Tips Memilih Guru Privat
March 5, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Tips Memilih Guru Privat bagi Orang Tua. — Cukup banyak para orang tua yang pusing ketika melihat hasil belajar anak yang tak kunjung membaik. Walaupun sudah diikutkan berbagai macam les dan kursus privat, nilai sang anak tetap juga tidak berubah. Apakah penyebab dari semua ini, salah guru privat, anak atau mungkin orang tua?
Menurut penelitian yang kami lakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini:
Pertama, mungkin anda selaku orang tua, kurang memahami kemauan anak dengan selalu memaksakan kehendak anda kepadanya.
Kedua, mungkin ada masalah belajar yang dialami oleh anak anda, cobalah konsultasikan dengan guru privat, guru kelas atau bimbingan konselingnya,
Ketiga, kemampuan anak yang tidak pada bidang tersebut. Jika nilai matematika anak anda merah, cobalah lihat nilai anak anda pada mata pelajaran lain, pasti anak anda mempunyai nilai menonjol dibandingkan dengan mata pelajaran lain.
Keempat, coba rubahlah gaya belajar, ruangan belajar baik dari segi pencahayaan, warna kamar, letak AC, dan dekorasi rak buku. lakukan perubahan ini bersama anak anda.
Setelah memperhatikan faktor internal, coba perhatikan faktor eksternal, misal bagaimana lingkungan sekolah anak anda, baik teman-temannya maupun cara pengajaran gurunya serta pengajaran guru privatnya. Untuk anda yang hendak memilih guru privat ada beberapa tips yang bisa anda coba:
1. Guru Privat yang Muda, Nah, guru privat seperti ini biasanya memiliki sejuta ide buat membangkitkan semangat belajar anak anda.
2. Yang sesuai dengan kompetensinya, jika guru matematika maka disarankan berasal dari jurusan matematika
3. Lihat cara mengajarnya, biasanya mahasiswa kependidikan mempunyai nilai plus untuk hal ini.
Semoga tips memilih guru privat ini bermanfaat bagi Anda.
Bahasa Indonesia dan Inggris, Sama Pentingnya
Institusi pendidikan yang memakai suatu konsep dwibahasa atau bilingual harus didukung penuh oleh sekolah, guru, serta kurikulum dan metode pengajaran yang tepat. Jika tidak dilakukan, bukan cuma berakibat pada sisi akademis dan keterampilan siswa saja, tetapi longgarnya ikatan terhadap penggunaan bahasa nasional dapat berpengaruh buruk pada nasionalisme mereka juga.
Hal tersebut dikatakan oleh Antarina SF Amir, Ketua High/Scope Indonesia, dalam jumpa pers dan seminar “Dual Language Essentials for Teachers and Administrastors” di Jakarta. Acara sosialisasi konsep dual language tersebut menghadirkan pembicara Dr David Freeman dan Dr Yvone Freeman, “pasutri linguistik” dari Universitas Arizona, Amerika Serikat.
Untuk itulah, tambah Antarina, keinginan orangtua membekali anak-anaknya dengan bahasa Inggris sebaiknya harus dengan berbagai pertimbangan matang. Khususnya, ketika mereka membidik sekolah-sekolah favorit yang menawarkan konsep tersebut. Alasannya, konsep dwibahasa tidak sekadar mengubah bahasa pengantar dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.
Antarina mengatakan, aplikasi konsep tersebut harus didukung penuh oleh sekolah, guru, serta kurikulum dan metode pengajaran yang tepat. “Kalau tidak, akibatnya bisa berpengaruh besar pada sisi akademis dan keterampilan siswa. Selain itu, kian minimnya penggunaan bahasa nasional atau Indonesia juga akan berpengaruh buruk pada nasionalisme siswa terhadap bahasa ibunya sendiri,” tandas Antarina.
