Seorang Guru India Mengajar di Inggris Secara Online

December 10, 2011 by  
Filed under Berita

Neagara bollywood India, yang pernah dijajah Kerajaan Inggris, kini berganti mereka yang ‘menjajah’ Inggris dengan bantuan teknologi. Pengajar India menjadi guru di Inggris melalui sambungan internet. Salah satu sekolah yang memanfaatkan para pengajar dari negeri Bollywood itu adalah SD Raynham di London.

Saat itu, pukul 15.30 di SD Raynham. Para siswa di sekolah ini berkumpul setelah sekolah untuk les pelajaran matematika. Dengan perbedaan waktu antara lima jam dan jarak ribuan kilometer, setelah menunggu beberapa lama akhirnya pengajar mereka tiba di kelas. Read more

Duh, Bahasa Inggris Para Guru Kering

December 9, 2011 by  
Filed under Berita

Jumlah penduduk dunia sekarang diprediksi akan mencapai lima kali lipat pada 2050 yang akan datang, pendapat ini dikatakan oleh British Council . seiring dengan meningkatnya angka julaah penduduk dunia itu artinya, jumlah pemakai Bahasa Inggris pun akan meningkat lima kali lipat. resikonya, anak-anak yang tak menguasai akan Bahasa Inggris tidak dapat menikmati peluang tersebut.

masalah itu dikatakan oleh Direktur Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Depdiknas, Mudjito AK, ketikat Simposium Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar di Jakarta,beberapa waktu yang lalu.

Itu lah sebabnya, tambah Mudjito, keperluan penguasaan Bahasa Inggris tidak dapat terlelakkan lagi. Ini sudah mutlak untuk semua orang sebabnya ini sudah menjadi alat komunikasi penting bagi semua orang.

“Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD sudah menjadi suatu kebutuhan dasar, baik diajarkan secara mandiri maupun sebagai bahasa pengantar untuk mata pelajaran lain atau yang dikenal dengan billingual,” tutur Mudjito.

Malahan di sebagian daerah Bahasa Inggris sudah menjadi satu muatan lokal. Yang patut di sayangkan, kata Penasihat Pendidikan British Council, Itje Chodidjah, sampai sekarang guru masih belum berhasil menjadi contoh yang untuk baik sebagai pemakai Bahasa Inggris ini. karenanya, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD masih harus terus dikembangkan lebih lanjut dan konsisten agar tercipta anak-anak murid yang mampu berinteraksi berbahasa inggris.

Itje pun akui, masih banyak kendala yang ditemui. Utamanya justru terletak pada guru sebabnya karena mereka merupakan fasilitator dan katalisator yang dapat mengajarkan potensi berbahasa pada siswa. “Permasalahan yang paling mendasar mereka adalah pada cara menerapkan bahasanya kepada siswa dan itu banyak penyebabnya,” pungkas Itje.

Itje memberikan suatu contoh, sebagian penyebabnya adalah seperti pemilihan kata yang tidak tepat dan benar, pemakaian kata-kata benda yang tidak dikenal di telinga si anak, nada bicara yang tidak cocok dengan kalimat, dan ekspresi wajah dan sikap tubuh yang kaku dan kadang berbeda dengan kalimat yang keluar dari sang guru.

“Karena pemahaman dan praktik Bahasa Inggris para guru saat ini rata-rata Bahasa Inggris kering atau text book, bukan komunikatif,” pungkas Itje. Itja pun menuturkan kembali, semua itu terjadi karena suatu proses aktivasi Bahasa Inggris mereka rendah dan minim.

“Padahal, sebaliknya, mereka harus luwes dan komunikatif. Kunci keberhasillan mereka ada di masalah komunikasi, yaitu penyampaian yang interaktif antara mereka dan siswa, bukan satu arah,” tutup Itje (bbg.020)

 

Komputer Harus Lancarkan Proses Belajar Mengajar

December 6, 2011 by  
Filed under Berita

Komputer tidak hanya sebagai alat atau teknologi yang harus dikuasai oleh anak-anak. memakainya pada sistem alat pembelajaran di sekolah itu berarti menjadikan komputer sebagai tools, alat yang harus dapat menolong suatu proses belajar mengajar disekolah. Apalagi untuk anak murid SMP atau SMA, tutur dari seorang Guru SMAN 1 Yogyakata, Sewon Budi Setyono.

“Komputer tersebut harus menolong kita dalam proses pembelajaran. jika komputer tersebut di sekolah cuma dipindahkan masukan ke dalam laboraturium, itu sebenarnya salah. Salah besar jika komputer itu hanya sekedar alat untuk belajar komputer,” tambah Budi di Yogyakarta, pendapat dari Budi, bahwa sekolah itu sebagai institusi pendidikan harusnya kian sadar  bahwa anak-anak saat ini telah mengenal teknologi dari usia yang begitu muda. Dalam urusan teknologi, guru sebenarnya lebih ketinggalan dari anak-anak didiknya.

