Alasan Kursus Privat

March 12, 2009 by  
Filed under Tips Belajar

why1Mengapa memilih kursus privat? — Saat ini dunia pendidikan berkembang dengan pesat.  Standar naik kelas, kelulusan, ujian masuk sekolah, hingga ujian masuk universitas semakin tinggi ditetapkan setiap hari.  Sayangnya, hal ini sangat jarang diimbangi dengan peningkatan pembelajar berkualitas di sekolah maupun intitusi formal yang ada. Maka, tak sedikit siswa yang menempuh pembelajaran setelah lepas sekolah, misal mengikuti kursus, bimbingan belajar maupun les/kursus privat.

Namun kali ini kita akan membahas beberapa keunggulan kursus privat.  Dengan sifatnya yang lebih personal, kursus privat memiliki beberapa keunggulan dibanding alternatif pembelajaran lainnya, sebagai berikut:

  1. Belajar menjadi lebih menyenangkan karena guru memposisikan diri sebagai sahabat.
  2. Siswa menjadi tidak sungkan untuk bertanya semua hal tentang kesulitan belajar yang dialaminya di Sekolah.
  3. Monitoring siswa yang intensif baik dari guru maupun orang tua siswa.
  4. Sistem belajar yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan siswa
  5. Siswa akan lebih termotivasi untuk belajar di Rumah karena ada guru yang selalu siap untuk diajak konsultasi.
  6. Kecepatan pembelajaran, dapat disesuaikan dengan kecepatan pemahaman oleh siswa. Sehingga semua materi dapat dipahami oleh siswa
  7. Memanfaatkan waktu luang di rumah untuk belajar

Semoga bermanfaat. selamat memilih lembaga privat.

Tips Memilih Guru Privat

March 5, 2009 by  
Filed under Tips Belajar

ngajiprivat1Tips Memilih Guru Privat bagi Orang Tua. — Cukup banyak para orang tua yang pusing ketika melihat hasil belajar anak yang tak kunjung membaik. Walaupun sudah diikutkan berbagai macam les dan kursus privat, nilai sang anak tetap  juga tidak berubah. Apakah penyebab dari semua ini, salah guru privat, anak atau mungkin orang tua?

Menurut penelitian yang kami lakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini:

Pertama, mungkin anda selaku orang tua, kurang memahami kemauan anak dengan selalu memaksakan kehendak anda kepadanya.

Kedua, mungkin ada masalah belajar yang dialami oleh anak anda, cobalah konsultasikan dengan guru privat, guru kelas atau bimbingan konselingnya,

Ketiga, kemampuan anak yang tidak pada bidang tersebut. Jika nilai matematika anak anda merah, cobalah lihat nilai anak anda pada mata pelajaran lain, pasti anak anda mempunyai nilai menonjol dibandingkan dengan mata pelajaran lain.

Keempat, coba rubahlah gaya belajar, ruangan belajar baik dari segi pencahayaan, warna kamar, letak AC, dan dekorasi rak buku. lakukan perubahan ini bersama anak anda.

Setelah memperhatikan faktor internal, coba perhatikan faktor eksternal, misal bagaimana lingkungan sekolah anak anda, baik teman-temannya maupun cara pengajaran gurunya serta  pengajaran guru privatnya. Untuk anda yang hendak memilih guru privat ada beberapa tips yang bisa anda coba:

1. Guru Privat yang Muda, Nah, guru privat seperti ini biasanya memiliki sejuta ide buat membangkitkan semangat belajar anak anda.

2. Yang sesuai dengan kompetensinya, jika guru matematika maka disarankan berasal dari jurusan matematika

3. Lihat cara mengajarnya, biasanya mahasiswa kependidikan mempunyai nilai plus untuk hal ini.

Semoga tips memilih guru privat ini bermanfaat bagi Anda.

10 Tips Bermanfaat Saat Ujian

March 4, 2009 by  
Filed under Tips Belajar

quiz_pencilSepuluh Tips Saat Ujian:
Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu Anda dalam mengerjakan ujian:

1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.

Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2. Tenang dan percaya diri.

Ingatkan dirimu bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Bersantailah tapi waspada.

Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)

Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.

Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:

  • soal paling sulit,
  • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
  • memiliki nilai terkecil.

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.

Mula-mulai, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.

Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.

Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.

Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisa hasil ujianmu.

Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking (dari CD MEDIA UM-UGM)

Belajar Komputer Dari 0 Sampai Menjadi Kompasianer

December 19, 2011 by  
Filed under Berita

Waktu itu pertengahan September 2007. Suhu udara sangatlah menggerahkan. Maklumlah Kota Kupang sebagai ibu kota Nusa Tenggara Timur identik dengan kegersangan dan suhu udara yang memanggang kulit. Saya bersama 50-an mahasiswa semester III, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Nusa Cendana Kupang, sudah duduk di depan komputer. Ibu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) mulai menghidupkan LCD Projector lalu berkotek-kotek tentang seluk-beluk pengoperasian komputer bagi pemula.

Tak satu juga penjelasan dosen yang saya mengerti, apalagi digunakan istilah komputer yang baru saya dengar seperti mouse, keyoard, start, microsoft office, backspare, enter, save, dan sebagainya. Jantung hanya berdetak keras dan darah sepertinya membanjir dalam nadi di siang bolong. Ruang kuliah komputer (Pusat Komputer, Universitas Nusa Cendana, Kupang) yang sudah tertutup, tidak ber-AC dan berdebu melengkapi penderitaan saya tentang kegagapan teknologi.

Layar monitor komputer yang di hadapan beberapa teman kemudian menyala, berwarna hitam bertuliskan windows lalu berwarna biru sampai menampilkan gambar (desktop backgroud) dengan beberapa gambar kecil di dalamnya (shortcurt). Entah tombol apa yang ditekan lagi, teman-teman saya itu lalu mulai mengetik tulisan di layar monitor komputer.

Saya makin bingung dan berkeringat dingin. Saya bertanya kepada teman di belakang dan samping kiri tentang cara mengoperasikan komputer namun mereka rupanya juga senasib dengan saya. Ketika berpaling ke teman di samping kanan, dia sepertinya baru mau menyalakan komputer. Rupanya dia cukup menguasai pengoperasian komputer. Walau demikian, saya tidak bertanya kepadanya namun hanya melihat dan mengikuti cara dia menekan tombol-tombol di komputer. Syukurlah, walau dengan jari yang kaku dan gemetaran, akhirnya saya berhasil membuka microsoft office word dan mulai mengetik. Kesulitannya adalah saya memerlukan beberapa detik untuk mencari dan menekan satu huruf saja dikeyboard.

Setelah beberapa menit, saya berhasil mengetik dua baris puisi. Di tengah semangat yang bergelora untuk belajar menggunakan komputer, listrik padam mendadak. Kuliah Aplikom akan dilanjutkan pada minggu berikutnya. “Huh!” Saya kesal namun senangnya luar biasa karena untuk pertama kalinya dalam hidup, pada waktu itu saya berhasil memegang komputer secara langsung hingga mengetik dua baris puisi.

Sewaktu duduk di bangku kelas III SMA pada 2006, memang ada mata pelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) namun mata pelajaran baru itu hanya untuk murid kelas I dan III. Akibatnya saya dan teman-teman seangkatan tidak bisa belajar tentang komputer. Saya juga tidak bisa belajar secara otodidak karena di ibu kota kecamatan, tempat tinggal saya waktu itu, komputer hanya bisa dilihat di instansi-instansi pemerintah. Tempat kursus komputer atau rental komputer juga belum ada.

Setelah tamat SMA, saya melanjutkan pendidikan di Prodi PBSID, Universitas Nusa Cendana, pada 2006. Dengan kegagapan teknologi, saya datang dari Niki niki, sebuah ibu kota kecamatan yang berjarak 149 Km dari Kota Kupang. Waktu itu, telepon genggam saja tidak bisa dioperasikan apalagi komputer. Setiap tugas dari dosen yang harus diketik dengan komputer, saya serahkan kepada petugas rental komputer yang menjamur di Kota Kupang. Walau sudah membayar jasa pengetikan dan print out,hasilnya kerap menjengkelkan karena tulisan tangan saya diketik tanpa memperhatikan tanda baca dan sering kurang huruf. Mungkin karena petugas di rental itu mengetiknya dengan terburu-buru lalu tida mengieditnya.

Read more

Pawang Gajah Juga Mesti Berbahasa Inggris

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Pusat Konservasi Gajah (PKG) Provinsi Riau mewajibkan pawang gajah (mahot) belajar Bahasa Inggris untuk mempromosikan pelestarian satwa bongsor itu kepada turis mancanegara.

