Tips Belajar Efektif
March 9, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Tips Belajar Efektif ala The Private — Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr/pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, temanatau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman.
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.
Tips Memilih Guru Privat
March 5, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Tips Memilih Guru Privat bagi Orang Tua. — Cukup banyak para orang tua yang pusing ketika melihat hasil belajar anak yang tak kunjung membaik. Walaupun sudah diikutkan berbagai macam les dan kursus privat, nilai sang anak tetap juga tidak berubah. Apakah penyebab dari semua ini, salah guru privat, anak atau mungkin orang tua?
Menurut penelitian yang kami lakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini:
Pertama, mungkin anda selaku orang tua, kurang memahami kemauan anak dengan selalu memaksakan kehendak anda kepadanya.
Kedua, mungkin ada masalah belajar yang dialami oleh anak anda, cobalah konsultasikan dengan guru privat, guru kelas atau bimbingan konselingnya,
Ketiga, kemampuan anak yang tidak pada bidang tersebut. Jika nilai matematika anak anda merah, cobalah lihat nilai anak anda pada mata pelajaran lain, pasti anak anda mempunyai nilai menonjol dibandingkan dengan mata pelajaran lain.
Keempat, coba rubahlah gaya belajar, ruangan belajar baik dari segi pencahayaan, warna kamar, letak AC, dan dekorasi rak buku. lakukan perubahan ini bersama anak anda.
Setelah memperhatikan faktor internal, coba perhatikan faktor eksternal, misal bagaimana lingkungan sekolah anak anda, baik teman-temannya maupun cara pengajaran gurunya serta pengajaran guru privatnya. Untuk anda yang hendak memilih guru privat ada beberapa tips yang bisa anda coba:
1. Guru Privat yang Muda, Nah, guru privat seperti ini biasanya memiliki sejuta ide buat membangkitkan semangat belajar anak anda.
2. Yang sesuai dengan kompetensinya, jika guru matematika maka disarankan berasal dari jurusan matematika
3. Lihat cara mengajarnya, biasanya mahasiswa kependidikan mempunyai nilai plus untuk hal ini.
Semoga tips memilih guru privat ini bermanfaat bagi Anda.
10 Tips Bermanfaat Saat Ujian
March 4, 2009 by admin
Filed under Tips Belajar
Sepuluh Tips Saat Ujian:
Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk membantu Anda dalam mengerjakan ujian:
1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2. Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
3. Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
4. Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:
- soal paling sulit,
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
- memiliki nilai terkecil.
6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.
7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.
8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
10. Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.
Sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking (dari CD MEDIA UM-UGM)
Belajar Komputer Sambil Bermain
Saat ini seorang anak sedang rajin2nya main2 dengan komputer. Biarpun dia baru 3 tahun namun saya mulai ajarkan untuk mengenal penggunaan keyboard dan mouse dari komputer. Selain dia sudah mulai terbiasa menggunakan keyboard dan mouse dia pun kami ajarkan juga dalam mengenal angka maupun huruf. Mainanan PC yang kami berikan bukanlah yang berisi tentang kekerasan ataupun yang menakut2i. Dia menikmati sekali mainan barunya ini.
Disaat yang sama….saya juga mulai mengajarkan cici untuk mulai membantu saya dalam membuat pembukuan di spreadsheet untuk toko kami. Selain belajar untuk membiasakan dia untuk bisa mengetik dan juga mulai tahu penggunaan2 dalam Excell. Dan yang pasti dia juga menjadi tahu dan bisa bijaksana dalam penggunaan uang. Karena dia bisa melihat sendiri berapa banyak yang kita habiskan untuk menjalankan bisnis kami dan berapa banyak pula yang kita hasilkan. Dan yang tidak kalah pentingnya dia pun bisa menghargai arti sebuah pekerjaan.
Untuk pendidikan anak memang tidak ada kata terlalu dini ataupun terlambat, paling tidak ini menurut saya. Ini semua tergantung dari orang tuanya itu sendiri dalam penyampaiannya. Yang pasti orang tualah yang harus tetap belajar untuk bisa mendidik anak2nya menjadi lebih baik dan bijaksana, karena setiap jaman dan generasi pasti berubah.
Nasib Guru Gaptek, Pontang Panting Belajar Komputer
Pelaksanaan PLPG beberapa bulan ke depan membuat para guru menjadi sibuk mempersiapkan diri. Bukan hanya mempersiapkan segi finansial, keterampilan juga ikut diasah. Termasuk keterampilan mengoperasikan komputer.
Beberapa guru di Jember mengeluh tidak mampu menjalankan komputer. Padahal di PLPG, yang merupakan syarat mendapat sertifikat guru profesional, guru diwajibkan membawa laptop untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
“Wah, pegang mouse saja sulit apalagi harus ngetik,” kata Ibu Fatma, seorang guru di salah satu sekolah negeri di Jember.
