Dukung Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Internasional
Bahasa Indonesia secara syarat yang telah ditentukan sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi bahasa internasional atau bahkan dunia.
Ahli Sastra dan Sosial Budaya Universitas Indonesia, Maman Soetarman Mahayana mengatakan, bahwa syarat yang sudah terpenuhi antara lain jumlah penutur bahasa Indonesia lebih besar dibanding penutur bahasa Inggris.
Selain itu, luas penyebaran bahasa Indonesia sudah merambah ke berbagai negara di dunia dan banyak dipelajari oleh warga negara lain, hal tersebut sangat membanggakan bagi bangsa indonesia sendiri.
“Saat ini saja sudah banyak perguruan tinggi di kota-kota besar di banyak negara yang mengajarkan bahasa Indonesia semoga saja dengan demikin bahasa indonesia bisa menjadi bahasa internasional,” tutur Mama, belum lama ini. Read more
Pejabat Negara Mulai Tinggalkan Bahasa Indonesia
Kalangan para pejabat di Indonesia sekarang dinilai sudah meninggalkan pemakaian bahasa Indonesia dalam acara kenegaraan dan keseharian.
Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) Agus Dharma mengatakan, ada kecenderungan para elite baik yang duduk di kalangan legislatif, eksekutif, dan yudikatif, jika dilihat dari pola bicara mereka sudah tidak ada lagi kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia dalam acara kenegaraan.
Padahal sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengunaan Bahasa di dalam dan luar negeri. Adapun pengecualian diberikan jika negara yang bersangkutan mewajibkan penggunaan bahasa lain.
“Sekarang mereka (pejabat) merasa rendah diri kalau berbahasa Indonesia. Sudah ada anjurannya Read more
Sah Kok Pakai Bahasa Asing, Asal Proporsional
Fenonema masyarakat Indonesia yang lebih gemar menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasa nasional mendapat perhatian khusus dari para akademisi, mereka berpendapat bahwa sangat menyanyangkan dengan sikap masyarakat dengan lebih menggalakkan bahasa-bahasa asing ketimbang mempelajari bahasa indonesia lebih dalam.
Kepala Sekolah Labschool Rawamangun, M Fakhruddin, salah satunya. Dia mengatakan, di sekolahnya berencana, akan digalakkan bahasa Indonesia melalui Read more
Guruh prihatin bahasa Indonesia tergerus bahasa asing
Guruh Soekarno Putra mengaku miris soal tradisi bangsa Indonesia yang mengagumi dunia barat dengan berkomunikasi bahasa asing di negeri sendiri yakni Indonesia.
katanya, sekarang ini bahasa Indonesia bukan lagi menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, yang telah tersingkirkan oleh bahasa asing.
“fakta ini sudah tidak cocok dengan Sumpah Pemuda. Dimana pemuda kita pada masa itu bersumpah, berbahasa satu bahasa Indonesia. Namun pada kenyataannya generasi muda kita lebih senang memakai bahasa asing di negeri mereka sendiri,” aku dari Guruh ketika ia mengisi Dialog Budaya dihadapan puluhan siswa dan Guru SMA se-Kota Bogor bertempat di SMA Rimba Madya Ciomas, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu
Putra bungsu Presiden pertama Indonesia itu pun menuturkan, sekarang ini generasi muda Indonesia dengan bangga memakai bahasa asing dalam setiap event yang mereka datangi.
Remaja Indonesia lebih gemar kumpul-kumpul di restoran cepat saji seperti McDonald’s, Starbuck, dan Pizza Hut. Dan Jarang sekali dijumpai, remaja-remaja yang hendak kumpul-kumpul di restoran tradisional yang menjual menu asli Indonesia.
bukan itu saja, fasilitas pariwisata, seperti hotel dan tempat-tempat wisata lebih mendahulukan pemakaian bahasa asing ketimbang bahasa negeri sendiri.
contohnya tulisan menu makanan, atau pemberitahuan di sebuah kantor bila terdapat perbaikan lantai. Papan informasi lantai sedang di pel bertuliskan bahasa asing.
