10 Tips Bermanfaat Saat Ujian

March 4, 2009 by  
Filed under Tips Belajar

quiz_pencilSepuluh Tips Saat Ujian:
Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu Anda dalam mengerjakan ujian:

1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.

Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2. Tenang dan percaya diri.

Ingatkan dirimu bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Bersantailah tapi waspada.

Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)

Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.

Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:

  • soal paling sulit,
  • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
  • memiliki nilai terkecil.

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.

Mula-mulai, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.

Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.

Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.

Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisa hasil ujianmu.

Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking (dari CD MEDIA UM-UGM)

Belajar Komputer Dari 0 Sampai Menjadi Kompasianer

December 19, 2011 by  
Filed under Berita

Waktu itu pertengahan September 2007. Suhu udara sangatlah menggerahkan. Maklumlah Kota Kupang sebagai ibu kota Nusa Tenggara Timur identik dengan kegersangan dan suhu udara yang memanggang kulit. Saya bersama 50-an mahasiswa semester III, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Nusa Cendana Kupang, sudah duduk di depan komputer. Ibu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) mulai menghidupkan LCD Projector lalu berkotek-kotek tentang seluk-beluk pengoperasian komputer bagi pemula.

Tak satu juga penjelasan dosen yang saya mengerti, apalagi digunakan istilah komputer yang baru saya dengar seperti mouse, keyoard, start, microsoft office, backspare, enter, save, dan sebagainya. Jantung hanya berdetak keras dan darah sepertinya membanjir dalam nadi di siang bolong. Ruang kuliah komputer (Pusat Komputer, Universitas Nusa Cendana, Kupang) yang sudah tertutup, tidak ber-AC dan berdebu melengkapi penderitaan saya tentang kegagapan teknologi.

Layar monitor komputer yang di hadapan beberapa teman kemudian menyala, berwarna hitam bertuliskan windows lalu berwarna biru sampai menampilkan gambar (desktop backgroud) dengan beberapa gambar kecil di dalamnya (shortcurt). Entah tombol apa yang ditekan lagi, teman-teman saya itu lalu mulai mengetik tulisan di layar monitor komputer.

Saya makin bingung dan berkeringat dingin. Saya bertanya kepada teman di belakang dan samping kiri tentang cara mengoperasikan komputer namun mereka rupanya juga senasib dengan saya. Ketika berpaling ke teman di samping kanan, dia sepertinya baru mau menyalakan komputer. Rupanya dia cukup menguasai pengoperasian komputer. Walau demikian, saya tidak bertanya kepadanya namun hanya melihat dan mengikuti cara dia menekan tombol-tombol di komputer. Syukurlah, walau dengan jari yang kaku dan gemetaran, akhirnya saya berhasil membuka microsoft office word dan mulai mengetik. Kesulitannya adalah saya memerlukan beberapa detik untuk mencari dan menekan satu huruf saja dikeyboard.

Setelah beberapa menit, saya berhasil mengetik dua baris puisi. Di tengah semangat yang bergelora untuk belajar menggunakan komputer, listrik padam mendadak. Kuliah Aplikom akan dilanjutkan pada minggu berikutnya. “Huh!” Saya kesal namun senangnya luar biasa karena untuk pertama kalinya dalam hidup, pada waktu itu saya berhasil memegang komputer secara langsung hingga mengetik dua baris puisi.

Sewaktu duduk di bangku kelas III SMA pada 2006, memang ada mata pelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) namun mata pelajaran baru itu hanya untuk murid kelas I dan III. Akibatnya saya dan teman-teman seangkatan tidak bisa belajar tentang komputer. Saya juga tidak bisa belajar secara otodidak karena di ibu kota kecamatan, tempat tinggal saya waktu itu, komputer hanya bisa dilihat di instansi-instansi pemerintah. Tempat kursus komputer atau rental komputer juga belum ada.

