Tips Memilih Guru Privat
March 5, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Tips Memilih Guru Privat bagi Orang Tua. — Cukup banyak para orang tua yang pusing ketika melihat hasil belajar anak yang tak kunjung membaik. Walaupun sudah diikutkan berbagai macam les dan kursus privat, nilai sang anak tetap juga tidak berubah. Apakah penyebab dari semua ini, salah guru privat, anak atau mungkin orang tua?
Menurut penelitian yang kami lakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini:
Pertama, mungkin anda selaku orang tua, kurang memahami kemauan anak dengan selalu memaksakan kehendak anda kepadanya.
Kedua, mungkin ada masalah belajar yang dialami oleh anak anda, cobalah konsultasikan dengan guru privat, guru kelas atau bimbingan konselingnya,
Ketiga, kemampuan anak yang tidak pada bidang tersebut. Jika nilai matematika anak anda merah, cobalah lihat nilai anak anda pada mata pelajaran lain, pasti anak anda mempunyai nilai menonjol dibandingkan dengan mata pelajaran lain.
Keempat, coba rubahlah gaya belajar, ruangan belajar baik dari segi pencahayaan, warna kamar, letak AC, dan dekorasi rak buku. lakukan perubahan ini bersama anak anda.
Setelah memperhatikan faktor internal, coba perhatikan faktor eksternal, misal bagaimana lingkungan sekolah anak anda, baik teman-temannya maupun cara pengajaran gurunya serta pengajaran guru privatnya. Untuk anda yang hendak memilih guru privat ada beberapa tips yang bisa anda coba:
1. Guru Privat yang Muda, Nah, guru privat seperti ini biasanya memiliki sejuta ide buat membangkitkan semangat belajar anak anda.
2. Yang sesuai dengan kompetensinya, jika guru matematika maka disarankan berasal dari jurusan matematika
3. Lihat cara mengajarnya, biasanya mahasiswa kependidikan mempunyai nilai plus untuk hal ini.
Semoga tips memilih guru privat ini bermanfaat bagi Anda.
10 Tips Bermanfaat Saat Ujian
March 4, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Sepuluh Tips Saat Ujian:
Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk membantu Anda dalam mengerjakan ujian:
1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2. Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
3. Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
4. Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:
- soal paling sulit,
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
- memiliki nilai terkecil.
6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.
7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.
8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
10. Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.
Sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking (dari CD MEDIA UM-UGM)
Belajar Komputer Dari 0 Sampai Menjadi Kompasianer
Waktu itu pertengahan September 2007. Suhu udara sangatlah menggerahkan. Maklumlah Kota Kupang sebagai ibu kota Nusa Tenggara Timur identik dengan kegersangan dan suhu udara yang memanggang kulit. Saya bersama 50-an mahasiswa semester III, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Nusa Cendana Kupang, sudah duduk di depan komputer. Ibu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) mulai menghidupkan LCD Projector lalu berkotek-kotek tentang seluk-beluk pengoperasian komputer bagi pemula.
Tak satu juga penjelasan dosen yang saya mengerti, apalagi digunakan istilah komputer yang baru saya dengar seperti mouse, keyoard, start, microsoft office, backspare, enter, save, dan sebagainya. Jantung hanya berdetak keras dan darah sepertinya membanjir dalam nadi di siang bolong. Ruang kuliah komputer (Pusat Komputer, Universitas Nusa Cendana, Kupang) yang sudah tertutup, tidak ber-AC dan berdebu melengkapi penderitaan saya tentang kegagapan teknologi.
Layar monitor komputer yang di hadapan beberapa teman kemudian menyala, berwarna hitam bertuliskan windows lalu berwarna biru sampai menampilkan gambar (desktop backgroud) dengan beberapa gambar kecil di dalamnya (shortcurt). Entah tombol apa yang ditekan lagi, teman-teman saya itu lalu mulai mengetik tulisan di layar monitor komputer.
Saya makin bingung dan berkeringat dingin. Saya bertanya kepada teman di belakang dan samping kiri tentang cara mengoperasikan komputer namun mereka rupanya juga senasib dengan saya. Ketika berpaling ke teman di samping kanan, dia sepertinya baru mau menyalakan komputer. Rupanya dia cukup menguasai pengoperasian komputer. Walau demikian, saya tidak bertanya kepadanya namun hanya melihat dan mengikuti cara dia menekan tombol-tombol di komputer. Syukurlah, walau dengan jari yang kaku dan gemetaran, akhirnya saya berhasil membuka microsoft office word dan mulai mengetik. Kesulitannya adalah saya memerlukan beberapa detik untuk mencari dan menekan satu huruf saja dikeyboard.
