Promo Program Awal Tahun Persiapan Sekolah

March 23, 2011 by  
Filed under Berita, Promo

Kabar Gembira dalam rangka Awal Tahun Sekolah, The Private meluncurkan program promo terbaru dengan harga yang amat terjangkau. Segera Daftarkan Diri, nikmati harga spesial, dan rasakan menjadi juara kelas.

1. Family Program

Program Privat Pelajaran SD, SMP, dan SMU untuk persiapan ujian akhir tahun 2012. Program ini dapat diikuti oleh dua bersamaan (kelas sama). Mata pelajaran dapat dipilih maksimal 2 mata pelajaran. Rincian harga sebagai berikut:

a. Siswa   SD    :   8 kali pertemuan @ 90 menit  : Rp. 800.000. atau hanya Rp. 400.000 per orang

b. Siswa SMP   :   8 kali pertemuan @ 90 menit  : Rp. 950.000. atau hanya Rp. 475.000 per orang

c. Siswa SMA/K  : 8 kali pertemuan @ 90 menit  : Rp. 1,200.000. atau hanya Rp. 600.000 per orang

2. Group  Program

Program Privat Pelajaran SD, SMP, dan SMU untuk persiapan ujian akhir tahun 2012, diadakan secara group, dapat diikuti oleh 5- 8 orang. Mata pelajaran dapat dipilih maksimal 2 mata pelajaran. Rincian harga sebagai berikut:

a. Siswa   SD    :   8 kali pertemuan @ 90 menit  : Rp. 4.000.000.

b. Siswa SMP   :   8 kali pertemuan @ 90 menit  : Rp. 5.000.000.

c. Siswa SMA/K  : 8 kali pertemuan @ 90 menit  : Rp. 6.000.000. .

Daftar Sekarang, Promo Berlaku Hanya sampai tanggal 15 April 2012

Hubungi kami segera — The Private

Belajar Komputer Sambil Bermain

December 19, 2011 by  
Filed under Berita

Saat ini seorang anak sedang rajin2nya main2 dengan komputer. Biarpun dia baru 3 tahun namun saya mulai ajarkan untuk mengenal penggunaan keyboard dan mouse dari komputer. Selain dia sudah mulai terbiasa menggunakan keyboard dan mouse dia pun kami ajarkan juga dalam mengenal angka maupun huruf. Mainanan PC yang kami berikan bukanlah yang berisi tentang kekerasan ataupun yang menakut2i. Dia menikmati sekali mainan barunya ini.

Disaat yang sama….saya juga mulai mengajarkan cici untuk mulai membantu saya dalam membuat pembukuan di spreadsheet untuk toko kami. Selain belajar untuk membiasakan dia untuk bisa mengetik dan juga mulai tahu penggunaan2 dalam Excell.  Dan yang pasti dia juga menjadi tahu dan bisa bijaksana dalam penggunaan uang. Karena dia bisa melihat sendiri berapa banyak yang kita habiskan untuk menjalankan bisnis kami dan berapa banyak pula yang kita hasilkan. Dan yang tidak kalah pentingnya dia pun bisa menghargai arti sebuah pekerjaan.

Untuk pendidikan anak memang tidak ada kata terlalu dini ataupun terlambat, paling tidak ini menurut saya. Ini semua tergantung dari orang tuanya itu sendiri dalam penyampaiannya. Yang pasti orang tualah yang harus tetap belajar untuk bisa mendidik anak2nya menjadi lebih baik dan bijaksana, karena setiap jaman dan generasi pasti berubah.

 

Nasib Guru Gaptek, Pontang Panting Belajar Komputer

December 19, 2011 by  
Filed under Berita

Pelaksanaan PLPG beberapa bulan ke depan membuat para guru menjadi sibuk mempersiapkan diri. Bukan hanya mempersiapkan segi finansial, keterampilan juga ikut diasah. Termasuk keterampilan mengoperasikan komputer.

Beberapa guru di Jember mengeluh tidak mampu menjalankan komputer. Padahal di PLPG, yang merupakan syarat mendapat sertifikat guru profesional, guru diwajibkan membawa laptop untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

“Wah, pegang mouse saja sulit apalagi harus ngetik,” kata Ibu Fatma, seorang guru di salah satu sekolah negeri di Jember.

Bu Fatma lebih jauh mengatakan kalau dirinya berusaha keras mengikuti pelatihan komputer dua bulan belakangan ini. Namun dia mengakui ternyata sulit untuk menyerap keterampilan itu dengan cepat.

“Sudah tahu cara menghidupkan komputer juga mematikan. Tapi ya gitu. Begitu masuk, mau apa nih, gak bisa apa-apa. Bengong aja di depan komputer. Klak klik gak muncul-muncul Microsoft Word-nya,” ujar Bu Fatma sambil terkekeh.

Bu Suci, seorang guru Matematika mengaku belajar komputer dari anaknya. Setiap ada waktu luang tanpa malu-malu dia minta putrinya yang saat ini duduk di bangku SMA untuk mengajari mengoperasikan komputer.