“Subtractive” dan “Additive”
Antarina mengatakan, ada beberapa jenis metode pengajaran bahasa Inggris pada siswa yang bahasa pertamanya bukan bahasa Inggris. Namun umumnya, secara garis besar metode tersebut bisa diklasifikasikan dalam dua kelompok besar, yaitu Subtractive Programs dan Additive Programs.
Pada Subtractive Programs, instruksi pengajaran disampaikan dalam bahasa Inggris. Pada program ini, jelaslah bahwa bahasa pertama atau bahasa Indonesia digantikan sepenuhnya oleh bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. “Dengan konsep ini beberapa sekolah mengajarkan bahasa Indonesia hanya di saat pelajaran bahasa Indonesia, karena semua mata pelajaran diberikan dalam bahasa Inggris,” kata Antarina.
Itulah kiranya, Antarina memiliki kekhawatiran besar terhadap para siswa sebagai generasi muda Indonesia. “Karena dalam bahasa Inggris siswa memang akan menjadi pandai, baik dalam bahasa akademis maupun sosial. Sebaliknya, ketika harus berbahasa Indonesia mereka hanya sebatas bahasa sosial saja, karena sering digunakan hanya sebagai bahasa percakapan saja,” ujarnya.
Pendapat tersebut diamini oleh Dr David Freeman. David mengatakan, penelitiannya di beberapa negara mengungkapkan, metode Subtractive berisiko mengurangi keterampilan berbahasa pertama pada siswa.
“Perlahan mereka semakin tenggelam pada bahasa kedua dan sebaliknya semakin jauh dari bahasa ibu, akibatnya mereka tidak punya kebanggaan terhadap bahasa nasionalnya sendiri,” kata David.
Sementara itu, proses pembelajaran pada Additive Programs dilakukan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. “Dengan metode ini sekolah bisa mengembangkan keterampilan berbahasa akademik siswa sekaligus pada kedua bahasa tersebut,” tutur Antarina.
Antarina menambahkan, siswa bukan hanya didorong menguasai bahasa Inggris, tetapi menguatkan kemampuan bahasa Indonesianya sendiri. “Dengan metode ini, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia menjadi sama pentingnya, kualitas siswa menggunakan dua bahasa bisa diandalkan baik pada bahasa akademis maupun sosial,” ujar Antarina.
Berdasarkan itulah, saat ini, kata Antarina, High/Scope memilih mengaplikasikan sistem dual language yang mengacu pada Additive Programs tersebut sebagai proses belajar mengajar siswa. Hal itu sekaligus mendapuk High/Scope sebagai instansi pertama yang mengaplikasikan program ini di Indonesia.
Untuk kebutuhan tersebut, kurikulum didesain sedemikian rupa dalam satu konsep atau ide materi pelajaran yang terintegrasi dari beberapa mata pelajaran sekaligus.
“Satu tema kami sinergikan sekaligus dari semua mata pelajaran mulai dari sains, matematika, sosial, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia, hal ini sekaligus menjadikan siswa bukan hanya baik dalam berbahasa melainkan juga keterampilan lain,” tukas Antarina. (bbg.019)
Cara Mudah Belajar Bahasa Asing
December 8, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Pada kenyataannya system atau cara paling mudah untuk sukses dalam belajar bahasa asing adalah berkutat langsung dalam lingkungan yang memakai bahasa tersebut, dan latihan memakainya di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran bahasa asing seperti ini sangat jelas nampak pada anak-anak. Karena otak mereka seperti spons atau busa yang menyerap bahasa yang sehari-hari yang telah didengar olehnya. Sedangkan otak orang dewasa sudah melewati “golden age” ini, namun bukan tidak berarti tidak bisa dilatih karena jika belajar otak orang dewasa pun akan dengan mudah belajar hal tersebut.
Terinspirasi oleh kata-kata Mediansyah “Percaya Diri Menulis Dalam Bahasa Inggris Walau Dengan Kemampuan Pas-pasan”), saya menjadi tertarik untuk membuat artikel ini. Dan dibawah ini ada beberapa tips belajar bahasa yang saya kumpulkan dari banyak guru bahasa asing yang pernah mengajar saya, baik di sekolah maupun di berbagai tempat kursus bahasa asing yang pernah saya ikuti.