“Supaya mahot kita bisa lebih komunikatif kepada turis bule yang datang kemari,” kata Kepala PKG Riau, Muslino, di Minas, Jumat.

Ia mengakui kendala bahasa bisa mempengaruhi pelayanan kepada turis yang berkunjung. Menurut dia, PKG berharap para mahot bisa memberikan penjelasan cukup detail mengenai gajah dan habitatnya.

“Misalkan menjelaskan perbedaan yang mudah antara gajah jantan dan betina ke turis asing,” ujarnya.

Dia berharap penguasaan bahasa asing, maka menghindari kesalahpahaman turis asing dalam melihat cara gajah di PKG Riau dipelihara.

“Supaya pesan benar-benar disampaikan dan tak terjadi salah persepsi,” ujarnya.(bbg.044)

Flickr Kini Telah Tersedia Dalam Bahasa Indonesia

December 16, 2011 by  
Filed under Berita

Sebuah web Yahoo telah mengumumkan peluncuran Flickr dalam Bahasa Indonesia yang semakin memudahkan oleh selururh pengguna khususnya di tanah air.

Penambahan layanan Flickr Bahasa Indonesia ini menunjukkan komitmen Yahoo dalam berinvestasi di konten Indonesia. Yahoo Flickr akan menyediakan skala dan teknologi global untuk terus meningkatkan pertumbuhan internet di Indonesia.

“Masyarakat Indonesia telah menunjukkan dukungan serta dorongan yang kuat bagi Flickr. Ada lebih dari 3.800 grup tentang Indonesia di Flickr dan banyak gambar di dalam grup-grup tersebut merupakan geo-tagged sehingga orang-orang dapat melihat di Indonesia bagian mana foto-foto tersebut dapat diambil,” ujar David Fusco, Flickr International Program Manager, pada acara peluncurannya di Pacific Place, Jakarta.

“Saya yakin, Flickr Bahasa Indonesia ini akan memberikan masyarakat Indonesia akses yang lebih besar lagi untuk bergabung dengan berbagai komunitas sehingga mereka dapat menikmati saat mengunggah dan berbagi foto serta video bersama keluarga dan teman,” tambah David.

Flickr dalam Bahasa Indonesia memiliki fitur yang sama dengan Flickr dalam bahasa-bahasa yang lain, di antaranya adalah tetap tersambung dan mudah berbagi, menghubungkan orang dan komunitas, sunting (edit) dan langsung menyelesaikannya di situs, kuasa penuh dalam mengontrol privasi, dan pengalaman mobile.

Flickr merupakan salah satu komunitas atau sebuah grup untuk berbagi foto online terbesar di dunia yang memungkinkan jutaan orang berbagi foto dan klip video personal mereka. Antusiasme masyarakat Indonesia yang mendukung pada fotografi menggunakan telepon seller membuka kesempatan emas untuk berbagi cerita tentang kehidupan seseorang secara instan melalui kacamata masyarakat Indonesia kepada teman, keluarga dan komunitas di seluruh lapisan muka dunia.

Flickr beroperasi dalam beberapa bahasa, termasuk di antaranya bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Korea, China, Vitenam dan Indonesia. (ivn50)

 

Bahasa Asing Ancam Bahasa Indonesia dan Lokal

December 15, 2011 by  
Filed under Berita

Peran bahasa asing saat ini makin mengancam kelestarian Bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Adanya UU Bahasa tidak berfungsi karena tidak mengandung sanksi.

 

“Ada UU-nya tapi sulit ditegakan karena tidak ada sangsi untuk menindak pelanggaran,” kata Kepala Balai Bahasa Bandung M Abdul Khak, usai pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2011 di Bandung.

 

UU tentang bendera, lambang negara, lagu kebangsaan dan bahasa. Namun, di antara hal yang diatur itu hanya bahasa yang tidak ada sanksinya.

Read more

80% Lulusan Prodi Pariwisata USU Tak Kuasai Bahasa Inggris

December 14, 2011 by  
Filed under Berita

Terdapat sekitar 80 persen mahasiswa lulusan program studi (Prodi) pariwisata Universitas Sumatera Utara (USU) tidak  dapat mengusai bahasa Inggris dengan baik. Akibatnya, banyak di antara mereka yang kalah bersaing.