“Anak-anak sekarang ini menjadi lebih canggih dan modern. Jadi jika anak SMA itu masih diajarin word, ya itu sih salah besar. seharusnya mereka diajarkan untuk memanfaatkannya untuk buat laporan, presentasi dan hal penting lainnya,” tegas Budi. Budi yang saat ini telah cukup lama bergelut di multimedia pembelajaran sejak tahun 1993 yang lalu berkata meskipun multimedia pembelajaran itu sangat berperan meningkatkan efektivitas penyampaian bahan ajar, tidak semua topik pembelajaran itu bisa disampaikan dengan multimedia. Bahan-bahan yang biasanya baru diajarkan dengan multimedia yakni bahan-bahan yang sulit diamati, sulit dipahami dan sulit dimengerti, atau sebab lainnya yaitu sekolah tidak mempunyai alatnya sendiri. “Jadi jangan ramai-ramai harus lewat multimedia. Kalau bisa pakai lidi ngapain pake CD?” tutur pria yang bernama Budi ini sambil tertawa riang.

Budi kembali mengatakan, sesungguhnya guru tidak usah repot-repot untuk mempersiapkan penggunaan teknologi dalam menyampaikan bahan ajarnya mereka. Budi lebih medorong kepada para guru untuk membuat tim di antara mereka. Satu tim harus ada yang bertindak sebagai penulis naskah dan programmer. Penulis naskah itu yaitu guru-guru yang tajam dalam penyusunan materi. Materi yang sudah disusun kemudian diserahkan kepada para guru yang cukup menguasai komputer.

“Biasanya, guru-guru muda atau guru komputer,” ujar Budi. Maka dengan demikian, juga dapat melatih guru bekerja sama dan bersinergi dalam mengajar anak didik mereka. Sementara itu, di antara guru-guru sendiri dapat bertukar informasi dan pengetahuan tentang mata pelajaran atau teknologi komputer, misalnya cara mengaplikasikan program tertentu secara maksimal.

Karena dengan ketekunannya untuk menyatukan teknologi dan dunia pendidikan, Budi pun pernah menjadi juara pada Lomba Inovasi Guru Nasional pada tahun 2004 dan 2005 lalu yang telah diselenggarakan oleh Microsoft dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi event yang sama di tingkat regional Asia-Pasifik.

Di tahun 2004 yang lalu, guru fisika itu membuat multimedia untuk topik Gerak Melingkar sedangkan tahun 2005 untuk topik Fluida. sebab ikut dalam lomba itu, Budi memperoleh kesempatan dari Microsoft untuk melatih para guru di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam menyampaikan bahan ajar didukung oleh Microsoft dan Diknas setempat. Sampai saat ini sudah 1.280 guru yang diajarnya mulai dari guru SD hingga SMA, mencakup guru SLB dan SMK.

“Microsoft mensupport saya untuk melakukan pelatihan dan membuat training untuk daerah-daerah bekerja sama dengan diknas. Saya cari daerah sendiri dan membuat kurikulum sendiri. Saya ajarkan mereka membuat multimedia pembelajaran dan belajar memanfaatkan teknologi informasi,” tandas Budi.

Budi menganggap pengalaman mengikuti Lomba Guru Inovatif Nasional sangat berharga. Di tingkat regional, dia dapat bertemu dengan guru-guru se-Asia-Pasifik untuk sharing pengalaman dan pengetahuan. “Di sana, kita bisa sharing, melihat kemajuan implementasi TI di negara-negara lain. Guru-guru juga dapat mengukur kemampuan dan bertukar software dan rahasia. Contoh Malaysia, mereka coba memaksimalkan Microsoft Excel untuk menyampaikan bahan ajar kimia dan fisika,” tutup guru fisika ini. (bbg.009)

 

Privat SD, SMP, SMU Pelajaran Sekolah

March 4, 2009 by  
Filed under Jenis Privat

Comments Off

14Salam Hangat dari The Private (www.kursus-privat.com). Satu-satunya lembaga kursus privat professional, paling lengkap dan berpengalaman.

The Private memberikan jasa Guru Privat ke rumah untuk berbagai pelajaran Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru kami akan datang ketempat Anda dan memberikan pelajaran kepada Anak Anda sesuai dengan jadwal yang dapat ditentukan.

Adapun mata pelajaran yang diberikan antara lain:

  • SD        : Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia
  • SMP    : Matematika, Fisika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia
  • SMA    : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, Ekonomi, Akuntansi

Waktu Belajar untuk satu kali pertemuan adalah 90 menit. Waktu belajar privat dapat disesuaikan dengan waktu yang Anda inginkan. Kami akan memilihkan pengajar yang berkualitas dan berdomisili dekat dengan lokasi rumah Anda.

Pengajar kami akan mendatangi rumah Anda dan memberikan pelajaran kepada Anda/Anak Anda. Jika Anda tidak cocok dengan pengajar yang kami berikan, dalam waktu tiga kali pertemuan, silahkan sampaikan kepada kami. Maka kami akan mengganti pengajar tersebut dengan yang lain. Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. The Private – Smart & Fun Learning.