Belajar Komputer Dari 0 Sampai Menjadi Kompasianer
Waktu itu pertengahan September 2007. Suhu udara sangatlah menggerahkan. Maklumlah Kota Kupang sebagai ibu kota Nusa Tenggara Timur identik dengan kegersangan dan suhu udara yang memanggang kulit. Saya bersama 50-an mahasiswa semester III, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Nusa Cendana Kupang, sudah duduk di depan komputer. Ibu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) mulai menghidupkan LCD Projector lalu berkotek-kotek tentang seluk-beluk pengoperasian komputer bagi pemula.
Tak satu juga penjelasan dosen yang saya mengerti, apalagi digunakan istilah komputer yang baru saya dengar seperti mouse, keyoard, start, microsoft office, backspare, enter, save, dan sebagainya. Jantung hanya berdetak keras dan darah sepertinya membanjir dalam nadi di siang bolong. Ruang kuliah komputer (Pusat Komputer, Universitas Nusa Cendana, Kupang) yang sudah tertutup, tidak ber-AC dan berdebu melengkapi penderitaan saya tentang kegagapan teknologi.
Layar monitor komputer yang di hadapan beberapa teman kemudian menyala, berwarna hitam bertuliskan windows lalu berwarna biru sampai menampilkan gambar (desktop backgroud) dengan beberapa gambar kecil di dalamnya (shortcurt). Entah tombol apa yang ditekan lagi, teman-teman saya itu lalu mulai mengetik tulisan di layar monitor komputer.
Saya makin bingung dan berkeringat dingin. Saya bertanya kepada teman di belakang dan samping kiri tentang cara mengoperasikan komputer namun mereka rupanya juga senasib dengan saya. Ketika berpaling ke teman di samping kanan, dia sepertinya baru mau menyalakan komputer. Rupanya dia cukup menguasai pengoperasian komputer. Walau demikian, saya tidak bertanya kepadanya namun hanya melihat dan mengikuti cara dia menekan tombol-tombol di komputer. Syukurlah, walau dengan jari yang kaku dan gemetaran, akhirnya saya berhasil membuka microsoft office word dan mulai mengetik. Kesulitannya adalah saya memerlukan beberapa detik untuk mencari dan menekan satu huruf saja dikeyboard.
Setelah beberapa menit, saya berhasil mengetik dua baris puisi. Di tengah semangat yang bergelora untuk belajar menggunakan komputer, listrik padam mendadak. Kuliah Aplikom akan dilanjutkan pada minggu berikutnya. “Huh!” Saya kesal namun senangnya luar biasa karena untuk pertama kalinya dalam hidup, pada waktu itu saya berhasil memegang komputer secara langsung hingga mengetik dua baris puisi.
Sewaktu duduk di bangku kelas III SMA pada 2006, memang ada mata pelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) namun mata pelajaran baru itu hanya untuk murid kelas I dan III. Akibatnya saya dan teman-teman seangkatan tidak bisa belajar tentang komputer. Saya juga tidak bisa belajar secara otodidak karena di ibu kota kecamatan, tempat tinggal saya waktu itu, komputer hanya bisa dilihat di instansi-instansi pemerintah. Tempat kursus komputer atau rental komputer juga belum ada.
Setelah tamat SMA, saya melanjutkan pendidikan di Prodi PBSID, Universitas Nusa Cendana, pada 2006. Dengan kegagapan teknologi, saya datang dari Niki niki, sebuah ibu kota kecamatan yang berjarak 149 Km dari Kota Kupang. Waktu itu, telepon genggam saja tidak bisa dioperasikan apalagi komputer. Setiap tugas dari dosen yang harus diketik dengan komputer, saya serahkan kepada petugas rental komputer yang menjamur di Kota Kupang. Walau sudah membayar jasa pengetikan dan print out,hasilnya kerap menjengkelkan karena tulisan tangan saya diketik tanpa memperhatikan tanda baca dan sering kurang huruf. Mungkin karena petugas di rental itu mengetiknya dengan terburu-buru lalu tida mengieditnya.