1. Belajarlah dalam suasana yang menyenangkan
Cara tersebut sebenarnya berlaku untuk semua jenis pembelajaran. Otak manusia akan lebih mudah menyerap dan menyimpan memori dalam keadaan senang. Jadi dalam suasana menyenangkan pembelajaran yang diberikan lebih mudah terpatri di kepala. Khusus untuk mempelajari bahasa, suasana menyenangkan ini bisa diperoleh melalui visual, auditori, maupun kinestetik. Sesame Street yang diadopsi Indonesia menjadi Jalan Sesama adalah salah satu contoh penggabungan ketiga unsur tersebut, sambil melihat dan mendengar, anak-anak diajak bergerak dan berpikir juga. Bagi anak-anak tontonan seperti ini cukup banyak dan variatif, contoh lainnya adalah film Blue’s Clue dan Dora the Explorer.
Bagaimana dengan orang dewasa? Menonton film, atau mencoba ikut menyenandungkan lagu favorit merupakan salah satu dari metoda pembelajaran dalam suasana yang relaks sehingga otak lebih mudah mencernanya.
Semakin tinggi tingkat kemampuan bahasa usahakan semakin besar penyerapan yang diperoleh. Bila awalnya menonton VCD dengan terjemahan, maka coba semakin ditingkatkan dengan menonton VCD/DVD yang mengeluarkan suara dan teks dalam bahasa yang sedang dipelajari. Kalau mula-mula belajar syair lagu dari down load teks dari internet, lama-lama coba dengarkan lagu. Catat kata-kata yang tertangkap oleh telinga, baru dicocokkan dengan teks yang dimiliki.
2. Belajarlah dengan panduan yang benar
Belajar dengan panduan yang benar, berarti mendapatkan sumber pembelajaran yang benar. Bila menonton VCD atau DVD maka terjemahan yang tampak bukan terjemahan asal-asalan yang malah menyesatkan.
Satu hal yang paling penting dalam belajar bahasa adalah keberadaan Kamus. Mempunyai kamus yang baik adalah salah satu syarat utama. Seringkali orang yang baru belajar malas menggunakan kamus cetak biasa karena terlalu tebal, sehingga mereka memilih kamus elektronik yang kurang komprehensif. Hal ini membuat pembelajaran kosa kata kurang terjadi, dan tidak jarang pilihan kata yang diberikan malah salah. Kehadiran kamus daring di internet cukup berguna, karena biasanya mereka bisa memunculkan lebih banyak padanan kata yang dibutuhkan.
Tebalnya ukuran cetakan kamus yang baik biasanya juga membuat orang malas membawanya kemana-mana, karena itu bisa juga memilih kamus saku (pocket dictionary) terbitan penerbit yang terpercaya.
Ada baiknya juga membuat kamus pribadi, artinya setiap menemukan kata baru catat dalam catatan pribadi anda, serupa dengan kamus pribadi. Hal ini akan mempermudah mempelajarinya karena catatan pribadi pasti lebih sesuai dengan karakter pembelajaran diri anda.
3. Belajarlah dengan berpikir dalam bahasa tersebut
Nasehat yang ini terutama untuk tingkat pembelajaran yang sudah cukup tinggi, intermediate to advance, dengan anggapan kumpulan kosa kata mereka sudah cukup banyak.
Tahapan ini memang yang tersulit bagi mereka yang memulai pembelajarannya di usia yang tidak terlalu muda lagi. Tetapi berhasil melalui tahap ini juga berarti membuat jalan pintas di otak dalam berbicara secara aktif. Saya merasakannya ketika belajar bahasa Perancis. Karena kamus bahasa Perancis yang ada pada tahun 80an masih sangat terbatas maka awalnya saya menggunakan kamus Perancis-Inggris (di luar kamus Perancis-Indonesia yang saat itu masih sangat tipis). Kebetulan bahasa asing pertama yang saya pelajari sejak SMP memang bahasa Inggris. Hal ini mengakibatkan saya seringkali harus berpikir lama sebelum mampu mencari satu kata. Otak saya mencari padanan kata Inggris dari bahasa Indonesia, lalu dari Inggris mencarinya lagi ke dalam bahasa Perancis. Lumayan panjang dan melelahkan kan?!