Setelah tamat SMA, saya melanjutkan pendidikan di Prodi PBSID, Universitas Nusa Cendana, pada 2006. Dengan kegagapan teknologi, saya datang dari Niki niki, sebuah ibu kota kecamatan yang berjarak 149 Km dari Kota Kupang. Waktu itu, telepon genggam saja tidak bisa dioperasikan apalagi komputer. Setiap tugas dari dosen yang harus diketik dengan komputer, saya serahkan kepada petugas rental komputer yang menjamur di Kota Kupang. Walau sudah membayar jasa pengetikan dan print out,hasilnya kerap menjengkelkan karena tulisan tangan saya diketik tanpa memperhatikan tanda baca dan sering kurang huruf. Mungkin karena petugas di rental itu mengetiknya dengan terburu-buru lalu tida mengieditnya.

Read more

Tiada korelasi bahasa Inggris dengan kecerdasan

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Kecerdasan tidak berhubungan dengan penguasaan bahasa Inggris maupun bahasa-bahasa asing lainnya, kata pakar pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Daoed Joesoef, Minggu di Bogor.

“Tidak ada keharusan menguasai ilmu pengetahuan tertentu dengan bahasa Inggris. Kecerdasan tidak ada kaitannya dengan bahasa Inggris,” kata Prof Dr Daoed Joesoef.

Prof Dr Daoed Joesoef dikenal sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada zaman Orde Baru.

Pada Minggu, Prof Daoed didapuk sebagai narasumber “Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan” di Hotel Salak, Bogor.

Dia mengangkat materi dengan judul “Peran Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud dalam rangka Menghadapi Tantangan Abad 21″.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Daoed menyoroti mulai memudarnya budaya bangsa, termasuk kesalahan persepsi tentang penggunaan bahasa Inggris di dunia pendidikan.`

Menurutnya, bahasa Inggris boleh dipelajari sebagai bahasa pergaulan dengan dunia asing, namun bukan faktor terpenting yang bisa mempengaruhi kecerdasan seorang anak didik apalagi kualitas pendidikan dalam arti luas.

“Bahasa Inggris bukan segala-galanya untuk menularkan kecerdasan kepada anak didik. Tidak ada hubungan antara bahasa Inggris dengan kualitas pendidikan,” terang dia.

Prof Daoed Yoeseof lantas memberikan contoh, dua peraih nobel fisika asal Jepang tidak mampu berbicara bahasa Inggris. “Dua peraih nobel fisika dari Jepang tidak bisa bahasa Inggris. Ini menunjukkan, tidak ada kaitan antara bahasa Inggris dengan kecerdasan,” demikian Prof Dr Daoed Joesoef.  (bbg.046))

RS Components Menargetkan Pasar Online yang Berkembang di Indonesia dengan Peluncuran Situs Web eCommerce dalam Bahasa Indonesia

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Situs web yang sepenuhnya transaksional menegaskan kembali peran perusahaan dalam memberikan penawaran online terbaik ke pasar

RS Components distributor layanan lengkap terkemuka di dunia peralatan elektronik dan produk pemeliharaan serta merek dagang Electrocomponents plc (LSE: ECM), mengumumkan peluncuran situs web eCommerce paling komprehensif di Indonesia yang menjawab perkembangan kebutuhan online perusahaan dan pelanggan di Indonesia. Situs web baru ini tersedia baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Situs web Bahasa Indonesia RS (http://www.rs-components.co.id/ ) adalah situs web eCommerce pertama di Indonesia yang beroperasi pada Magento (Edisi Profesional) yang, menurut Forrester Research, merupakan platform eCommerce open source terkemuka yang tersedia di pasar saat ini. Situs web ini juga dibangun berbasis layanan Elastic Cloud Computing (EC2) Amazon, yang terdapat pada pusat data baru Amazon di Asia Tenggara. Untuk menjamin keamanan tambahan dalam transaksi online, situs web ini mengandalkan arsitektur solid dengan keamanan yang telah diverifikasi oleh McAfee.