Bu Fatma lebih jauh mengatakan kalau dirinya berusaha keras mengikuti pelatihan komputer dua bulan belakangan ini. Namun dia mengakui ternyata sulit untuk menyerap keterampilan itu dengan cepat.
“Sudah tahu cara menghidupkan komputer juga mematikan. Tapi ya gitu. Begitu masuk, mau apa nih, gak bisa apa-apa. Bengong aja di depan komputer. Klak klik gak muncul-muncul Microsoft Word-nya,” ujar Bu Fatma sambil terkekeh.
Bu Suci, seorang guru Matematika mengaku belajar komputer dari anaknya. Setiap ada waktu luang tanpa malu-malu dia minta putrinya yang saat ini duduk di bangku SMA untuk mengajari mengoperasikan komputer.
“Ternyata otak tua kalah sama otak muda. Saya malah bolak-balik dimarahi anak saya karena salah pencet.”
“Betul kata pepatah, belajar di hari tua bagai menulis di atas air,” Bu Suci berkata disambut gelak tawa guru yang sedang berkumpul di ruang guru.
Dinas Pendidikan Jember rencananya akan melaksanakan PLPG awal Juli mendatang. Pelatihan Profesi Guru ini bertempat di Universitas Jember selama 90 hari.
Selama pelatihan, guru di dibekali keterampilan dan materi-materi keguruan. Di akhir pelatihan ada post test yang menentukan kelayakan guru mendapat sertifikat pendidik atau tidak.
Belajar Komputer Sendiri
Kasihan juga lihat anak tetangga ngelamar kesana-kesini tidak diterima. Iseng-iseng saya ngobrol dengannya.
“Gimana? dah dapet kerjaan belum?”. “Belum Mas..” dah coba berkali-kali tapi masih belum ada panggilan juga”. “Lho kamu kan lulusan D3? D3 Sistem informatika ya?”. “Iya Mas…”. “Memangnya ngelamar sebagai apa saja?”. “Jadi kurir dan jadi staff administrasi Mas..”. “Lho, kok ga sesuai sama bidang kesarjaanaan kamu sih?, kamu bisa jadi programer atau jadi Ti”.
“Itu dia Mas, saya udah bosen hadapin masalah-masalah komputer, cukup tiga tahun aja deh pusing sama hal-hal begituan (coding program)”.
Sementara itu, di dunia komputer sendiri, tenaga-tenaga TI banyak diisi oleh pekerja yang “tidak” memiliki latar belakang TI. Ada sarjana pertanian, ekonomi, Teknik sipil atau MIPA, termasuk Saya … saya Lulusan dari Teknik Industri, tetapi sekarang lebih fokus untuk menggeluti dunia IT beserta keluarganya .
Jadi apa gunanya Ijazah dong?
Ijazah tetap ada gunanya. Itu sebagai ukuran kemampuan orang yang dinilai dengan Angka. Tapi sayangnya kebenarannya (nilai yang didapat dengan skill sebenarnya) tidak dijamin.
Di dunia komputer sendiri, menempuh jalur otodidak buat saya lebih mengasyikan. Bahkan beberapa pakar internet mengawali belajarnya lewat jalur otodidak.
Kualitas ilmu komputer yang didapat antara belajar lewat jalur otodidak dengan sekolah formal, agak berbeda tipis.
Kekuatan orang belajar komputer secara otodidak adalah, mereka umumnya menguasai hal-hal yang berbau penerapan langsung atau aplikasi, mereka mampu mem-presentasikan kemampuan yang mereka tawarkan kepada pihak lain. Maklum saja, si otodidak sudah terbiasa menjalin komunikasi dengan beberapa orang untuk menggali ilmu dari sumber lain ketika melakukan proses belajar. Jadi kalau bicara langsung ketujuan. Lalu bagaimana dengan jalur sekolah formal?
Sekolah formal juga memiliki kelebihan pada penjelasan yang masuk akal secara teoritis. Jadi jika lawan bicaranya berlatar belakang sama, pembicaraan pun akan cepat nyambung. Sehingga deal-deal bisnis cepat mencapai kata sepakat.
Sekali lagi, Buat saya, jalur otodidak lebih rasional, siapapun bisa mencicipi, karena biayanya super murah. Modalnya:
- Kemauan (tanpa biaya),
- buku bekas atau majalah bekas ( kisaran 10ribu s/d 50 rb),
- ke warnet (5ribu/ 3 jam).