“Ternyata otak tua kalah sama otak muda. Saya malah bolak-balik dimarahi anak saya karena salah pencet.”

“Betul kata pepatah, belajar di hari tua bagai menulis di atas air,” Bu Suci berkata disambut gelak tawa guru yang sedang berkumpul di ruang guru.

Dinas Pendidikan Jember rencananya akan melaksanakan PLPG awal Juli mendatang. Pelatihan Profesi Guru ini bertempat di Universitas Jember selama 90 hari.

Selama pelatihan, guru di dibekali keterampilan dan materi-materi keguruan. Di akhir pelatihan ada post test yang menentukan kelayakan guru mendapat sertifikat pendidik atau tidak.

 

Belajar Komputer Dari 0 Sampai Menjadi Kompasianer

December 19, 2011 by  
Filed under Berita

Waktu itu pertengahan September 2007. Suhu udara sangatlah menggerahkan. Maklumlah Kota Kupang sebagai ibu kota Nusa Tenggara Timur identik dengan kegersangan dan suhu udara yang memanggang kulit. Saya bersama 50-an mahasiswa semester III, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Nusa Cendana Kupang, sudah duduk di depan komputer. Ibu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) mulai menghidupkan LCD Projector lalu berkotek-kotek tentang seluk-beluk pengoperasian komputer bagi pemula.

Tak satu juga penjelasan dosen yang saya mengerti, apalagi digunakan istilah komputer yang baru saya dengar seperti mouse, keyoard, start, microsoft office, backspare, enter, save, dan sebagainya. Jantung hanya berdetak keras dan darah sepertinya membanjir dalam nadi di siang bolong. Ruang kuliah komputer (Pusat Komputer, Universitas Nusa Cendana, Kupang) yang sudah tertutup, tidak ber-AC dan berdebu melengkapi penderitaan saya tentang kegagapan teknologi.

Layar monitor komputer yang di hadapan beberapa teman kemudian menyala, berwarna hitam bertuliskan windows lalu berwarna biru sampai menampilkan gambar (desktop backgroud) dengan beberapa gambar kecil di dalamnya (shortcurt). Entah tombol apa yang ditekan lagi, teman-teman saya itu lalu mulai mengetik tulisan di layar monitor komputer.

Saya makin bingung dan berkeringat dingin. Saya bertanya kepada teman di belakang dan samping kiri tentang cara mengoperasikan komputer namun mereka rupanya juga senasib dengan saya. Ketika berpaling ke teman di samping kanan, dia sepertinya baru mau menyalakan komputer. Rupanya dia cukup menguasai pengoperasian komputer. Walau demikian, saya tidak bertanya kepadanya namun hanya melihat dan mengikuti cara dia menekan tombol-tombol di komputer. Syukurlah, walau dengan jari yang kaku dan gemetaran, akhirnya saya berhasil membuka microsoft office word dan mulai mengetik. Kesulitannya adalah saya memerlukan beberapa detik untuk mencari dan menekan satu huruf saja dikeyboard.

Setelah beberapa menit, saya berhasil mengetik dua baris puisi. Di tengah semangat yang bergelora untuk belajar menggunakan komputer, listrik padam mendadak. Kuliah Aplikom akan dilanjutkan pada minggu berikutnya. “Huh!” Saya kesal namun senangnya luar biasa karena untuk pertama kalinya dalam hidup, pada waktu itu saya berhasil memegang komputer secara langsung hingga mengetik dua baris puisi.

Sewaktu duduk di bangku kelas III SMA pada 2006, memang ada mata pelajaran Teknik Informasi Komputer (TIK) namun mata pelajaran baru itu hanya untuk murid kelas I dan III. Akibatnya saya dan teman-teman seangkatan tidak bisa belajar tentang komputer. Saya juga tidak bisa belajar secara otodidak karena di ibu kota kecamatan, tempat tinggal saya waktu itu, komputer hanya bisa dilihat di instansi-instansi pemerintah. Tempat kursus komputer atau rental komputer juga belum ada.

Setelah tamat SMA, saya melanjutkan pendidikan di Prodi PBSID, Universitas Nusa Cendana, pada 2006. Dengan kegagapan teknologi, saya datang dari Niki niki, sebuah ibu kota kecamatan yang berjarak 149 Km dari Kota Kupang. Waktu itu, telepon genggam saja tidak bisa dioperasikan apalagi komputer. Setiap tugas dari dosen yang harus diketik dengan komputer, saya serahkan kepada petugas rental komputer yang menjamur di Kota Kupang. Walau sudah membayar jasa pengetikan dan print out,hasilnya kerap menjengkelkan karena tulisan tangan saya diketik tanpa memperhatikan tanda baca dan sering kurang huruf. Mungkin karena petugas di rental itu mengetiknya dengan terburu-buru lalu tida mengieditnya.

Read more

Belajar Komputer Sendiri

December 19, 2011 by  
Filed under Berita

Kasihan juga lihat anak tetangga ngelamar kesana-kesini tidak diterima. Iseng-iseng saya ngobrol dengannya.