Situs baru ini menampilkan lebih dari 550.000 produk serta memungkinkan para pelanggan lokal menikmati kenyamanan dan interaksi langsung dengan delapan distributor resmi RS yang beroperasi di negara tersebut. Pelanggan akan mendapatkan banyak manfaat dengan mendaftar ke situs web baru ini, termasuk:

– Garansi satu tahun untuk produk yang dibeli secara online
– Pengiriman gratis untuk semua pemesanan online
– Diskon Instan pemesanan dalam jumlah besar: diskon 5% untuk pemesanan di atas IDR7 juta; diskon 10% untuk pemesanan lebih dari IDR21 juta; dan diskon 20% untuk pemesanan di atas IDR70 juta.

Mereka juga akan dapat mengakses peralatan desain kuat perusahaan, seperti DesignSpark dan DesignSpark PCB, gambar skematis gratis dan peralatan layout PCB untuk desain elektronik, yang digunakan oleh para insinyur desain elektronik profesional, pehobi, pendidik dan pelajar/mahasiswa.

Selain itu, situs web ini menampilkan login Facebook terpadu, yang memberi pelanggan akses instan dari akun Facebook mereka, sehingga memberi mereka kenyamanan lebih.

Pasar eCommerce Indonesia akan tumbuh sebesar IDR35 triliun (US$4,1 miliar) (Catatan 1) pada akhir tahun 2011. Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar bagi RS dan berhubungan erat dengan strateginya menjadi bisnis yang berpusat pada eCommerce.

“Para pelanggan mengisyaratkan kepada kami bahwa kami sedang menuju ke arah yang benar. Penjualan eCommerce saat ini mencapai lebih dari 50% dari total keseluruhan pendapatan kami. Di wilayah Asia Pasifik, penjualan eCommerce meningkat lebih dari 60% pada kuartal pertama tahun 2012,” ujar Marcelo Wesseler, Kepala eCommerce RS Components di Asia Pasifik. “Kami akan terus meningkatkan pengalaman para pelanggan, khususnya melalui web. Situs web di Indonesia akan menyediakan sarana yang mudah diakses dan kuat bagi para insinyur dan spesialis pengadaan guna memperoleh beragam komponen elektronik berkualitas dengan kenyamanan lebih.”

Tentang RS Components
RS Components adalah distributor layanan lengkap terkemuka di dunia peralatan elektronik dan produk pemeliharaan yang melayani 1,6 juta pelanggan di seluruh dunia. Melalui operasi di 32 negara dan 17 gudang, Kelompok ini mendistribusikan 550.000 produk mulai dari semikonduktor dan optoelektronik sampai peralatan listrik dan pakaian pelindung. Portofolio produk dan jasanya mendukung siklus hidup seluruh produk mulai dari R&D sampai pra-produksi untuk pemeliharaan dan perbaikan, dengan mengirimkan lebih dari 40.000 paket pada hari di mana pesanan diterima.

RS Components dan Allied Electronics adalah merek dagang Electrocomponents plc. Kelompok ini terdaftar di London Stock Exchange dan pada tahun fiskal terakhir hingga 31 Maret 2011 memiliki pendapatan 1,18 miliar poundsterling. (bbg.045)

 

Pawang Gajah Juga Mesti Berbahasa Inggris

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Pusat Konservasi Gajah (PKG) Provinsi Riau mewajibkan pawang gajah (mahot) belajar Bahasa Inggris untuk mempromosikan pelestarian satwa bongsor itu kepada turis mancanegara.

“Supaya mahot kita bisa lebih komunikatif kepada turis bule yang datang kemari,” kata Kepala PKG Riau, Muslino, di Minas, Jumat.

Ia mengakui kendala bahasa bisa mempengaruhi pelayanan kepada turis yang berkunjung. Menurut dia, PKG berharap para mahot bisa memberikan penjelasan cukup detail mengenai gajah dan habitatnya.

“Misalkan menjelaskan perbedaan yang mudah antara gajah jantan dan betina ke turis asing,” ujarnya.