Setelah beberapa menit, saya berhasil mengetik dua baris puisi. Di tengah semangat yang bergelora untuk belajar menggunakan komputer, listrik padam mendadak. Kuliah Aplikom akan dilanjutkan pada minggu berikutnya. “Huh!” Saya kesal namun senangnya luar biasa karena untuk pertama kalinya dalam hidup, pada waktu itu saya berhasil memegang komputer secara langsung hingga mengetik dua baris puisi.
Sewaktu duduk di bangku kelas III SMA pada 2006, memang ada mata pelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) namun mata pelajaran baru itu hanya untuk murid kelas I dan III. Akibatnya saya dan teman-teman seangkatan tidak bisa belajar tentang komputer. Saya juga tidak bisa belajar secara otodidak karena di ibu kota kecamatan, tempat tinggal saya waktu itu, komputer hanya bisa dilihat di instansi-instansi pemerintah. Tempat kursus komputer atau rental komputer juga belum ada.
Setelah tamat SMA, saya melanjutkan pendidikan di Prodi PBSID, Universitas Nusa Cendana, pada 2006. Dengan kegagapan teknologi, saya datang dari Niki niki, sebuah ibu kota kecamatan yang berjarak 149 Km dari Kota Kupang. Waktu itu, telepon genggam saja tidak bisa dioperasikan apalagi komputer. Setiap tugas dari dosen yang harus diketik dengan komputer, saya serahkan kepada petugas rental komputer yang menjamur di Kota Kupang. Walau sudah membayar jasa pengetikan dan print out,hasilnya kerap menjengkelkan karena tulisan tangan saya diketik tanpa memperhatikan tanda baca dan sering kurang huruf. Mungkin karena petugas di rental itu mengetiknya dengan terburu-buru lalu tida mengieditnya.
Susahnya Mempelajari Bahasa Asing
Masih adakah di antara anda ksekalian yang masih tidak dapat menguasai bahasa asing? Mungkin sekarang ini, saya rasan tidak ada lagi mahasiswa yang tidak dapat bahasa asing.
Bahasa Inggris juga tidak mungkin tidak bisa, karenanya hampir semua jenjang pendidikan mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris. Dan juga ada beberapa sekolah swasta mengajarkan bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa Prancis dan lain-lain.
walaupun diajarkan di berbagai jenjang pendidikan, tetapi banyak juga murid atau mahasiswa dapat menguasai pelajaran tersebut. misalnya saja mahasiswa Universitas Pancasila, Adri Fauzan.
Dia diberi pelajaran Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris waktu ia sekolah dulu, dan sampai masih tetap belajar bahasa Inggris selagi ia kuliah, tapi dia pun mengaku, sama sekali tidak paham dengan kedua bahasa asing tersebut.
“Bahasa Inggris memang sulit, apalagi bahasa Mandarin. Kebetulan saya mengalami kesulitan pada bahasa Mandarin sewaktu sekolah, sebab tidak hanya sulit pengucapan, tetapi juga sulit membaca tulisannya. Bahasa Inggris juga sama,” pengakuan dari mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis tersebut.
Baginya, belajar bahasa bahasa asing, sama saja seperti belajar fisika atau pun kimia, sebab selain memakai pengucapan yang berbeda dengan bahasa sehari-hari, mata kuliah bahasa asing itu pun punya standarnya tertentu.
“Baik bahasa Inggris dan bahasa Mandarin, masing-masing beda tulisan dan berbeda pula cara membacanya. Hal itu membuat saya bingung, makanya saya jarang mendapat nilai bagus pada dua bahasa tersebut,” kata Adri.
Adri pun mengaku, belajar bahasa asing itu cukup menantang, bukan cuma dari bahasa asing itu sendiri, namun, untuk menguasainya dibutuhkan biaya yang cukup besar.
“Contohnya saja les Bahasa Inggris yang saya ikuti di satu Lembaga Bahasa di Depok, bagi saya biaya yang orangtua saya keluarkan untuk les, cukup besar per semesternya,” aku nya.
walau sulit dipelajari dan membutuhkan banyak hapalan, Adri menambahkan, dirinya tetap berusaha belajar agar menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris.
