Sebaiknya, Belajar Bahasa Asing Dimulai di Kelas 3 SD Saja

December 8, 2011 by  
Filed under Berita, Tips Belajar

Seorang writer atau penulis buku ‘Dimensi-dimensi Kebahasaan’ yaitu Dr Kunjana Rahardi M.Hum menegaskan kekurang setujuannya jika pembelajaran bahasa asing telah diawali atau dimulai sejak anak pada usia dini. pendapatnya, yang lebih baiknya pembelajaran itu dimulai sejak anak usia kelas 3 SD saja karena akan lebih mudah belajarnya karena otak anak seumur seperti itu mudah dalam menangkap pelajaran.

Semua itu tersebut telah dikatakan oleh Kunjana dalam sebuah seminar dan bedah buku di Gresik, beberapa waktu yang lalu yang telah diikuti oleh 500 pelajar SMA dan SMK. Kunjana menuturkan, pembelajaran bahasa yang telah dimulai sejak kelas 3 SD dilihatnya lebih efektif dan baik dilakukan, sebab anak-anak dapat mengenal perbendaharaan kata.

Kunjana, yang telah menulis banyak buku bahasa tersebut, mengkomentari pemakaian Bahasa Indonesia oleh masyarakat sekarang ini yang sudah tidak baik dan benar.

“Orang memakai Bahasa Indonesia terkadang dikombinasikan dengan kata-kata bahasa asing, padahal kata-kata itu ada pada kamus besar Bahasa Indonesia. Kita ini magol (tanggung), memakai bahasa asing masih salah, memakai Bahasa Indonesia juga belum benar,” pungkasnya.

Doktor linguistik lulusan Universitas Gadjahmada yang juga adalah dosen Universitas ASMI Santa Maria dan Universitas Atmajaya di Yogyakarta ini menuturkan, keberadaan bahasa daerah terhadap Bahasa Indonesia kian memperkuat perbendaharaan kata.

“Sayangnya bahasa daerah di Indonesia yang berjumlah 706 bahasa ini, hanya 20 persen saja yang berkembang baik,” tuturnya.s

Di lain pihak, pendapat Sekretaris Kabupaten Gresik Husnul Khuluq, yang juga sudah mmenulis buku ‘Membangun Kepribadian Kaffah’, partisipasi pemuda dalam jejak-jejak  penting sejarah menjadi kekuatan utama dalam berbagai proses modernisasi dan perubahan bahasa kitas.

“Pemuda berperan penting baik dalam konteks next potential leaders, dengan peran diving force development,” menurut Khuluq.

Pendapatnya lagi, remaja yang pintar senantiasa memamerkan kepribadian yang matang. Kematangan tersebut ditandai dengan indikator bersifat terbuka dan memahami masalah orang lain, mempunyai komitmen yang jelas, rasional, mengasihi orang lain, menghormati orang lain, mempunyai keyakinan diri, menghadapi cobaan dengan tabah, mampu mengatasi masalah diri dan mengakui kelemahan diri sendiri.

“Pemuda sebagai masa depan bangsa sebagai kader potensial perlu mempersiapkan pembangunan bangsa,” tutupnya. (bbg.016)

 

Cara Mudah Belajar Bahasa Asing

December 8, 2011 by  
Filed under Tips Belajar

Pada kenyataannya system atau cara paling mudah untuk sukses dalam belajar bahasa asing adalah berkutat langsung dalam lingkungan yang memakai bahasa tersebut, dan latihan memakainya di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran bahasa asing seperti ini sangat jelas nampak pada anak-anak. Karena otak mereka seperti spons atau busa yang menyerap bahasa yang sehari-hari yang telah didengar olehnya. Sedangkan otak orang dewasa sudah melewati “golden age” ini, namun bukan tidak berarti tidak bisa dilatih karena jika belajar otak orang dewasa pun akan dengan mudah belajar hal tersebut.

Terinspirasi oleh kata-kata Mediansyah “Percaya Diri Menulis Dalam Bahasa Inggris Walau Dengan Kemampuan Pas-pasan”), saya menjadi tertarik untuk membuat artikel ini. Dan dibawah ini ada beberapa tips belajar bahasa yang saya kumpulkan dari banyak guru bahasa asing yang pernah mengajar saya, baik di sekolah maupun di berbagai tempat kursus bahasa asing yang pernah saya ikuti.