Seorang pengajar dari CCF (Pusat Kebudayaan Perancis) yang native speaker mengajarkan untuk menggunakan kamus Perancis-Perancis, sama seperti saya menggunakan juga kamus Inggris-Inggris dalam memperbanyak kosa kata bahasa Inggris. Membaca kamus satu bahasa seperti ini memang lebih melelahkan karena terkadang kata yang digunakan dalam penjelasan juga tidak kita kenali. Tetapi terbiasa membaca keterangan dalam bahasa yang sama membuat kita lebih cepat terbiasa berpikir dalam satu bahasa. Yang masih agak sulit bagi saya adalah untuk bertukar bahasa bila berada dalam lingkungan yang benar-benar multibahasa. Sementara teman-teman saya bisa bertukar bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, atau Jerman dengan mudah, maka saya masih bingung bila sedang berbahasa Inggris dan tiba-tiba harus bercakap dengan orang lain dalam bahasa Perancis.
4. Belajarlah dengan banyak berlatih menggunakannya
Kunci dari kekurang suksesan saya berganti bahasa dalam percakapan aktif seperti di atas adalah karena kurang berlatih. Sama seperti semua pembelajaran lainnya, latihan merupakan kunci utama kelancaran berbahasa secara aktif.
Ketika pernah memperoleh kesempatan berada di Perancis, dan hanya bertemu dengan orang-orang berbahasa Perancis maka sekembalinya saya ke Indonesia kemajuan bahasa Perancis saya meningkat sangat pesat. Tapi setelah sebulan berada di tanah air, sedikit demi sedikit kemampuan itu terkikis lagi.
Kemudian, ketika saya masih aktif bergaul dengan komunitas berbahasa Perancis, maka saya masih cukup PD untuk mengantar mereka berkeliling dengan berbahasa Perancis. Sekarang setelah sekian lama tidak terpapar bacaan, tontonan, maupun kesempatan berbahasa Perancis secara aktif, maka saya kembali menjadi pengguna bahasa ini secara pasif. Jadi selain belajar, berlatih menggunakannya secara terus menerus akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa itu sendiri. (bbg.013)
Manfaat Bimbel Dengan Cara Les Privat
December 5, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Didalam sekolah biasanya ada beberapa penyebab yang mempengaruhi anak berfikir dalam memahami pelajaran, diantaranya adalah cara mengajar gurunya di sekolah yang kurang dipahami atau tak disenangi oleh sang anak. Atau, tempat belajarnya yang kurang mendukung, misalnya ruang kelas terlalu ramai dan berisik sehingga sangat menganggu konsentrasi belajarnya.
Maka, selain belajar di sekolah, anak perlu mengulang pelajarannya di rumah atau di luar sekolah. Tapi sayangnya, banyak orang tua yang kesulitan mendampingi disaat anaknya belajar di rumah karena kesibukannya, atau pelajaran sang anak sendiri belum tentu dipahami orang tuanya. Read more
Tips Agar Anak Cinta dan Mau Belajar Musik
April 7, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Untuk mengajarkan anak cinta musik, Anda tak perlu harus jadi maestro untuk hal itu. Cukup ciptakan lingkungan yang mencintai musik. Caranya?
* Bernyanyilah bersama si kecil
Setiap kali mendengar nyanyian di radio, tape, atau teve, ikutlah bersenandung. Tak usah khawatir jika suara Anda sumbang, serak, atau tak hapal syairnya. Yang paling penting, buat interaksi musik ke diri anak dan tunjukkan bahwa Anda mencintai musik. Dengan ikut bersenandung atau bersiul, itu sudah merupakan musik merdu di telinga si kecil.