“Ini berdasarkan laporan dari Ketua Program Studi Pariwisata Asmyta Surbakti kepada saya beberapa waktu lalu dan kenyataannya cukup mengejutkan,” kata Dekan Fakultas Sastra USU Syaifuddin Edwin di Medan. Padahal setiap tahun minat masyarakat masuk program studi ini cukup tinggi. USU juga melepas ratusan para alumni perguruan tinggi negeri itu untuk bekerja di berbagai bidang.

Laporan itu cukup mengejutkan pihak fakultas. Karena itu, pihaknya mencoba solusi atau alternatif lain untuk menambah pengetahuan mahasiswanya akan pemahaman bahasa Inggris. “Karena bahasa Inggris adalah hal yang sangat penting untuk menunjang dalam mengahadapi persaingan di dalam bidang industri dan juga merupakan bahasa yang mendunia, bagaimana jadinya mereka menghadapi turis asing yang datang ke Indonesia kalau mereka sendiri tidak mengerti bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya,” ujar Syaifuddin Edwin.

Untuk mengurangi hal tersebut, pihaknya dengan Ketua Jurusan Pariwisata dan Rektorat USU akan menambah bobot mata kuliah bahasa Inggris kepada mahasiswa pariwisata. “Khusus bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya akan kami beri semacam les tambahan bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” papar dia.

Menurut Asmyta Surbakti, Ketua Program Studi Pariwisata, Fakultas Sastra USU, lemahnya penguasaan bahasa asing disebabkan mahasiswa sangat jarang mengikuti diskusi ataupun seminar-seminar yang di adakan dikampus yang dapat menambah wawasan perkembangan dunia. “Sangat minim wawasannya. Mereka lebih banyak terfokus pada rutinitas kuliah semata, bahkan habis kuliah langsung pulang,” ujarnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh pengamat pendidikan Medan Nur Ahmad Fadhil Lubis. Penguasaan bahasa Inggris di kalangan mahasiswa belum dianggap suatu kebutuhan penting yang harus dipenuhi sehingga tidak banyak yang bisa menguasainya saat ini.

“Ini karena bahasa Inggris belum dianggap kebutuhan penting oleh seluruh mahasiswa pada umumnya,” tandas Fadhil. Padahal dengan kemampuan berbahasa Inggris, maka bisa memudahkan mahasiswa berinteraksi dengan dunia luar untuk menyerap pengetahuan dari luar . Khusus untuk bidang pariwisata, peluang itu akan semakin besar karena merupakan sektor yang sangat membutuhkan penguasaan bahasa Inggris. “Harus bisa, bagaimana dia mampu berinteraksi dengan orang lain (wisatawan) jika bahasa Inggrisnya buruk,” bebernya lagi.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Association Of Indonesia Tours and Travel (ASITA) Ben Sukma, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang mutlak dikuasai lulusan pariwisata karena sangat dibutuhkan untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. “Harus, itu merupakan bahasa utama untuk bekerja di perhotelan. Bagaimana dia mau melayani tamu kalau tidak bisa bahasa Inggris. Itu juga tergantung levelnya di mana, kalau waitress (pelayan) mungkin tidak perlu mahir berbahasa inggris, tetapi kalau supervisor harus pandai,” beber dia. (ivn32)

 

Tata Bahasa, Masalah Umum Belajar Bahasa Asing

December 14, 2011 by  
Filed under Berita

Mempelajari bahasa asing, merupakan suatu hal yang menarik serta hal yang wajar jika menemukan banyak kendala. Banyak hal yang mungkin saja bisa menjadi kendala bagi mahasiswa selagi menjalani proses penguasaan bahasa asing.

Masalah umum yang kerap dialami oleh setiap mahasiswa dalam mempelajari bahasa asing biasanya terletak pada kendala tata bahasa atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan grammar.

Definisi tata bahasa yang dikutip dari wikipedia, adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa, yaitu linguistik.

Beberapa mahasiswa sendiri mengaku bahwa merak banyak memnemui kesulitan dalam mempelajari tata bahasa. Seperti yang dialami mahasiswi The London School of Public Relation, Citra Ayu.

“Aku bisa bahasa Inggris, namun belum terlalu fasih.  Jujur saja aku mengalami kesulitan ketika belajar tata bahasa. Karena rumit, dan sering kali terbolak-balik dalam penyusunan kata-kata,” aku Citra melalui Blackberry Messanger (BBM).