Tapi tiap orang beda-bedalah..kalau Anda punya uang silahkan saja sekolah komputer ke luar negri..Kalau tidak ada dana, belajar cara otodidak lebih masuk akal sepertinya. (bbg.047)
Tiada korelasi bahasa Inggris dengan kecerdasan
Kecerdasan tidak berhubungan dengan penguasaan bahasa Inggris maupun bahasa-bahasa asing lainnya, kata pakar pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Daoed Joesoef, Minggu di Bogor.
“Tidak ada keharusan menguasai ilmu pengetahuan tertentu dengan bahasa Inggris. Kecerdasan tidak ada kaitannya dengan bahasa Inggris,” kata Prof Dr Daoed Joesoef.
Prof Dr Daoed Joesoef dikenal sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada zaman Orde Baru.
Pada Minggu, Prof Daoed didapuk sebagai narasumber “Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan” di Hotel Salak, Bogor.
Dia mengangkat materi dengan judul “Peran Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud dalam rangka Menghadapi Tantangan Abad 21″.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Daoed menyoroti mulai memudarnya budaya bangsa, termasuk kesalahan persepsi tentang penggunaan bahasa Inggris di dunia pendidikan.`
Menurutnya, bahasa Inggris boleh dipelajari sebagai bahasa pergaulan dengan dunia asing, namun bukan faktor terpenting yang bisa mempengaruhi kecerdasan seorang anak didik apalagi kualitas pendidikan dalam arti luas.
“Bahasa Inggris bukan segala-galanya untuk menularkan kecerdasan kepada anak didik. Tidak ada hubungan antara bahasa Inggris dengan kualitas pendidikan,” terang dia.
Prof Daoed Yoeseof lantas memberikan contoh, dua peraih nobel fisika asal Jepang tidak mampu berbicara bahasa Inggris. “Dua peraih nobel fisika dari Jepang tidak bisa bahasa Inggris. Ini menunjukkan, tidak ada kaitan antara bahasa Inggris dengan kecerdasan,” demikian Prof Dr Daoed Joesoef. (bbg.046))
Marzuki usulkan bahasa Indonesia jadi bahasa resmi AIPA
Ketua DPR RI Marzuki Alie mengusulkan agar bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA).
Demikian disampaikan oleh Marzuki melalui rilisnya kepada ANTARA News di Jakarta saat menyampaikan pidato pada acara Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA)ke-32 yang dilaksanakan di Phnom Penh, Kamboja.
“Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling banyak digunakan keenam di dunia setelah Mandarin, Inggris, Hindi, Spanyol dan Arab. Untuk itu sekiranya dapat dipertimbangkan agar Bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu bahasa kerja dalam AIPA,” ujar Marzuki.
Indonesia, tambahnya, sebagai negara yang terbesar dan komunitas terbesar di Asean serta dengan mempertimbangkan bahwa bahasa Indonesia digunakan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunai Darusalam sebagian Singapura, Vietnam dan Kamboja.
Indonesia sendiri sangat menghargai nilai-nilai bahwa demokrasi dibangun berdasarkan kearifan lokal, sehingga wajar jika Indonesia berpendapat harus ada satu bahasa yang bisa mempersatukan semua warga Asean.
“Secara emosional akan lebih mudah menggunakan bahasa Indonesia bagi komunitas Asean. Selain itu di luar negeri seperti Australia, Afrika Selatan dan Arab Saudi pun sudah diberikan pelajaran bahasa Indonesia. Kita juga merupakan salah satu pasar terbesar sehingga wajar kita meminta agar bahwa ini bisa dijadikan bahasa resmi,” ujar Marzuki.
Sementara itu Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan, delegasi Indonesia akan melobi semua peserta untuk menyampaikan alasan kenapa bahasa Indonesia harus jadi bahasa resmi Asean.
“Dalam konteks negara Asean pun gak ada satupun negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi,” kata Hidayat.
Anggota Delegasi Indonesia lainnya, Karolin Margret Natasa mengatakan jika delegasi Indonesia berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pendamping dan bahasa resmi ASEAN, maka diharapkan tidak ada lagi pemimpin di Indonesia termasuk presiden RI yang menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris dalam berbagai acara pidatonya baik yang resmi ataupun tidak. (bbg.042)
KBRI rencanakan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur berencana memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa internasional tersebut.
“Kami punya rencana untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI di negara ini,” kata Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur Agus Triyanto AS di Kuala Lumpur, Minggu.
Pelatihan bahasa Inggris tersebut terutama pada pendalaman bahasa percakapan sehari-hari. “Ini penting agar komunikasi antara para pekerja dengan majikan yang menggunakan bahasa Inggris menjadi lebih lancar,” ungkap dia.
Ia berjanji, jika pelatihan komputer yang saat ini sedang dilaksanakan bersama Perum LKBN ANTARA Perwakilan Kuala Lumpur berjalan dengan baik dan para peserta tetap antusias, pihak KBRI akan merencanakan pelatihan bahasa Inggris.