1.      Belajarlah dalam suasana yang menyenangkan

Cara tersebut sebenarnya berlaku untuk semua jenis pembelajaran. Otak manusia akan lebih mudah menyerap dan menyimpan memori dalam keadaan senang. Jadi dalam suasana menyenangkan pembelajaran yang diberikan lebih mudah terpatri di kepala. Khusus untuk mempelajari bahasa, suasana menyenangkan ini bisa diperoleh melalui visual, auditori, maupun kinestetik. Sesame Street yang diadopsi Indonesia menjadi Jalan Sesama adalah salah satu contoh penggabungan ketiga unsur tersebut, sambil melihat dan mendengar, anak-anak diajak bergerak dan berpikir juga. Bagi anak-anak tontonan seperti ini cukup banyak dan variatif, contoh lainnya adalah film Blue’s Clue dan Dora the Explorer.

Bagaimana dengan orang dewasa? Menonton film, atau mencoba ikut menyenandungkan lagu favorit merupakan salah satu dari metoda pembelajaran dalam suasana yang relaks sehingga otak lebih mudah mencernanya.

Semakin tinggi tingkat kemampuan bahasa usahakan semakin besar penyerapan yang diperoleh. Bila awalnya menonton VCD dengan terjemahan, maka coba semakin ditingkatkan dengan menonton VCD/DVD yang mengeluarkan suara dan teks dalam bahasa yang sedang dipelajari. Kalau mula-mula belajar syair lagu dari down load teks dari internet, lama-lama coba dengarkan lagu. Catat kata-kata yang tertangkap oleh telinga, baru dicocokkan dengan teks yang dimiliki.

2.      Belajarlah dengan panduan yang benar

Belajar dengan panduan yang benar, berarti mendapatkan sumber pembelajaran yang benar. Bila menonton VCD atau DVD maka terjemahan yang tampak bukan terjemahan asal-asalan yang malah menyesatkan.

Satu hal yang paling penting dalam belajar bahasa adalah keberadaan Kamus. Mempunyai kamus yang baik adalah salah satu syarat utama. Seringkali orang yang baru belajar malas menggunakan kamus cetak biasa karena terlalu tebal, sehingga mereka memilih kamus elektronik yang kurang komprehensif. Hal ini membuat pembelajaran kosa kata kurang terjadi, dan tidak jarang pilihan kata yang diberikan malah salah. Kehadiran kamus daring di internet cukup berguna, karena biasanya mereka bisa memunculkan lebih banyak padanan kata yang dibutuhkan.

Tebalnya ukuran cetakan kamus yang baik biasanya juga membuat orang malas membawanya kemana-mana, karena itu bisa juga memilih kamus saku (pocket dictionary) terbitan penerbit yang terpercaya.

Ada baiknya juga membuat kamus pribadi, artinya setiap menemukan kata baru catat dalam catatan pribadi anda, serupa dengan kamus pribadi. Hal ini akan mempermudah mempelajarinya karena catatan pribadi pasti lebih sesuai dengan karakter pembelajaran diri anda.

3.       Belajarlah dengan berpikir dalam bahasa tersebut

Nasehat yang ini terutama untuk tingkat pembelajaran yang sudah cukup tinggi, intermediate to advance, dengan anggapan kumpulan kosa kata mereka sudah cukup banyak.

Tahapan ini memang yang tersulit bagi mereka yang memulai pembelajarannya di usia yang tidak terlalu muda lagi. Tetapi berhasil melalui tahap ini juga berarti membuat jalan pintas di otak dalam berbicara secara aktif. Saya merasakannya ketika belajar bahasa Perancis. Karena kamus bahasa Perancis yang ada pada tahun 80an masih sangat terbatas maka awalnya saya menggunakan kamus Perancis-Inggris (di luar kamus Perancis-Indonesia yang saat itu masih sangat tipis). Kebetulan bahasa asing pertama yang saya pelajari sejak SMP memang bahasa Inggris. Hal ini mengakibatkan saya seringkali harus berpikir lama sebelum mampu mencari satu kata. Otak saya mencari padanan kata Inggris dari bahasa Indonesia, lalu dari Inggris mencarinya lagi ke dalam bahasa Perancis. Lumayan panjang dan melelahkan kan?!