“Terutama Bahasa Inggris yang sangat diperlukan, bukan hanya membantu saya ketika membaca buku berbahasa Inggris saja, tetapi juga untuk perkuliahan lainnya,” ungkap mahasiswa semester empat tersebut. (bbg.025)
Sulitnya Belajar Bahasa Asing
Apakah anda masih belum lancar dengan bahasa asing? Mungkin kalau jaman sekarang, rasanya tidak ada lagi mahasiswa yang tidak bisa bahasa asing bahkan mungkin mahasiswa di berbagai universitas-universitas yang ada di indonesia sudah menguasai bahasa asing.
Apalagi Bahasa Inggris, sebab hampir semua jenjang pendidikan mengajarkan Bahasa Inggris. Bahkan beberapa sekolah swasta mengajarkan bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Arab dan Bahasa Prancis. Read more
Seorang Guru India Mengajar di Inggris Secara Online
Neagara bollywood India, yang pernah dijajah Kerajaan Inggris, kini berganti mereka yang ‘menjajah’ Inggris dengan bantuan teknologi. Pengajar India menjadi guru di Inggris melalui sambungan internet. Salah satu sekolah yang memanfaatkan para pengajar dari negeri Bollywood itu adalah SD Raynham di London.
Saat itu, pukul 15.30 di SD Raynham. Para siswa di sekolah ini berkumpul setelah sekolah untuk les pelajaran matematika. Dengan perbedaan waktu antara lima jam dan jarak ribuan kilometer, setelah menunggu beberapa lama akhirnya pengajar mereka tiba di kelas. Read more
Pusat Kursus Bahasa Inggris Termurah Dan Terbesar di Indonesia
Persisnya tepat berada di lokasi Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saya berani berkata kalau di sini adalah pusat kursus Bahasa Inggris termurah dan terbesar di Indonesia pada saat ini.
Coba bayangkan saja, satu program intensifnya saja setiap hari selama 1 bulan dengan pertemuan selama 1,5 jam dibandrol kurang dari 100 ribu. Kontras dengan EF yang bahkan mencapai 1 juta/bulan untuk pertemuan yang hanya 3 kali seminggu.
Namun, memang tempat belajar mengajarnya tidak terlalu mewah yaitu sangat sederhana. Ada yang di dalam ruangan yang dibentuk dari batako tanpa semen dan cat, lalu duduk di kursi kayu. Ada juga di ruangan bersih tapi duduk lesehan. Bahkan ada yang di luar ruangan dengan memanfaatkan gazebo seadanya. Sederhana, namun saya rasa tidak mengurangi makna belajar sedikitpun.
Kemudian saya katakan terbesar karena ada sekitar 30 lembaga kursus bahasa dengan kelebihannya masing-masing. Ada yang terkenal dengan program speakingnya (Dafodiles dan Webster), ada yang jago di grammer (Smart), ada yang punya program khusus TOEFL (Elfast), ada juga yang mempunyai ujian langsung ngobrol dengan turis asing di Bali (Harfard), dan sebagainya. Pilihan tergantung tujuan kita apa yang kita harus pilih.
Ratusan, mungkin ribuan, orang yang sengaja datang ke tempat kursus Pare hanya untuk kursus. Ada yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Aceh, Lampung, NTB, Bandung, dsb. Bahkan anak Jakarta juga banyak. Ketiga teman sekamar saya kebetulan semuanya dari Jakarta. Beruntung bagi saya, karena jadi tidak terlalu kaget dan risih menghadapi budaya yang baru. Analisis singkat saya, sebagian besar yang kursus di Pare adalah siswa yang baru lulus SMA atau mahasiswa yang juga baru lulus. Dua orang teman sekamar saya sendiri baru lulus UNJ dan Unpad. Satu orang lagi baru lulus SMA.
Mudah untuk menemui Sarjana Sastra Inggris yang kursus di sini. Salah satu teman saya lulusan sastra Inggris dari salah satu kampus swasta terkemuka mengaku pelajaran grammer di sini dalam sekali dan bagus, banyak yang tidak didapatnya sewaktu di kampus. Saya pun mengakui,para pengajarnya di sini sudah sangat expert untuk grammer.