* Hidup bersama musik
Nyalakan radio, tape, atau CD. Biasakan mereka mendengar musik, menari dengan musik, dan ciptakan segala aktivitas dengan musik. Jadikan musik sebagai bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak Anda.
* Mainkan segala jenis musik
Anak-anak dapat menerima segala macam jenis musik. Dengan mendengarkan berbagai macam penyanyi dan ragam lagu, berarti Anda sudah melakukan stimulasi untuk menciptakan lingkungan yang musikal. Selain itu, anak juga akan mengetahui kekayaan khasanah musik.
* Ikut Bernyanyi
Bernyanyilah atau siulkan nada-nada awal dari sebuah nyanyian yang dikenal si kecil. Ajak anak untuk melanjutkan atau menyelesaikan kalimat dari lagu tersebut.
* Menonton pertunjukan
Ajak anak menonton pertunjukan atau konser untuk anak-anak seperti operet, balet, atau drama musikal.
* Sediakan bacaan tentang musik
Bacakanlah cerita tentang riwayat hidup musisi terkenal. Selain isi cerita yang menarik, juga bisa menggugah semangat anak untuk makin mencitai musik.
* Ikutkan Les privat musik atau di sebuah sekolah musik
Daftarkanlah anak pada kursus musik atau olah vokal. Di situ, anak akan dilatih bernyanyi, menari, sambil sekaligus belajar mengenal alat-alat musik yang sederhana. Jika anda ingin Anak lebih terpantau perkembangannya dapat dengan memilih les privat musik, guru datang ke rumah Anda
* Menari diiringi musik
Hampir tak ada anak yang tak suka menari. Biasanya mereka menyanyi sambil menari, bahkan berteriak sambil menggerak-gerakkan badannya.
* Unjuk Kebolehan
Jika anak Anda belajar main piano atau alat musik lainnya, mengapa tidak diminta tampil untuk menunjukkan kebolehannya?
Mintalah ia mendemonstrasikan kebolehannya di hadapan nenek-kakeknya dan keluarga besarnya. Buatlah rekaman video dari pertunjukan ini dan berikan sebagai hadiah spesial kepada kakek dan neneknya.
Dengan cara seperti itu, si anak akan merasa bangga dan terpacu untuk lebih mencintai musik.
sumber: novaonline
Mengajari Balita Bahasa Inggris
April 1, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
| .
Mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia pun masih belum lancar. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui jika Anda berniat mengikutkan anak ke kursus bahasa Ingris. 1. Anda bisa memilih, ikut kursus atau memanggil guru privat ke rumah. Jika ikut kursus, anak dapat bersosialisasi dengan teman sebaya, dan ini akan menimbulkan semangat belajar. Selain itu, fasilitas belajar yang lengkap juga akan membantu memacu kreativitas mereka. Sementara jika Anda memilih kursus privat, perkembangan kemampuan belajar anak dapat dipantau secara baik, sehingga kurikulum yang diberikan bisa disesuaikan dengan kemampuan anak, tak perlu mengikuti kurikulum baku. 2. Pilih tempat kursus yang mempunyai sistem pengajaran yang baik. Kalau perlu survei lebih dulu. Anda bisa bertanya ke pengelola atau orang tua lain yang sudah ikut kursus. Selain itu, fasilitas belajar apa saja yang disediakan, seperti buku-buku, komputer, dan alat permainan dan peraga. 3. Jumlah anak yang terlalu banyak dalam satu kelas juga menyebabkan acara belajar dan mengajar tidak akan berlangsung secara efektif. 4. Kegiatan berlajar tak hanya di tempat kursus. Di rumah pun, Anda harus rajin mengulang-ulang kata-kata yang telah dipelajari, agar anak terbiasa dengan kata-kata tersebut. Pengulangan juga melatih lafal bahasa Inggris yang benar dengan cara memperbaiki pengucapan anak yang salah. 5. Ingat benar bahwa pengajaran untuk anak usia balita adalah dengan cara bermain. Misalnya, dengan menggambar, bernyanyi, atau bercerita. Kosa kata yang dipelajari pun sebaiknya kata yang sehari-hari digunakan seperti angka, anggota tubuh, ucapan salam, ucapan permintaan dan sebagainya. Sumber: Novaonline |
Privat SD, SMP, SMU Pelajaran Sekolah
March 4, 2009 by admin
Filed under Jenis Privat
Comments Off
Salam Hangat dari The Private (www.kursus-privat.com). Satu-satunya lembaga kursus privat professional, paling lengkap dan berpengalaman.
