang tuanya itu sendiri dalam penyampaiannya. Yang pasti orang tualah yang harus tetap belajar untuk bisa mendidik anak2nya menjadi lebih baik dan bijaksana, karena setiap jaman dan generasi pasti berubah.
Nasib Guru Gaptek, Pontang Panting Belajar Komputer
Pelaksanaan PLPG beberapa bulan ke depan membuat para guru menjadi sibuk mempersiapkan diri. Bukan hanya mempersiapkan segi finansial, keterampilan juga ikut diasah. Termasuk keterampilan mengoperasikan komputer.
Beberapa guru di Jember mengeluh tidak mampu menjalankan komputer. Padahal di PLPG, yang merupakan syarat mendapat sertifikat guru profesional, guru diwajibkan membawa laptop untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
“Wah, pegang mouse saja sulit apalagi harus ngetik,” kata Ibu Fatma, seorang guru di salah satu sekolah negeri di Jember.
Bu Fatma lebih jauh mengatakan kalau dirinya berusaha keras mengikuti pelatihan komputer dua bulan belakangan ini. Namun dia mengakui ternyata sulit untuk menyerap keterampilan itu dengan cepat.
“Sudah tahu cara menghidupkan komputer juga mematikan. Tapi ya gitu. Begitu masuk, mau apa nih, gak bisa apa-apa. Bengong aja di depan komputer. Klak klik gak muncul-muncul Microsoft Word-nya,” ujar Bu Fatma sambil terkekeh.
Bu Suci, seorang guru Matematika mengaku belajar komputer dari anaknya. Setiap ada waktu luang tanpa malu-malu dia minta putrinya yang saat ini duduk di bangku SMA untuk mengajari mengoperasikan komputer.
“Ternyata otak tua kalah sama otak muda. Saya malah bolak-balik dimarahi anak saya karena salah pencet.”
“Betul kata pepatah, belajar di hari tua bagai menulis di atas air,” Bu Suci berkata disambut gelak tawa guru yang sedang berkumpul di ruang guru.
Dinas Pendidikan Jember rencananya akan melaksanakan PLPG awal Juli mendatang. Pelatihan Profesi Guru ini bertempat di Universitas Jember selama 90 hari.
Selama pelatihan, guru di dibekali keterampilan dan materi-materi keguruan. Di akhir pelatihan ada post test yang menentukan kelayakan guru mendapat sertifikat pendidik atau tidak.
Belajar Komputer Dari 0 Sampai Menjadi Kompasianer
Waktu itu pertengahan September 2007. Suhu udara sangatlah menggerahkan. Maklumlah Kota Kupang sebagai ibu kota Nusa Tenggara Timur identik dengan kegersangan dan suhu udara yang memanggang kulit. Saya bersama 50-an mahasiswa semester III, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Nusa Cendana Kupang, sudah duduk di depan komputer. Ibu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) mulai menghidupkan LCD Projector lalu berkotek-kotek tentang seluk-beluk pengoperasian komputer bagi pemula.
Tak satu juga penjelasan dosen yang saya mengerti, apalagi digunakan istilah komputer yang baru saya dengar seperti mouse, keyoard, start, microsoft office, backspare, enter, save, dan sebagainya. Jantung hanya berdetak keras dan darah sepertinya membanjir dalam nadi di siang bolong. Ruang kuliah komputer (Pusat Komputer, Universitas Nusa Cendana, Kupang) yang sudah tertutup, tidak ber-AC dan berdebu melengkapi penderitaan saya tentang kegagapan teknologi.
Layar monitor komputer yang di hadapan beberapa teman kemudian menyala, berwarna hitam bertuliskan windows lalu berwarna biru sampai menampilkan gambar (desktop backgroud) dengan beberapa gambar kecil di dalamnya (shortcurt). Entah tombol apa yang ditekan lagi, teman-teman saya itu lalu mulai mengetik tulisan di layar monitor komputer.
Saya makin bingung dan berkeringat dingin. Saya bertanya kepada teman di belakang dan samping kiri tentang cara mengoperasikan komputer namun mereka rupanya juga senasib dengan saya. Ketika berpaling ke teman di samping kanan, dia sepertinya baru mau menyalakan komputer. Rupanya dia cukup menguasai pengoperasian komputer. Walau demikian, saya tidak bertanya kepadanya namun hanya melihat dan mengikuti cara dia menekan tombol-tombol di komputer. Syukurlah, walau dengan jari yang kaku dan gemetaran, akhirnya saya berhasil membuka microsoft office word dan mulai mengetik. Kesulitannya adalah saya memerlukan beberapa detik untuk mencari dan menekan satu huruf saja dikeyboard.