Seperti halnya pusat-pusat pembelajaran di tempat lain, Kampung Bahasa juga menumbuhkan berbagai aktivitas perekonomian di Pare. Banyak tempat-tempat kos yang ditawarkan kepada calon peserta kursus. Ada dua jenis tempat kos, English Area (EA) dan bukan EA. Kalau yang bukan EA, penghuni tempat kos hanya diberi fasilitas tempat tinggal saja. Sedangkan di EA, ada tambahan program yang ditawarkan untuk memperlancar belajar Bahasa Inggris. Ada macam-macam program yang ditawarkan EA. Program dasar adalah wajib berbahasa Ingris di lingkungan kos. Oleh karenanya, kebanyakan penghuni baru langsung mengidap penyakit gagu akut. Kemudian ada beberapa program tambahan lagi, tergantung tempatnya.
Saya hanya bisa mencontohkan satu EA, yaitu Access. Saya tinggal di Access 4 selama 2 minggu. Biayanya 175 ribu/bulan. Dengan uang sebanyak itu, kita sudah diberi fasilitas akomodasi sekaligus 3 program tambahan. Pertama, pk 5.00 – 6.30 adalah latihan membaca expression kemudian menghapalnya. Ada sekitar 10 expression setiap harinya. Ini sangat penting untuk membantu percakapan sehari-hari. Kedua, pada pkl 16.00 – 17.30 ada kelas Pronounciation dengan logat Amrik. Nah disinilah kelebihan Access, pronounce-nya sangat bagus. Lalu, program yang terakhir, pada pkl 18.30 – 20.00, kita diajak berdiskusi, berdebat, presentasi, serta nonton, dsb untuk mempraktekan Bahasa Inggris yang kita pelajari. (ivn10)
Manfaat Bimbel Dengan Cara Les Privat
December 5, 2011 by asep
Filed under Tips Belajar
Didalam sekolah biasanya ada beberapa penyebab yang mempengaruhi anak berfikir dalam memahami pelajaran, diantaranya adalah cara mengajar gurunya di sekolah yang kurang dipahami atau tak disenangi oleh sang anak. Atau, tempat belajarnya yang kurang mendukung, misalnya ruang kelas terlalu ramai dan berisik sehingga sangat menganggu konsentrasi belajarnya.
Maka, selain belajar di sekolah, anak perlu mengulang pelajarannya di rumah atau di luar sekolah. Tapi sayangnya, banyak orang tua yang kesulitan mendampingi disaat anaknya belajar di rumah karena kesibukannya, atau pelajaran sang anak sendiri belum tentu dipahami orang tuanya. Read more
6 Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika.
Belajar matematika tidak sama dengan belajar pelajaran sejarah, metode menghafal tidak cukup karena matemtika bukanlah ilmu hafalan.
Jika anda ingin berhasil mengerjakan soal-soal matematika kuncinya, anda harus banyak berlatih dan memahami rumusnya.
Berikut ini adalah kesalahan yang sering dilakukan para siswa dalam mengerjakan soal matematika:
1. Tidak Belajar dan Terlalu Percaya Diri:
Beberapa siswa sering merasa yakin dan sudah puas dengan latihan-latihan yang dilakukan sebelumnya, sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama sekali. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal yang sering dilakukan para siswa. Meskipun anda cerdas dan pandai, sebaiknya persiapkanlah diri anda sebaik mungkin.
2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan:
Salah jika anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak yang anda bisa temukan saat latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karena tidak akan membuat anda mahir dalam mengerjakan soal-soal matematika. Porsi yang tepat adalah 20% untuk membaca konsep dan 80% untuk latihan. Ingat soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang menggunakan rumus, logika, dan menyimpulkan sesuatu,
3. Terburu-buru:
Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaikan soal matematika dan mendapatkan nilai yang maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?
4. Tidak Teliti:
Sayang benar jika anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi anda merasa kecewa karena setelah anda keluar dari ruang ujian anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada anda.
5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri:
Ketika anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setiap nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.
6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi:
Dalam mengerjakan soal matematika biasanya siswa cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal anda sudah membuat kesalahan. Selain itu anda akan cenderung emosi semisal anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.
Sebaiknya, anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan anda bisa mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?
Saran kami dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya, anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapkan diri dengan Banyak Berlatih
Selamat Belajar Matematika…
Tips Supaya Anak Gemar Belajar Matematika
March 18, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Alangkah bahagianya orang tua bisa melihat anaknya ahli dalam setiap pelajaran. Yang menjadi masalah bagi anak-anak Indonesia biasanya, tidak menyukai pelajaran-pelajaran yang dianggapnya sulit, misalnya matematika.