Dia berharap penguasaan bahasa asing, maka menghindari kesalahpahaman turis asing dalam melihat cara gajah di PKG Riau dipelihara.

“Supaya pesan benar-benar disampaikan dan tak terjadi salah persepsi,” ujarnya.(bbg.044)

Ngomong Inggris Bukan Berarti Tak Nasionalis

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Penyanyi Agnes Monica berkesempatan tampil dalam iklan layanan masyarakat soal peringatan Hari Sumpah Pemuda yang lalu. Menurut pelantun ‘Matahariku’ itu, memaknai sumpah pemuda saat ini harus dengan perubahan pola pikir.

Penyanyi berusia 24 tahun itu berpendapat, memaknai Sumpah Pemuda saat ini tidak lagi harus dengan menenteng bendera merah putih dan bambu runcing. Tapi, bagaimana caranya merdeka dari kebodohan dan kemiskinan.

“Sekarang harusnya merdeka dari kebodohan dan itu yang paling penting. Merdeka juga dari kemiskinan, jadi banyak sekali yang akhirnya harus diperjuangkan. Tapi tentu saja perjuangannya itu caranya harus berbeda dengan tahun 1928,” beber Agnes saat ditemui usai acara Penutupan 12 Pameran Optik 2011 Indonesia (GAPOPIN) di Hotel Shangri-la, Sudirman, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu

Penyanyi yang memiliki ambisi untuk go international itu juga membahas tolok ukur dalam menilai arti sebuah nasionalisme. Menurutnya jika seseorang kerap berbahasa Inggris bukan berarti orang tersebut tidak memiliki rasa nasionalisme.

 

“Aku masih banyak banget dengar selentingan ‘ah kalau lo ngomong pakai bahasa Inggris, berarti lo nggak nasionalis’. Toh pada kenyataannya banyak kok orang yang nggak bisa ngomong bahasa Inggris, tapi berbahasa Indonesia tapi korupsi,” kritiknya.

Sebelumnya, Agnes sempat diprotes oleh follower-nya di Twitter karena kerap nge-tweet dengan bahasa Inggris. Penyanyi yang didapuk menjadi host American Music Awards itu pun menanggapi kritik tersebut dengan dingin. (bbg.043)

 

Marzuki usulkan bahasa Indonesia jadi bahasa resmi AIPA

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Ketua DPR RI Marzuki Alie mengusulkan agar bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA).

Demikian disampaikan oleh Marzuki melalui rilisnya kepada ANTARA News di Jakarta saat menyampaikan pidato pada acara Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA)ke-32 yang dilaksanakan di Phnom Penh, Kamboja.

“Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling banyak digunakan keenam di dunia setelah Mandarin, Inggris, Hindi, Spanyol dan Arab. Untuk itu sekiranya dapat dipertimbangkan agar Bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu bahasa kerja dalam AIPA,” ujar Marzuki.

Indonesia, tambahnya, sebagai negara yang terbesar dan komunitas terbesar di Asean serta dengan mempertimbangkan bahwa bahasa Indonesia digunakan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunai Darusalam sebagian Singapura, Vietnam dan Kamboja.

Indonesia sendiri sangat menghargai nilai-nilai bahwa demokrasi dibangun berdasarkan kearifan lokal, sehingga wajar jika Indonesia berpendapat harus ada satu bahasa yang bisa mempersatukan semua warga Asean.

“Secara emosional akan lebih mudah menggunakan bahasa Indonesia bagi komunitas Asean. Selain itu di luar negeri seperti Australia, Afrika Selatan dan Arab Saudi pun sudah diberikan pelajaran bahasa Indonesia. Kita juga merupakan salah satu pasar terbesar sehingga wajar kita meminta agar bahwa ini bisa dijadikan bahasa resmi,” ujar Marzuki.

Sementara itu Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan, delegasi Indonesia akan melobi semua peserta untuk menyampaikan alasan kenapa bahasa Indonesia harus jadi bahasa resmi Asean.