“Kondisi ini dampak dari pemberitaan media yang memberikan tontonan kepada masyarakat tentang istilah-istilah asing. Sehingga masyarakat kita yang latah meniru, sehingga tidak sadar budayanya sudah di jajah,” tutur nya kembali.
Guruh juga berkata, menguasai bahasa asing baik untuk pengetahuan. namun, hendaknya lebih mengutamakan penggunaan bahasa sendiri di negeri sendiri itu yang utama katanya.
Menurut Guruh, bangsa luar juga sangat senang bila masyarakat Indonesia menggunakan bahasanya sendiri saat mereka berada di Indonesia.
Ketegasan pemerintah dalam menyikapi kondisi ini sangat diperlukan untuk menyelamatkan budaya bangsa. Pemerintah melalui kebijakannya dengan menginstruksikan menteri terkait untuk membudayakan bahasa Indonesia sebagai di negeri sendiri, kata Guruh. (bbg.033)
Dukung Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa ASEAN
Keberadaan bahasa Indonesia ke depan bisa dijadikan sebagai bahasa resmi di lingkungan negara ASEAN, selain bahasa Inggris. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Asean ini diusulkan delegasi Indonesia yang mengikuti Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA) di Kamboja.
“Delegasi RI dengan penuh pendirian mengusulkan bahasa Indonesia bisa digunakan sebagai bahasa resmi ASEAN, disamping juga bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa komunikasi kita,” kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta.
Priyo mengatakan, delegasi Indonesia akan terus memperjuangkan usulan tersebut melalui upaya komunikasi dengan sejumlah negara. “Kita akan yakinkan nanti, Read more
80% Lulusan Prodi Pariwisata USU Tak Kuasai Bahasa Inggris
Terdapat sekitar 80 persen mahasiswa lulusan program studi (Prodi) pariwisata Universitas Sumatera Utara (USU) tidak dapat mengusai bahasa Inggris dengan baik. Akibatnya, banyak di antara mereka yang kalah bersaing.
“Ini berdasarkan laporan dari Ketua Program Studi Pariwisata Asmyta Surbakti kepada saya beberapa waktu lalu dan kenyataannya cukup mengejutkan,” kata Dekan Fakultas Sastra USU Syaifuddin Edwin di Medan. Padahal setiap tahun minat masyarakat masuk program studi ini cukup tinggi. USU juga melepas ratusan para alumni perguruan tinggi negeri itu untuk bekerja di berbagai bidang.
Laporan itu cukup mengejutkan pihak fakultas. Karena itu, pihaknya mencoba solusi atau alternatif lain untuk menambah pengetahuan mahasiswanya akan pemahaman bahasa Inggris. “Karena bahasa Inggris adalah hal yang sangat penting untuk menunjang dalam mengahadapi persaingan di dalam bidang industri dan juga merupakan bahasa yang mendunia, bagaimana jadinya mereka menghadapi turis asing yang datang ke Indonesia kalau mereka sendiri tidak mengerti bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya,” ujar Syaifuddin Edwin.
Untuk mengurangi hal tersebut, pihaknya dengan Ketua Jurusan Pariwisata dan Rektorat USU akan menambah bobot mata kuliah bahasa Inggris kepada mahasiswa pariwisata. “Khusus bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya akan kami beri semacam les tambahan bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” papar dia.
Menurut Asmyta Surbakti, Ketua Program Studi Pariwisata, Fakultas Sastra USU, lemahnya penguasaan bahasa asing disebabkan mahasiswa sangat jarang mengikuti diskusi ataupun seminar-seminar yang di adakan dikampus yang dapat menambah wawasan perkembangan dunia. “Sangat minim wawasannya. Mereka lebih banyak terfokus pada rutinitas kuliah semata, bahkan habis kuliah langsung pulang,” ujarnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh pengamat pendidikan Medan Nur Ahmad Fadhil Lubis. Penguasaan bahasa Inggris di kalangan mahasiswa belum dianggap suatu kebutuhan penting yang harus dipenuhi sehingga tidak banyak yang bisa menguasainya saat ini.