Seorang pengajar dari CCF (Pusat Kebudayaan Perancis) yang native speaker mengajarkan untuk menggunakan kamus Perancis-Perancis, sama seperti saya menggunakan juga kamus Inggris-Inggris dalam memperbanyak kosa kata bahasa Inggris. Membaca kamus satu bahasa seperti ini memang lebih melelahkan karena terkadang kata yang digunakan dalam penjelasan juga tidak kita kenali. Tetapi terbiasa membaca keterangan dalam bahasa yang sama membuat kita lebih cepat terbiasa berpikir dalam satu bahasa. Yang masih agak sulit bagi saya adalah untuk bertukar bahasa bila berada dalam lingkungan yang benar-benar multibahasa. Sementara teman-teman saya bisa bertukar bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, atau Jerman dengan mudah, maka saya masih bingung bila sedang berbahasa Inggris dan tiba-tiba harus bercakap dengan orang lain dalam bahasa Perancis.

4.       Belajarlah dengan banyak berlatih menggunakannya

Kunci dari kekurang suksesan saya berganti bahasa dalam percakapan aktif seperti di atas adalah karena kurang berlatih. Sama seperti semua pembelajaran lainnya, latihan merupakan kunci utama kelancaran berbahasa secara aktif.

Ketika pernah memperoleh kesempatan berada di Perancis, dan hanya bertemu dengan orang-orang berbahasa Perancis maka sekembalinya saya ke Indonesia kemajuan bahasa Perancis saya meningkat sangat pesat. Tapi setelah sebulan berada di tanah air, sedikit demi sedikit kemampuan itu terkikis lagi.

Kemudian, ketika saya masih aktif bergaul dengan komunitas berbahasa Perancis, maka saya masih cukup PD untuk mengantar mereka berkeliling dengan berbahasa Perancis. Sekarang setelah sekian lama tidak terpapar bacaan, tontonan, maupun kesempatan berbahasa Perancis secara aktif, maka saya kembali menjadi pengguna bahasa ini secara pasif. Jadi selain belajar, berlatih menggunakannya secara terus menerus akan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa itu sendiri. (bbg.013)

 

Pelajari Tentang Komputer Dengan Belajar Kursus Komputer

December 5, 2011 by  
Filed under Tips Belajar

“Banyak waktu untuk belajar!” “Segala sesuatu berubah begitu cepat!” “Saya tidak mengerti!”

Itu semua adalah reaksi umum tantangan yang luar biasa dari belajar menggunakan komputer pribadi. Volume informasi, laju perubahan dan bahasa teknis mengintimidasi dapat membuat belajar tentang komputer tampak seperti tujuan tak menentu serta tak terjangkau dan tidak realistis.

Namun, dengan strategi yang tepat, belajar tentang komputer tidak harus mungkin. Bahkan, berkat banyak kesempatan di internet, kursus komputer gratis belajar yang tersedia untuk semua orang dan, dengan pendekatan terstruktur, Anda dapat mengatasi hambatan atau masalah-masalah untuk belajar tentang ilmu komputer dan menemukan diri Anda menguasai keterampilan di bidang ilmu komputer dengan cepat Read more

Tips Agar Anak Cinta dan Mau Belajar Musik

April 7, 2009 by  
Filed under Tips Belajar

musik-biola-anakUntuk mengajarkan anak cinta musik, Anda tak perlu harus jadi maestro untuk hal itu. Cukup ciptakan lingkungan yang mencintai musik. Caranya?

* Bernyanyilah bersama si kecil
Setiap kali mendengar nyanyian di radio, tape, atau teve, ikutlah bersenandung. Tak usah khawatir jika suara Anda sumbang, serak, atau tak hapal syairnya. Yang paling penting, buat interaksi musik ke diri anak dan tunjukkan bahwa Anda mencintai musik. Dengan ikut bersenandung atau bersiul, itu sudah merupakan musik merdu di telinga si kecil.