Biasanya, orang tua akan mengkursuskan anaknya, untuk orang tua yang mampu. Akan tetapi, Anda sendiri sebenarnya bisa memaksimalkan kemampuan matematika anak-anak Anda. Bagaimana caranya? Berikut ini tips bagi Anda yang dirangkai dari berbagai sumber.
1. Pastikan Anak anda mengetahui konsep matematika yang ia pelajari.
Jika anak Anda tidak mengetahui dasar dari matematika, maka anak Anda hanya akan mempeelajari matematika dengan hafalan. Padahal, matematika yang dihafal itu tidaklah ada artinya. Anda dapat memberitahukan dasar-dasar matematika pada mereka, sehingga mereka akan mudah memahami soal-soal yang sulit apabila mereka mengetahui dasarnya.
2. Bantulah mereka dengan menyertakan fakta-fakta.
Penguasaan fakta dasar berarti bahwa anak dapat menjawab pertanyaan kurang dari tiga detik. Rumus praktis dapat Anda anjurkan pada anak Anda agar memperoleh respon yang cepat. Apabila anak Anda belum juga bisa memahami berilah contoh yang nyata. Misalnya, menghitung perkalian dengan memisalkan keramik yang ada pada lantai Anda.
3. Ajarkan pada anak Anda menulis angka-angka dengan teliti.
Duapuluh lima persen kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditemukan oleh pengajar adalah kesalahan yang dikarenakan ketidaktelitian sang anak dalam menulis angka-angka. Perbaiki ketelitian anak Anda dalam menulis dan mengolah angka-angka dengan cara meneliti ulang apa latihan yang dia kerjakan.
4. Sediakan kebutuhan, yang digunakan anak Anda untuk belajar matematika, dengan cepat.
Matematika adalah sebuah subjek yang semuanya dibangun dari apa yang sebelumnya telah dipelajari. Seabagai contoh, kegagalan dalam mengetahui dasar masalah perhitungan persen biasanya disebabkan oleh sang anak tidak menguasai masalah desimal.
5. Tunjukkan bagaimana cara menyelesaikan masalah pekerjaan rumahnya
Mengerjakan tugas matematika mempertajam ilmu yang didapat dari sekolah untuk dipelajari di rumah. Ajarkan pada mereka untuk memulai mengerjakan tugas tersebut, dengan membuka buku atau mengulang pelajaran dan contoh-contoh yang telah diberikan oleh guru mereka lewat pelajaran sebelumnya disekolah. Jika kurang jelas, jelaskan padanya sampai ia bisa mengerti.
6. Dorong mereka untuk mengerjakan soal lain.
Jika guru hanya memberikan soal-soal tertentu saja, berilah pada anak Anda contoh soal yang lain. Ingat, semakin anak Anda banyak berlatih makin semakin cepat mereka membentuk kemampuan dan kepercayaan diri mereka.
7. Jelaskan bagaimana cara menyelesaikan masalah soal cerita.
Matematika mempunyai ekspresi, untuk belajar memecahkan masalah, Anda harus memecahkan masalah. Ajarkan pada anak Anda membaca soal cerita berkali-kali. Juga, suruhlah dia untuk menggambarkannya dalam bentuk soal matematika atau diagram.
8. Bantulah anak Anda mempelajari tata bahasa matematika.
Mereka tidak akan dapat matematika secara nyata, tidak pula mempelajari konsep yang lebih menantang tanpa mengetahui tata bahasanya. Periksalah bahwa anak Anda dapat menemukan dan mengikuti masalah yang baru atau bab baru. Jika tidak, ajarkan padanya untuk menggunakan model atau contoh dan masalah yang sederhana terlebih dahulu.
9. Ajarkan pada mereka untuk mengerjakan metematika ?di luar kepala”
Anak-anak kecil harus banyak menyelesaikan masalah perhitungan dengan menggunakan pensil dan kertas. Ketika membantu anak Anda menyelesaikan sebuah soal, bantulah mereka dengan mendiktekannya tanpa harus menuliskannya, sehingga anak akan berlatih menulis matematika sesuai apa yang dibayangkan.
10. Jadikanlah matematika bagian dalam hidup anak Anda.
Matematika akan lebih berarti ketika anak Anda melihat bagaimana pentingnya matematika dalam kehidupan ini, dan dapat dilihat dimana-mana. Dorong mereka menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, tanyakan pada mereka jarak suatu tumbuhan baru ke suatu titik tertentu.
Sumber : Tempo Online



Sebuah terobosan baru dari 