“Pelatihan seperti ini efeknya tidak hanya untuk jangka pendek, tapi bisa dirasakan nanti. Sekembali Anda semua dari Malaysia, sudah memiliki ketrampilan untuk modal bekerja di Tanah Air,” ungkapnya.
Mengenai pelatihan komputer, menurut dia, positif bagi para peserta karena mereka akan mendapatkan banyak manfaat seperti kemampuan mengetik, mengedit foto/video, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
“Saya merasa bangga dan kagum atas semangat anda semua, mau meluangkan waktu dan pikiran anda untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya di depan 34 peserta pelatihan pengenalan komputer dan internet yang digagas Perum LKBN ANTARA bekerja sama dengan warga Indonesia yang berada di negara jiran ini.
KBRI mendukung penuh program ini. Para peserta akan diberikan sertifikat yang bisa menjadi bukti bahwa mereka kompeten dalam urusan komputer, walaupun hanya di tingkat dasar.
“Saya harap dengan sertifikat itu mereka bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya kenaikan gaji,” ucap Agus.
Pelatihan ini diadakan selama tiga bulan dengan total 12 kali pertemuan. Mereka akan mempelajari dasar-dasar komputer seperti Microsoft Office dan terutama penggunaan internet.
Para pelatih adalah mahasiswa, ekspatriat, pengusaha, dan warga Indonesia yang menetap di negara ini. Mereka antusias untuk membagi ilmunya.
“Kepada para pengajar, saya sampaikan terima kasih karena telah bersedia untuk meluangkan waktu berbagi ilmu dengan saudara se-Tanah Air di Malaysia ini,” katanya. (bbg.041)
Aplikasi pelajaran bahasa Inggris EF untuk anak, di posisi no. 1 pada iTunes kategori aplikasi pendidikan gratis
Segera tinggalkan kartu peraga yang membosankan, EF English First, adalah perusahaan pendidikan swasta terbesar di dunia, yang meluncurkan aplikasi iPad, EF High Flyers English Vocabulary Game untuk anak-anak di seluruh dunia. Aplikasi ini memperbaharui kartu peraga, salah satu alat bantu belajar tertua, dengan materi 3D yang kaya dan permainan yang sangat menarik bagi anak-anak, memberikan pengalaman fantastis melalui iPad mereka. Aplikasi ini telah menduduki posisi no. 1 pada kategori pendidikan di Apple App Store di lebih dari 50 negara.
Menurut survei PBS baru-baru ini, 70 persen orang tua memperbolehkan putra-putri mereka mempergunakan iPad, dan rata-rata memiliki 8 aplikasi untuk anak. Hal terpenting dari aplikasi tersebut? “Nilai pendidikan”. Dengan lebih dari 500 kartu peraga, audio yang jernih, sistem belajar canggih, dan perkembangan yang dapat dipantau oleh orang tua, aplikasi EF High Flyer diciptakan untuk memperkaya kurikulum pelajaran bahasa Inggris EF bagi anak usia 10 tahun ke bawah.
“Saat kami perhatikan kedua filosofi kami, ‘belajar dimanapun, kapanpun’ dan kepopuleran iPad di kalangan anak, kami sadar bahwa menciptakan aplikasi untuk iPad adalah kesempatan yang sangat bagus untuk melanjutkan pelajaran di kelas,” ujar Jacob Toren, Presiden EF English First.
Aplikasi ini merupakan yang terbaru dari rangkaian aplikasi mobile EF, mulai dari aplikasi untuk belajar bahasa, seperti aplikasi iPAD untuk EF Englishtown – sekolah bahasa Inggris online terbesar di dunia – sampai aplikasi untuk jejaring sosial bagi murid-murid EF.
Download aplikasi gratis ini di:
http://itunes.apple.com/us/app/ef-english-first-high-flyers/id438876183?mt=8
Tentang EF English First
EF English First adalah bagian dari EF Education First. Didirikan pada tahun 1965, dengan misi untuk “menjembatani perbedaan bahasa, budaya, dan geografi”, EF adalah perusahaan pendidikan terdepan di dunia, telah membantu lebih dari 15 juta murid belajar bahasa dan melakukan perjalanan ke luar negeri. Dengan jaringan 400 kantor dan sekolah di seluruh dunia, EF mengkhususkan diri dalam pelatihan bahasa, perjalanan pendidikan, gelar akademis, dan program pertukaran budaya. EF baru saja menerbitkan English Proficiency Index (www.ef.com/epi ), peringkat kemampuan berbahasa Inggris di berbagai negara di dunia. (bbg.035)



Sebuah terobosan baru dari 