Setelah beberapa menit, saya berhasil mengetik dua baris puisi. Di tengah semangat yang bergelora untuk belajar menggunakan komputer, listrik padam mendadak. Kuliah Aplikom akan dilanjutkan pada minggu berikutnya. “Huh!” Saya kesal namun senangnya luar biasa karena untuk pertama kalinya dalam hidup, pada waktu itu saya berhasil memegang komputer secara langsung hingga mengetik dua baris puisi.
Sewaktu duduk di bangku kelas III SMA pada 2006, memang ada mata pelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) namun mata pelajaran baru itu hanya untuk murid kelas I dan III. Akibatnya saya dan teman-teman seangkatan tidak bisa belajar tentang komputer. Saya juga tidak bisa belajar secara otodidak karena di ibu kota kecamatan, tempat tinggal saya waktu itu, komputer hanya bisa dilihat di instansi-instansi pemerintah. Tempat kursus komputer atau rental komputer juga belum ada.
Setelah tamat SMA, saya melanjutkan pendidikan di Prodi PBSID, Universitas Nusa Cendana, pada 2006. Dengan kegagapan teknologi, saya datang dari Niki niki, sebuah ibu kota kecamatan yang berjarak 149 Km dari Kota Kupang. Waktu itu, telepon genggam saja tidak bisa dioperasikan apalagi komputer. Setiap tugas dari dosen yang harus diketik dengan komputer, saya serahkan kepada petugas rental komputer yang menjamur di Kota Kupang. Walau sudah membayar jasa pengetikan dan print out,hasilnya kerap menjengkelkan karena tulisan tangan saya diketik tanpa memperhatikan tanda baca dan sering kurang huruf. Mungkin karena petugas di rental itu mengetiknya dengan terburu-buru lalu tida mengieditnya.
Belajar Komputer Sendiri
Kasihan juga lihat anak tetangga ngelamar kesana-kesini tidak diterima. Iseng-iseng saya ngobrol dengannya.
“Gimana? dah dapet kerjaan belum?”. “Belum Mas..” dah coba berkali-kali tapi masih belum ada panggilan juga”. “Lho kamu kan lulusan D3? D3 Sistem informatika ya?”. “Iya Mas…”. “Memangnya ngelamar sebagai apa saja?”. “Jadi kurir dan jadi staff administrasi Mas..”. “Lho, kok ga sesuai sama bidang kesarjaanaan kamu sih?, kamu bisa jadi programer atau jadi Ti”.
“Itu dia Mas, saya udah bosen hadapin masalah-masalah komputer, cukup tiga tahun aja deh pusing sama hal-hal begituan (coding program)”.
Sementara itu, di dunia komputer sendiri, tenaga-tenaga TI banyak diisi oleh pekerja yang “tidak” memiliki latar belakang TI. Ada sarjana pertanian, ekonomi, Teknik sipil atau MIPA, termasuk Saya … saya Lulusan dari Teknik Industri, tetapi sekarang lebih fokus untuk menggeluti dunia IT beserta keluarganya .
Jadi apa gunanya Ijazah dong?
Ijazah tetap ada gunanya. Itu sebagai ukuran kemampuan orang yang dinilai dengan Angka. Tapi sayangnya kebenarannya (nilai yang didapat dengan skill sebenarnya) tidak dijamin.
Di dunia komputer sendiri, menempuh jalur otodidak buat saya lebih mengasyikan. Bahkan beberapa pakar internet mengawali belajarnya lewat jalur otodidak.
Kualitas ilmu komputer yang didapat antara belajar lewat jalur otodidak dengan sekolah formal, agak berbeda tipis.
Kekuatan orang belajar komputer secara otodidak adalah, mereka umumnya menguasai hal-hal yang berbau penerapan langsung atau aplikasi, mereka mampu mem-presentasikan kemampuan yang mereka tawarkan kepada pihak lain. Maklum saja, si otodidak sudah terbiasa menjalin komunikasi dengan beberapa orang untuk menggali ilmu dari sumber lain ketika melakukan proses belajar. Jadi kalau bicara langsung ketujuan. Lalu bagaimana dengan jalur sekolah formal?
Sekolah formal juga memiliki kelebihan pada penjelasan yang masuk akal secara teoritis. Jadi jika lawan bicaranya berlatar belakang sama, pembicaraan pun akan cepat nyambung. Sehingga deal-deal bisnis cepat mencapai kata sepakat.