“Dalam konteks negara Asean pun gak ada satupun negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi,” kata Hidayat.

Anggota Delegasi Indonesia lainnya, Karolin Margret Natasa mengatakan jika delegasi Indonesia berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pendamping dan bahasa resmi ASEAN, maka diharapkan tidak ada lagi pemimpin di Indonesia termasuk presiden RI yang menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris dalam berbagai acara pidatonya baik yang resmi ataupun tidak. (bbg.042)

KBRI rencanakan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur berencana memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa internasional tersebut.

“Kami punya rencana untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI di negara ini,” kata Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur Agus Triyanto AS di Kuala Lumpur, Minggu.

Pelatihan bahasa Inggris tersebut terutama pada pendalaman bahasa percakapan sehari-hari. “Ini penting agar komunikasi antara para pekerja dengan majikan yang menggunakan bahasa Inggris menjadi lebih lancar,” ungkap dia.

Ia berjanji, jika pelatihan komputer yang saat ini sedang dilaksanakan bersama Perum LKBN ANTARA Perwakilan Kuala Lumpur berjalan dengan baik dan para peserta tetap antusias, pihak KBRI akan merencanakan pelatihan bahasa Inggris.

“Pelatihan seperti ini efeknya tidak hanya untuk jangka pendek, tapi bisa dirasakan nanti. Sekembali Anda semua dari Malaysia, sudah memiliki ketrampilan untuk modal bekerja di Tanah Air,” ungkapnya.

Mengenai pelatihan komputer, menurut dia, positif bagi para peserta karena mereka akan mendapatkan banyak manfaat seperti kemampuan mengetik, mengedit foto/video, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

“Saya merasa bangga dan kagum atas semangat anda semua, mau meluangkan waktu dan pikiran anda untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya di depan 34 peserta pelatihan pengenalan komputer dan internet yang digagas Perum LKBN ANTARA bekerja sama dengan warga Indonesia yang berada di negara jiran ini.

KBRI mendukung penuh program ini. Para peserta akan diberikan sertifikat yang bisa menjadi bukti bahwa mereka kompeten dalam urusan komputer, walaupun hanya di tingkat dasar.

“Saya harap dengan sertifikat itu mereka bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya kenaikan gaji,” ucap Agus.

Pelatihan ini diadakan selama tiga bulan dengan total 12 kali pertemuan. Mereka akan mempelajari dasar-dasar komputer seperti Microsoft Office dan terutama penggunaan internet.

Para pelatih adalah mahasiswa, ekspatriat, pengusaha, dan warga Indonesia yang menetap di negara ini. Mereka antusias untuk membagi ilmunya.

“Kepada para pengajar, saya sampaikan terima kasih karena telah bersedia untuk meluangkan waktu berbagi ilmu dengan saudara se-Tanah Air di Malaysia ini,” katanya. (bbg.041)
 

Kata Mutiara Bahasa Inggris Dari Tokoh Duina

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Kata Mutiara Bahasa Inggris Dari  Tokoh Duina. Berikut adalah Kata Kata Mutiara Bahasa Inggris dari beberapa tokoh terkenal duina.
Don’t go around saying the world owes you a living. The world owes you nothing. It was here first. Kata Kata Mutiara Mark Twain

Wisdom begins in wonder. Kata Kata Mutiara Socrates

Without a struggle, there can be no progress. Kata Kata Mutiara Frederick Douglass

He who has a why to live can bear almost any how. Kata Kata Mutiara Friedrich Nietzsche

Life must be lived as play. Kata Kata Mutiara Plato

Cherish your visions and your dreams, as they are the children of your soul, the blueprints of your ultimate achievements. Kata Kata Mutiara Napoleon Hill

Not life, but good life, is to be chiefly valued. Kata Kata Mutiara Socrates

Courage is not the absence of fear, but rather the judgement that something else is more important than fear. Kata Kata Mutiara Ambrose Redmoon