* Hidup bersama musik
Nyalakan radio, tape, atau CD. Biasakan mereka mendengar musik, menari dengan musik, dan ciptakan segala aktivitas dengan musik. Jadikan musik sebagai bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak Anda.

* Mainkan segala jenis musik
Anak-anak dapat menerima segala macam jenis musik. Dengan mendengarkan berbagai macam penyanyi dan ragam lagu, berarti Anda sudah melakukan stimulasi untuk menciptakan lingkungan yang musikal. Selain itu, anak juga akan mengetahui kekayaan khasanah musik.

* Ikut Bernyanyi
Bernyanyilah atau siulkan nada-nada awal dari sebuah nyanyian yang dikenal si kecil. Ajak anak untuk melanjutkan atau menyelesaikan kalimat dari lagu tersebut.

* Menonton pertunjukan
Ajak anak menonton pertunjukan atau konser untuk anak-anak seperti operet, balet, atau drama musikal.

* Sediakan bacaan tentang musik
Bacakanlah cerita tentang riwayat hidup musisi terkenal. Selain isi cerita yang menarik, juga bisa menggugah semangat anak untuk makin mencitai musik.

* Ikutkan Les privat musik atau di sebuah sekolah musik

Daftarkanlah anak pada kursus musik atau olah vokal. Di situ, anak akan dilatih bernyanyi, menari, sambil sekaligus belajar mengenal alat-alat musik yang sederhana. Jika anda ingin Anak lebih terpantau perkembangannya dapat dengan memilih les privat musik, guru datang ke rumah Anda

* Menari diiringi musik
Hampir tak ada anak yang tak suka menari. Biasanya mereka menyanyi sambil menari, bahkan berteriak sambil menggerak-gerakkan badannya.

* Unjuk Kebolehan
Jika anak Anda belajar main piano atau alat musik lainnya, mengapa tidak diminta tampil untuk menunjukkan kebolehannya?
Mintalah ia mendemonstrasikan kebolehannya di hadapan nenek-kakeknya dan keluarga besarnya. Buatlah rekaman video dari pertunjukan ini dan berikan sebagai hadiah spesial kepada kakek dan neneknya.
Dengan cara seperti itu, si anak akan merasa bangga dan terpacu untuk lebih mencintai musik.

sumber: novaonline

6 Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika.

March 31, 2009 by  
Filed under Berita

Belajar matematika tidak sama dengan belajar pelajaran sejarah, metode menghafal tidak cukup karena matemtika bukanlah ilmu hafalan.

Jika anda ingin berhasil mengerjakan soal-soal matematika kuncinya, anda harus banyak berlatih dan memahami rumusnya.

Berikut ini adalah kesalahan yang sering dilakukan para siswa dalam mengerjakan soal matematika:

1. Tidak Belajar dan Terlalu Percaya Diri:
Beberapa siswa sering merasa yakin dan sudah puas dengan latihan-latihan yang dilakukan sebelumnya, sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama sekali. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal yang sering dilakukan para siswa. Meskipun anda cerdas dan pandai, sebaiknya persiapkanlah diri anda sebaik mungkin.

2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan:
Salah jika anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak yang anda bisa temukan saat latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karena tidak akan membuat anda mahir dalam mengerjakan soal-soal matematika. Porsi yang tepat adalah 20% untuk membaca konsep dan 80% untuk latihan. Ingat soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang menggunakan rumus, logika, dan menyimpulkan sesuatu,

3. Terburu-buru:
Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaikan soal matematika dan mendapatkan nilai yang maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?

4. Tidak Teliti:
Sayang benar jika anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi anda merasa kecewa karena setelah anda keluar dari ruang ujian anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada anda.

5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri:
Ketika anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setiap nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.

6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi:
Dalam mengerjakan soal matematika biasanya siswa cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal anda sudah membuat kesalahan. Selain itu anda akan cenderung emosi semisal anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.

Sebaiknya, anda lihat terlebih dahulu semua soal,  jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan anda bisa mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?

Saran kami dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya, anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapkan diri dengan Banyak Berlatih

Selamat Belajar Matematika…

« Previous Page