The Private memberikan jasa Guru Privat ke rumah untuk berbagai pelajaran Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru kami akan datang ketempat Anda dan memberikan pelajaran kepada Anak Anda sesuai dengan jadwal yang dapat ditentukan.
Adapun mata pelajaran yang diberikan antara lain:
- SD : Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia
- SMP : Matematika, Fisika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia
- SMA : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, Ekonomi, Akuntansi
Waktu Belajar untuk satu kali pertemuan adalah 90 menit. Waktu belajar privat dapat disesuaikan dengan waktu yang Anda inginkan. Kami akan memilihkan pengajar yang berkualitas dan berdomisili dekat dengan lokasi rumah Anda.
Pengajar kami akan mendatangi rumah Anda dan memberikan pelajaran kepada Anda/Anak Anda. Jika Anda tidak cocok dengan pengajar yang kami berikan, dalam waktu tiga kali pertemuan, silahkan sampaikan kepada kami. Maka kami akan mengganti pengajar tersebut dengan yang lain. Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. The Private – Smart & Fun Learning.
Privat Komputer dan Internet
March 4, 2009 by admin
Filed under Jenis Privat
Penguasaan Komputer dan Internet sudah merupakan suatu kewajiban di era global ini. Baik karyawan, pengusaha, mahasiswa, pelajar sudah dipastikan selalu akan berhubungan dengan komputer dan internet. Ketidakmampuan menguasainya akan membuat hilangnya kesempatan emas ditangan.
Dewasa ini anak-anak juga telah dikenalkan dengan keberadaan internet dan komputer sejak di sekolah dasar. Walaupun begitu, saat ini cukup banyak anak-anak atau orang dewasa yang masih awam dengan software dasar Komputer dan Istilah Internet seperti Ms Office, Windows, Internet explorer, Email, Blog, wordpress dan sebagainya.
The Private memiliki solusi lengkap untuk pembelajaran privat komputer dan internet. Guru berpengalaman kami akan memberikan anda pelajaran dengan berbagai pilihan sebagai berikut:
- Dasar-dasar komputer dan internet
- Microsoft Office; Word, Excel & Powerpoint.
- Blogging & WordPress
- Photoshop & Coreldraw
- Linux
- 3D Design
- Web Design, Php, Mysql, HTML
Dengan pengajaran metode privat kami dapat menyesuaikan dengan kemampuan Anda saat dimulai pembelajaran. Memastikan peningkatan keahlian Anda seiring berjalannya program privat ini.
Waktu Belajar untuk satu kali pertemuan adalah 90 menit. Waktu belajar privat dapat disesuaikan dengan waktu yang Anda inginkan. Kami akan memilihkan pengajar yang berkualitas dan berdomisili dekat dengan lokasi rumah Anda. Pengajar kami akan mendatangi rumah Anda dan memberikan pelajaran kepada Anda/Anak Anda. Jika Anda tidak cocok dengan pengajar yang kami berikan, dalam waktu tiga kali pertemuan, silahkan sampaikan kepada kami. Maka kami akan mengganti pengajar tersebut dengan yang lain. Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. The Private – Smart & Fun Learning.


Banyak orang tua yang mengirimkan anaknya ikut kursus bahasa Inggris. Alasannya, agar tidak tertinggal dan dapat mengikuti perubahan yang begitu cepat. Padahal usia buah hati masih balita. 
Sebuah terobosan baru dari 