“Ini karena bahasa Inggris belum dianggap kebutuhan penting oleh seluruh mahasiswa pada umumnya,” tandas Fadhil. Padahal dengan kemampuan berbahasa Inggris, maka bisa memudahkan mahasiswa berinteraksi dengan dunia luar untuk menyerap pengetahuan dari luar . Khusus untuk bidang pariwisata, peluang itu akan semakin besar karena merupakan sektor yang sangat membutuhkan penguasaan bahasa Inggris. “Harus bisa, bagaimana dia mampu berinteraksi dengan orang lain (wisatawan) jika bahasa Inggrisnya buruk,” bebernya lagi.
Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Association Of Indonesia Tours and Travel (ASITA) Ben Sukma, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang mutlak dikuasai lulusan pariwisata karena sangat dibutuhkan untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. “Harus, itu merupakan bahasa utama untuk bekerja di perhotelan. Bagaimana dia mau melayani tamu kalau tidak bisa bahasa Inggris. Itu juga tergantung levelnya di mana, kalau waitress (pelayan) mungkin tidak perlu mahir berbahasa inggris, tetapi kalau supervisor harus pandai,” beber dia. (ivn32)
Bahasa Indonesia Penuhi Syarat Jadi Bahasa Dunia
Mimpi bangsa Indonesia untuk menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia, masih terbuka luas. Bahasa Indonesia memiliki syarat untuk menjadi bahasa dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahli Sastra dan Sosial Budaya Universitas Indonesia, Maman Soetarman Mahayana, beberapa waktu lalu.
“Sebetulnya berdasarkan syarat sudah memenuhi untuk dijadikan bahasa dunia,” ujar Maman.
Maman mengatakan, syarat yang sudah terpenuhi antara lain jumlah penutur bahasa Indonesia lebih besar dibanding penutur bahasa Inggris. Selain itu, luas penyebaran bahasa Indonesia sudah merambah ke berbagai negara di dunia dan banyak dipelajari oleh warga negara lain. Saat ini saja sudah terbukti betapa banyaknya perguruan tinggi di kota-kota besar di banyak negara yang mengajarkan bahasa Indonesia. Read more
Debat Bahasa Inggris Harusnya Masuk Kurikulum
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bersama Universitas Diponegoro (Undip) tengah menyelenggarakan Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat nasional.
Kegiatan yang diikuti 330 peserta dari seluruh Nusantara bertujuan meningkatkan kemampuan dan keahlian lisan berbahasa Inggris dan daya saing civitas akademika yang dimiliki dalam skala internasional.
“Debat ini tak lain bertujuan meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi melalui debat ilmiah, kemampuan bahasa Inggris secara lisan, pola pikir kritis dan analitis, akan menciptakan iklim kompetitif agar mampu bersaing dalam skala nasional Read more
Lulusan Kampus Jepang Tak Fasih Bahasa Inggris
December 11, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Para Alumni perguruan tinggi di Jepang umumnya tidak bisa berbahasa Inggris. Fakta ini mencuat setelah kejutan muncul setelah disalah satu perusahaan toko online terbesar di Jepang, Rakuten.
Mulai tahun depan, perusahaan ini meminta 6.000 karyawannya harus lancar berbahasa Inggris untuk berkomunikasi. Level eksekutif yang tidak bisa memenuhi permintaan ini akan dipecat, serta dimasukkan dalam peringkat dan disimpan dalam file, yang mana bisa menjadi jalan untuk memblokir promosi.
Perubahan dramatis yang dibuat pendiri Rakuten, Hiroshi Mikitani ini membuktikan keyakinan lama bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan bahasa bisnis global. Hal ini, bagaimanapun, memperlihatkan kondisi jangka panjang atas lulusan universitas Jepang yang tidak fasih dalam bahasa dunia. Read more
Siswa Korea Paling Pintar Membaca dengan Komputer
December 11, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Para Siswa di Korea Selatan paling pintar membaca saat belajar di sekolah, menggunakan komputer dan internet. Ini merupakan hasil survei yang dilakukan Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD).
Survei yang telah dilakukan atas 19 negara anggota dan bukan anggota OECD itu menyimpulkan, negara yang ada di bawah Korsel adalah Selandia Baru, Australia, Jepang, Hong Kong dan Islandia.
Pada tahun 2009 yang lalu, tes ini memberikan tugas kepada siswa untuk Read more



Sebuah terobosan baru dari 