Sekali lagi, Buat saya, jalur otodidak lebih rasional, siapapun bisa mencicipi, karena biayanya super murah. Modalnya:
- Kemauan (tanpa biaya),
- buku bekas atau majalah bekas ( kisaran 10ribu s/d 50 rb),
- ke warnet (5ribu/ 3 jam).
Tapi tiap orang beda-bedalah..kalau Anda punya uang silahkan saja sekolah komputer ke luar negri..Kalau tidak ada dana, belajar cara otodidak lebih masuk akal sepertinya. (bbg.047)
KBRI rencanakan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur berencana memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa internasional tersebut.
“Kami punya rencana untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI di negara ini,” kata Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur Agus Triyanto AS di Kuala Lumpur, Minggu.
Pelatihan bahasa Inggris tersebut terutama pada pendalaman bahasa percakapan sehari-hari. “Ini penting agar komunikasi antara para pekerja dengan majikan yang menggunakan bahasa Inggris menjadi lebih lancar,” ungkap dia.
Ia berjanji, jika pelatihan komputer yang saat ini sedang dilaksanakan bersama Perum LKBN ANTARA Perwakilan Kuala Lumpur berjalan dengan baik dan para peserta tetap antusias, pihak KBRI akan merencanakan pelatihan bahasa Inggris.
“Pelatihan seperti ini efeknya tidak hanya untuk jangka pendek, tapi bisa dirasakan nanti. Sekembali Anda semua dari Malaysia, sudah memiliki ketrampilan untuk modal bekerja di Tanah Air,” ungkapnya.
Mengenai pelatihan komputer, menurut dia, positif bagi para peserta karena mereka akan mendapatkan banyak manfaat seperti kemampuan mengetik, mengedit foto/video, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
“Saya merasa bangga dan kagum atas semangat anda semua, mau meluangkan waktu dan pikiran anda untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya di depan 34 peserta pelatihan pengenalan komputer dan internet yang digagas Perum LKBN ANTARA bekerja sama dengan warga Indonesia yang berada di negara jiran ini.
KBRI mendukung penuh program ini. Para peserta akan diberikan sertifikat yang bisa menjadi bukti bahwa mereka kompeten dalam urusan komputer, walaupun hanya di tingkat dasar.
“Saya harap dengan sertifikat itu mereka bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya kenaikan gaji,” ucap Agus.
Pelatihan ini diadakan selama tiga bulan dengan total 12 kali pertemuan. Mereka akan mempelajari dasar-dasar komputer seperti Microsoft Office dan terutama penggunaan internet.
Para pelatih adalah mahasiswa, ekspatriat, pengusaha, dan warga Indonesia yang menetap di negara ini. Mereka antusias untuk membagi ilmunya.
“Kepada para pengajar, saya sampaikan terima kasih karena telah bersedia untuk meluangkan waktu berbagi ilmu dengan saudara se-Tanah Air di Malaysia ini,” katanya. (bbg.041)
Trik SMS-an di Komputer
Selagi handphone kita masih terhubung ke komputer dengan Nokia PC Suite, maka selama itu juga kita bisa mengirim, menulis dan menyimpan SMS di komputer. Dengan cara ini, ber-sms menjadi lebih nyaman karena kita membaca pesan di layar yang lebih besar dan menuliskan pesan dengan menggunakan keyboard komputer sehingga smsan akan menjadi lebih asyik dan menarik.
Mengirimkan SMS di Komputer
1. Anda harus menyambungkan handphone ke komputer, dan jalankan Nokia PC suite.
2. Klik ikon Message
3. Klik tombol Create a new message
4. Tentukan nama penerima SMS. Jika nama penerima sudah ada di dalam daftar contact, maka dengan mengetikan namanya saja maka dengan sendirinya Nokia PC Suite akan menyodorkan nama yang mungkin cocok . Jika nama kontak belum terdaftar di dalam ponsel maka anda harus menuliskan nomor ponselnya terlebih dahulu. Read more
Siswa Korea Paling Pintar Membaca dengan Komputer
December 11, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Para Siswa di Korea Selatan paling pintar membaca saat belajar di sekolah, menggunakan komputer dan internet. Ini merupakan hasil survei yang dilakukan Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD).
Survei yang telah dilakukan atas 19 negara anggota dan bukan anggota OECD itu menyimpulkan, negara yang ada di bawah Korsel adalah Selandia Baru, Australia, Jepang, Hong Kong dan Islandia.