What we play is life. Kata Kata Mutiara Louis Armstrong

Dream lofty dreams, and as you dream, so you shall become. Your vision is the promise of what you shall one day be; your ideal is the prophecy of what you shall at last unveil. Kata Kata Mutiara James Allen

Finish each day and be done with it. You have done what you could; some blunders and absurdities have crept in; forget them as soon as you can. Tomorrow is a new day; you shall begin it serenely and with too high a spirit to be encumbered with your old nonsense. Kata Kata Mutiara Ralph Waldo Emerson

You will never be happy if you continue to search for what happiness consists of. You will never live if you are looking for the meaning of life. Kata Kata Mutiara Albert Camus

People become really quite remarkable when they start thinking that they can do things. When they believe in themselves they have the first secret of success. Kata Kata Mutiara Norman Vincent Peale

You must do the things you think you cannot do. Kata Kata Mutiara Eleanor Roosevelt

This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke! Kata Kata Mutiara Soekarno

As soon as we lose the moral basis, we cease to be religious. There is no such thing as religion over-riding morality. Man, for instance, cannot be untruthful, cruel or incontinent and claim to have God on his side. Kata Kata Mutiara Mahatma Gandhi

I see God in every human being. When I wash the leper’s wounds, I feel I am nursing the Lord himself. Is it not a beautiful experience? Kata Kata Mutiara Mother Teresa

A little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle. Kata Kata Mutiara Khalil Gibran. (bbg.040)

 

 

Dosen Unair luncurkan Buku Hukum berbahasa Inggris

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. Peter Mahmud Marzuki, meluncurkan buku pedoman hukum bisnis dalam bentuk Bahasa Inggris berjudul “An Introduction to Indonesian Law”, Selasa.

“Buku ini diharapkan menjadi referensi para praktisi hukum maupun mahasiswa serta dijadikan acuan bagi praktisi hukum asing untuk mengetahui bagaimana hukum di Indonesia,” katanya ketika ditemui di sela peluncuran buku itu di Surabaya, Selasa.

Peter yang juga guru besar tersebut mengaku, menulis buku itu untuk menyumbangkan pikiran terhadap dunia hukum di Indonesia, terutama memahami hukum bisnis.

“Selama ini hanya sedikit praktisi hukum yang memahami hukum bisnis, terutama menyangkut dengan orang asing. Selain itu masih sedikit pengacara yang bisa membuat kontrak dengan asing,” katanya.

Buku tersebut juga mengupas persoalan sengketa hukum bisnis, salah satunya sengketa hukum antara Prita Mulyasari dengan RS Omni International.

“Artinya, buku ini mengupas kasus-kasus terbaru yang tidak ada di buku sebelumnya,” katanya.

Peter yang kelahiran Surabaya itu bertekad menulis buku usai berjalan-jalan ke Melbourne, Australia, pada 1995. Ia membaca buku hukum di Asia dan menemukan satu buku karangan Gautama Sudargo, seorang guru besar berasal dari Universitas Indonesia. Namun buku itu sangat lama atau sejak sekitar 1970 dan ditulis sebelum ada Amendemen UUD 1945.

Vice President Zaidun and Partner`s yang sekaligus penerbit buku, Ansharul, mengatakan, pada terbitan perdana buku itu pihaknya mencetak 1.000 eksemplar.

Jumlah tersebut rencananya akan dikirimkan ke berbagai kampus dan beberapa buku ke “Washington Library”.

“Harapannya sama seperti yang dicita-citakan penulis, yakni buku ini dapat dijadikan acuan orang luar negeri untuk mempelajari hukum Indonesia,” katanya.

Buku setebal 292 halaman yang terbagi menjadi lima bab itu merupakan buku ketiga yang ditulis Peter. Akademisi yang juga dosen hukum di Universitas Jember itu sebelumnya menulis dua buku hukum yang menjadi panduan mata kuliah hukum di beberapa universitas. (bbg.039)

 

Next Page »