Kuliah Bahasa Inggris Kok Tidak Fasih Nginggris
Seorang mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, rupanya kurang begitu pandai berbahasa Inggris sebab kurangnya suatu keberanian dalam memakainya dalam suatu kehidupannya sehari-hari.
Masalah tersebut dituturkan oleh seorang Dekan FKIP UMSU, Dra Hj Nur’Ain Lubis MAP, di Medan, beberapa waktu yang lalu. Nur’ Ain menuturkan, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris sesungguhnya harus fasih dalam memakai bahasa universal yakni bahasa inggris itu sebagai keharusan dalam suatu proses belajar – mengajar mereka.
“beberapa mahasiswa memang belum begitu fasih memakai Bahasa Inggris ini dikarenakan kurangnya keberanian untuk mencoba dan mempraktekannya dalam kehidupannya sehari-hari namun jika digali dan ada kemauan pasti bisa,” ungkap Dekan FKIP UMSU, Dra Hj Nur’Ain Lubis MAP itu.
Nur’Ain pun menambahkan, mahasiswa yang nantinya akan menjadi seorang calon guru itu memang sudah diwajibkan selalu memakai Bahasa Inggris. karenanya, ketika simulasi mengajar di kelas mereka, terkhususnya dalam mata kuliah ‘Micro Teaching’, mereka harus dan wajib memakai Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan bahasa yang wajib.
“Sampai sekarang ini mahasiswa masih banyak dilatih untuk lebih berani berbicara dalam Bahasa Inggris dalam proses belajar di kelas dan yang perlu ditambahkan adalah pembendaharaan katanya,” ujar Dekan FKIP UMSU, Dra Hj Nur’Ain Lubis MAP itu.
Nur’ Ain kembali menuturkan, usaha untuk mendorong mahasiswa agar supaya dapat menguasai Bahasa Inggris itu dilakukan dengan cara belajar dan terus berlatih. Dan juga, pada saat mereka berlatih mengajar di depan kelas akan diberikan penghargaan dalam bentuk pujian supaya mereka lebih gigih lagi dalam belajar mereka. (bbg.021)



Sebuah terobosan baru dari 