Less Komputer Untuk Mengasah Kemampuan
Apakah Anda ingin meningkatkan dan mengembangkan kualitas keahlian dan pengetahuan di bidang teknologi informasi? Mungkin Anda tertarik untuk meningkatkan karir pekerjaan Anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi? Atau malah Anda ingin sekalian aja mau go international dengan bekerja di luar negeri?
Tak salah lagi Anda pasti perlu lebih belajar dengan giat lagi serta memperdalam keahlian dan meluaskan serta mengembangkan pengetahuan dengan mengikuti less komputer. Ada banyak sekali training provider di Indonesia saat ini, khususnya di daerah khusus ibu kota Jakarta ini. Namun untuk menemukan training center yang tepat dan baik buat mengembangkan dan memperluas keahlian perlu kecermatan dan ketelitian, apalagi biaya training sekarang ini harganya cukup mahal.
Salah satu cara menilai lembaga training IT yang berkualitas adalah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Read more
Berinvestasi dengan Belajar Bahasa Asing
Mencari pekerjaan memang bukan suatu perkara yang mudah. Ribuan bahkan jutaan mahasiswa yang baru lulus kuliahnya berlomba-lomba mencari pekerjaan untuknya sendiri. Tak jarang juga mereka punya ijazah dari luar negeri yang selalu dievaluasi lebih baik oleh para pencari kerja. supaya anda jangan dikalahkan oleh mereka maka anda yang punya pendidikan tinggi, tingkatkan potensi diri Anda dengan memperkaya diri lewat belajar bahasa asing, tentunya selain bahasa Inggris yang sudah menjadi bahasa kedua di dunia kerja.
Berikut ini merupakan tempat-tempat yang nantinya akan membuka lapangan kerja untuk anda yang punya keahlian dalam berbahasa asing :
Industri Kesehatan
Industri kesehatan di berbagai negara di dunia kini semakin berkembang. misalnya Singapura, yang menjadikan lokasi tujuan untuk kesehatan. Sekarang ini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pun menjelaskan rencananya menjadi rumah sakit terlengkap di Asia dan dunia. dengan perkembangan ini, rumah sakit nantinya tidak memerlukan orang-orang yang mampu berbahasa asing supaya dapat berkomunikasi dengan pasien-pasien dari negara asing. Anda tidak akan pernah tahu, siapa yang akan datang melalui pintu rumah sakit bertaraf internasional itu. Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Suster terdaftar, paramedis, asisten dokter, administrasi kesehatan.
Industri Hospitality
Spa, resort, dan hotel menolong para tamunya untuk menikmati waktu berlibur dan membuat mereka bagaikan raja dan ratu. semakin berkembangnya turisme Bali dengan dinobatkannya Bali sebagai destinasi spa terbaik di dunia ini, membuat makin banyak orang dengan kemampuan berbahasa asing dibutuhkan. pastinya untuk bisa berkomunikasi dengan para tamu yang datang dari berbagai penjuru dunia. Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Concierge, manajer resort, manajer hotel, penerima tamu, pramuwisma.
Industri Pendidikan
Salah satu aspek dari berkembangnya globalisasi adalah makin banyaknya orang asing yang menetap di suatu negara. Dengan menetapnya mereka, berikut keluarganya, makin banyak pula anak-anak yang membutuhkan sekolah bertaraf internasional. Di sekolah-sekolah internasional ini, akan dibutuhkan para tenaga yang bisa berbahasa asing untuk menghubungkan sekolah, anak, dan orangtua. Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Tenaga pengajar, konselor, instruktur, administrasi.
Industri Penegak Hukum
Salah satu pekerjaan dari para penegak hukum adalah untuk mewawancarai tersangka atau pun mencari kebenaran. Jika Anda pernah menyaksikan film serial CSI, mungkin Anda sudah bisa membayangkan, betapa kejahatan bisa terjadi kapan saja, di mana saja. Entah itu untuk mencari tahu kebenaran atau untuk mengerti apa yang terjadi dalam sebuah konflik, akan dibutuhkan orang yang bisa berbahasa asing. Ini juga berlaku di dunia perhubungan, misalnya penyelundupan oleh warga negara asing yang butuh pengacara, dan lainnya.
Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Petugas polisi, penyelidik, penerjemah untuk tersangka kriminal dengan kewarganegaraan asing, petugas bea cukai, dan lainnya.
Industri Customer Service
Setiap aspek customer service adalah berhubungan dengan orang lain. Tergantung dari tempat Anda bekerja, Anda mungkin akan bertemu pengunjung atau tamu yang datang dari berbagai latar belakang, dan bisa jadi tidak mampu berbahasa Inggris. Dengan keahlian Anda mampu berbahasa asing, akan meningkatkan kemungkinan Anda diterima di dunia customer service, karena ini berarti Anda mampu menjaring dan melayani banyak pihak.
Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Petugas sales, petugas demo, supervisor toko ritel, spesialis komputer, customer service representative.
Industri Keuangan
Uang tak selalu diam dalam satu benua, jadi di dunia keuangan, entah Anda adalah seorang teller bank, atau CEO sebuah bank peluang berjangka, Anda akan berurusan dengan euro, yen, baht, dan lainnya, termasuk bahasa yang datang bersamanya.
Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Teller, penasihat keuangan, bankir investasi, akuntan.
Industri Komunikasi
Bekerja di bidang media, menulis untuk publikasi, ataupun berbicara di depan orang, membutuhkan keahlian dalam memainkan kata. Semakin banyak yang Anda ketahui dalam berbahasa dan berucap, makin banyak yang bisa Anda kerjakan bersama berbagai pihak. Entah itu memudahkan Anda berbicara dengan reporter dari negara lain, atau mewawancarai orang untuk mencari berita, mampu berbahasa asing dengan lancar membuat pekerjaan Anda lebih mudah dan membuat nilai Anda lebih berharga.
Dan Pekerjaan yang nantinya akan dibutuhkan misalnya Penerjemah, public relations, jurnalis, media relations officer.(bbg.008)
Mengajari Balita Bahasa Inggris
April 1, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
| .
Mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia pun masih belum lancar. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui jika Anda berniat mengikutkan anak ke kursus bahasa Ingris. 1. Anda bisa memilih, ikut kursus atau memanggil guru privat ke rumah. Jika ikut kursus, anak dapat bersosialisasi dengan teman sebaya, dan ini akan menimbulkan semangat belajar. Selain itu, fasilitas belajar yang lengkap juga akan membantu memacu kreativitas mereka. Sementara jika Anda memilih kursus privat, perkembangan kemampuan belajar anak dapat dipantau secara baik, sehingga kurikulum yang diberikan bisa disesuaikan dengan kemampuan anak, tak perlu mengikuti kurikulum baku. 2. Pilih tempat kursus yang mempunyai sistem pengajaran yang baik. Kalau perlu survei lebih dulu. Anda bisa bertanya ke pengelola atau orang tua lain yang sudah ikut kursus. Selain itu, fasilitas belajar apa saja yang disediakan, seperti buku-buku, komputer, dan alat permainan dan peraga. 3. Jumlah anak yang terlalu banyak dalam satu kelas juga menyebabkan acara belajar dan mengajar tidak akan berlangsung secara efektif. 4. Kegiatan berlajar tak hanya di tempat kursus. Di rumah pun, Anda harus rajin mengulang-ulang kata-kata yang telah dipelajari, agar anak terbiasa dengan kata-kata tersebut. Pengulangan juga melatih lafal bahasa Inggris yang benar dengan cara memperbaiki pengucapan anak yang salah. 5. Ingat benar bahwa pengajaran untuk anak usia balita adalah dengan cara bermain. Misalnya, dengan menggambar, bernyanyi, atau bercerita. Kosa kata yang dipelajari pun sebaiknya kata yang sehari-hari digunakan seperti angka, anggota tubuh, ucapan salam, ucapan permintaan dan sebagainya. Sumber: Novaonline |


Banyak orang tua yang mengirimkan anaknya ikut kursus bahasa Inggris. Alasannya, agar tidak tertinggal dan dapat mengikuti perubahan yang begitu cepat. Padahal usia buah hati masih balita. 
Sebuah terobosan baru dari 