Menurut Citra, tata bahasa merupakan bagian krusial dalam penguasaan bahasa asing,

“Karena jika salah meletakkan kata dan salah tulisan, maka artinya akan berbeda sekali. Selanjutnya jika salah sedikit maka akan pengaruhi dalam keseluruhan kalimat, semua jadi salah,” lanjutnya mahasiswi yang sedang menyelesaikan tesis tersebut.

Hal serupa juga dialami oleh mahasiswi tingkat akhir Universitas Pakuan Bogor, Ria Mulyanti. Bedanya, Ria tengah mempelajari bahasa Korea.

“Sebenarnya saya tidak terlalu banyak menemukan kesulitan pada Bahasa Korea. Hanya saja, ketika masuk pada bagian tata bahasa, saya agak kesulitan,” jelas Ria.

Dalam bahasa Korea, lanjut Ria, tergantung kalimat yang digunakan. “Makanya, dalam urusan tata bahasa bisa dipelajari dengan memenggal beberapa kata, frase, dan kalimat,” lanjut mahasiswi berkerudung tersebut.

Memang cukup sulit dalam mempelajari dasar-dasar dalam bahasa asing, namun hal tersebut merupakan hal yang paling penting untuk kita pelajari. Sebab, tata bahasa bisa menunjukkan apa konteks yang ingin dikemukakan dalam satu kalimat.

Apakah kamu juga mengalami kesulitan yang sama ketika mempelajari  bahasa asing?. (ivn35)

Bicara Bahasa Indonesia, Obama Ingin ke Menteng

December 13, 2011 by  
Filed under Berita

Pada hari kedua setelah pelantikannya yang lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) berkulit hitam pertama Barack Obama mendatangi Departemen Luar Negeri AS. Pada kunjungan itu terdapat  suatu peristiwa yang menarik dalam kunjungan perdananya tersebut ke lembaga setingkat cabinet, yaitu Obama berbicara dalam bahasa Indonesia dengan salah seorang karyawan di departemen tersebut.

“Saat berbicara dengan karyawan itu, Presiden Obama, yang didampingi Wakil Presiden Joseph Biden dan Penasehat Keamanan Nasional Jenderal James L Jones, menunjukan keinginannya untuk mengunjungi para tetangga lamanya di Jakarta,” demikian siaran pers Kedubes AS di Jakarta yang diterima saat itu.

Kunjungannya ke Deplu AS lebih menekankan perhatian pemerintahannya pada diplomasi dan juga menandai hari pertama Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri ke-67 di departemen itu. Dalam kunjungannya tersebut, Dia juga mengumumkan utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Afganistan, dan Pakistan, dan memberikan pengarahan di depan para diplomat.

Presiden Obama bersama Menlu Hillary Clinton menunjukan mantan Senator George Mitchell adalah sebagai utusan khusus untuk proses perdamaian di Timur Tengah dan Duta besar Richard Holbrooke sebagai wakil khusus untuk Afganistan dan Pakistan. Ini adalah langkah yang menggarisbawahi komitmen pemerintahan baru untuk memperbarui kepemimpinan AS melalui penyegaran diplomasi.

“Kita dihadapkan oleh tantangan global yang luar biasa, saling terkait, dan rumit,” ujar Obama kepada para karyawan Deplu. “Kemajuan tidak akan datang cepat atau mudah, kita juga tak menjanjikan membenarkan setiap kesalahan di dunia. Tapi kita dapat menjanjikan akan menggunakan semua unsur kekuatan Amerika untuk melindungi rakyat kita dan memajukan kepentingan dan cita-cita kita, mulai dengan diplomasi Amerika yang berprinsip, fokus, dan berkesinambungan.”

Setelah sambutan resminya saat itu, Presiden Obama bercengkerama dan berjabat tangan dengan para diplomat AS. Di tengah-tengah acara tersebut, Charles Silver, mantan Konselor untuk Urusan Publik Kedubes AS di Jakarta, menyapanya dalam bahasa Indonesia, “Selamat siang, Bapak.” Katanya.

Tanpa rasa sungkan Presiden Obama mengucapkan,”Terima kasih. Apa kabar?”

“Baik-baik,” jawab dari Silver dan kemudian memberitahu Presiden itu bahwa ia telah bertugas di Indonesia beberapa kali.

Lalu Presiden Obama bilang, bila Dia datang ke Indonesia lagi, dia mau mendatangi tetangga lamanya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. (bbg.028)

 

Next Page »