Pada tahun 2009 yang lalu, tes ini memberikan tugas kepada siswa untuk Read more
Mari Ajarkan Anak Bahasa Inggris Sejak Dini
Dizaman Reformasi sekarang ini, bahasa Inggris kini sudah menjadi bahasa internasional dan kewajiban untuk dipelajari. Oleh sebab itu, belajar bahasa Inggris perlu diterapkan pada anak sedini mungkin. Mendengar anak kecil fasih berbahasa Inggris bukan lagi hal yang takjub dan mencengangkan. Bahkan, di beberapa sekolah dasar, terutama swasta banyak yang sudah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Lalu, apabila bahasa Inggris sudah biasa digunakan anak, apakah bagus untuk sosialisasi mereka dimasyarakat, bagaimana dengan bahasa Indonesia? Sejauh mana anak diharuskan pandai berbahasa Inggris?
Dikatakan oleh psikolog dari I Love My Psychologist,Dra.Psi. Heryanti Satyadi M.Si, peranan bahasa Inggris lebih terasa diperlukan anak-anak di kota-kota, terutama di kota-kota besar. Indonesia memang belum mewajibkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua untuk dipelajari oleh seluruh masyarakat, tetapi kelihatannya kita sedang menuju ke sana. Read more
Belajar Microsoft Word Belajar 10 Trik Cepat Menggunakan Microsoft Word
December 8, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Belajar Microsoft Word ini akan mempelajari tentang 10 trik cepat menggunakan Microsoft Word cepat. Kini saya akan coba memposting ini untuk kamu yang mau belajar yang akan menolong kamu lebih simple dan lebih mudah dalam melakukan pekerjaan ini dengan Microsoft Word kamu. Cara atau triks Belajar Microsoft Word ini saya dapatkan secara tidak sengaja saat saya membaca sebuah majalah tentang Tips Komputer, sebab menurutku ilmu ini sangat berharga dan penting sekali tentunya itu sangat perlu saya posting untuk kamu. Saya berharap agar trik Belajar Microsoft Word ini akan sangat menolong kamu dan mempermudah pekerjaan kamu dengan Microsoft Word yang kamu miliki.
Dibawah ini trik atau cara Belajar Microsoft Word tentang 10 trik cepat menggunakan Microsoft Word :
- Ctrl + Shift + > : Digunakan mempercepat untuk merubah ukuran font bertambah besar.
- Ctrl + Shift + < : Digunakan mempercepat untuk merubah ukuran font bertambah kecil.
- Shift + F3 : Digunakan merubah kata yang diketikan menjadi hurup kapital atau sebaliknya tanpa memblok kata yang diketikan tersebut.
- Ctrl + Shift + k : Digunakan merubah kata yang diketikan menjadi hurup kapital atau sebaliknya namun harus terlebih dahulu memblok kata yang ingin dirubah.
- Ctrl + Del : Digunakan menghapus kata-kata yang berada di sebelah kanan kursor.
- Ctrl + Backspace : Digunakan menghapus kata-kata yang berada di sebelah kiri kursor.
- Ctrl + c : Digunakan untuk mengCopy kata-kata yang telah diblok.
- Ctrl + v : Digunakan untuk menempelkan kata-kata yang telah dicopy.
- Ctrl + 1 & Ctrl + 2 : Digunakan untuk mengubah spasi, dari spasi satu menjadi spasi dua.
- Shift + Alt + : Digunakan untuk memindahkan dengan cepat paragraf tempat kursor diletakan. (tanda panah)
saya sangat berharapkan Trik Belajar Microsoft Word ini bisa menolong kamu dalam bekerja memakai Microsoft Word yang kamu miliki.
Selamat mencoba dan semoga ini bermanfaat untuk kamu. (bbg.015)
Less Komputer Untuk Mengasah Kemampuan
Apakah Anda ingin meningkatkan dan mengembangkan kualitas keahlian dan pengetahuan di bidang teknologi informasi? Mungkin Anda tertarik untuk meningkatkan karir pekerjaan Anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi? Atau malah Anda ingin sekalian aja mau go international dengan bekerja di luar negeri?
Tak salah lagi Anda pasti perlu lebih belajar dengan giat lagi serta memperdalam keahlian dan meluaskan serta mengembangkan pengetahuan dengan mengikuti less komputer. Ada banyak sekali training provider di Indonesia saat ini, khususnya di daerah khusus ibu kota Jakarta ini. Namun untuk menemukan training center yang tepat dan baik buat mengembangkan dan memperluas keahlian perlu kecermatan dan ketelitian, apalagi biaya training sekarang ini harganya cukup mahal.
Salah satu cara menilai lembaga training IT yang berkualitas adalah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Read more



Sebuah terobosan baru dari 