“Gimana? dah dapet kerjaan belum?”. “Belum Mas..” dah coba berkali-kali tapi masih belum ada panggilan juga”. “Lho kamu kan lulusan D3? D3 Sistem informatika ya?”. “Iya Mas…”. “Memangnya ngelamar sebagai apa saja?”. “Jadi kurir dan jadi staff administrasi Mas..”. “Lho, kok ga sesuai sama bidang kesarjaanaan kamu sih?, kamu bisa jadi programer atau jadi Ti”.

“Itu dia Mas, saya udah bosen hadapin masalah-masalah komputer, cukup tiga tahun aja deh pusing sama hal-hal begituan (coding program)”.

Sementara itu, di dunia komputer sendiri, tenaga-tenaga TI banyak diisi oleh pekerja yang “tidak” memiliki latar belakang TI. Ada sarjana pertanian, ekonomi, Teknik sipil atau MIPA, termasuk Saya … saya Lulusan dari Teknik Industri, tetapi sekarang lebih fokus untuk menggeluti dunia IT beserta keluarganya .

Jadi apa gunanya Ijazah dong?

Ijazah tetap ada gunanya. Itu sebagai ukuran kemampuan orang yang dinilai dengan Angka. Tapi sayangnya kebenarannya (nilai yang didapat dengan skill sebenarnya) tidak dijamin.

Di dunia komputer sendiri, menempuh jalur otodidak buat saya lebih mengasyikan. Bahkan beberapa pakar internet mengawali belajarnya lewat jalur otodidak.

Kualitas ilmu komputer yang didapat antara belajar lewat jalur otodidak dengan sekolah formal, agak berbeda tipis.

Kekuatan orang belajar komputer secara otodidak adalah, mereka umumnya menguasai hal-hal yang berbau penerapan langsung atau aplikasi, mereka mampu mem-presentasikan kemampuan yang mereka tawarkan kepada pihak lain. Maklum saja, si otodidak sudah terbiasa menjalin komunikasi dengan beberapa orang untuk menggali ilmu dari sumber lain ketika melakukan proses belajar. Jadi kalau bicara langsung ketujuan. Lalu bagaimana dengan jalur sekolah formal?

Sekolah formal juga memiliki kelebihan pada penjelasan yang masuk akal secara teoritis. Jadi jika lawan bicaranya berlatar belakang sama, pembicaraan pun akan cepat nyambung. Sehingga deal-deal bisnis cepat mencapai kata sepakat.

Sekali lagi, Buat saya, jalur otodidak lebih rasional, siapapun bisa mencicipi, karena biayanya super murah. Modalnya:

  • Kemauan (tanpa biaya),
  • buku bekas atau majalah bekas ( kisaran 10ribu s/d 50 rb),
  • ke warnet (5ribu/ 3 jam).

Tapi tiap orang beda-bedalah..kalau Anda punya uang silahkan saja sekolah komputer ke luar negri..Kalau tidak ada dana, belajar cara otodidak lebih masuk akal sepertinya. (bbg.047)

 

Tiada korelasi bahasa Inggris dengan kecerdasan

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Kecerdasan tidak berhubungan dengan penguasaan bahasa Inggris maupun bahasa-bahasa asing lainnya, kata pakar pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Daoed Joesoef, Minggu di Bogor.

“Tidak ada keharusan menguasai ilmu pengetahuan tertentu dengan bahasa Inggris. Kecerdasan tidak ada kaitannya dengan bahasa Inggris,” kata Prof Dr Daoed Joesoef.

Prof Dr Daoed Joesoef dikenal sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada zaman Orde Baru.

Pada Minggu, Prof Daoed didapuk sebagai narasumber “Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan” di Hotel Salak, Bogor.

Dia mengangkat materi dengan judul “Peran Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud dalam rangka Menghadapi Tantangan Abad 21″.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Daoed menyoroti mulai memudarnya budaya bangsa, termasuk kesalahan persepsi tentang penggunaan bahasa Inggris di dunia pendidikan.`

Menurutnya, bahasa Inggris boleh dipelajari sebagai bahasa pergaulan dengan dunia asing, namun bukan faktor terpenting yang bisa mempengaruhi kecerdasan seorang anak didik apalagi kualitas pendidikan dalam arti luas.

“Bahasa Inggris bukan segala-galanya untuk menularkan kecerdasan kepada anak didik. Tidak ada hubungan antara bahasa Inggris dengan kualitas pendidikan,” terang dia.

Prof Daoed Yoeseof lantas memberikan contoh, dua peraih nobel fisika asal Jepang tidak mampu berbicara bahasa Inggris. “Dua peraih nobel fisika dari Jepang tidak bisa bahasa Inggris. Ini menunjukkan, tidak ada kaitan antara bahasa Inggris dengan kecerdasan,” demikian Prof Dr Daoed Joesoef.  (bbg.046))

RS Components Menargetkan Pasar Online yang Berkembang di Indonesia dengan Peluncuran Situs Web eCommerce dalam Bahasa Indonesia

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Situs web yang sepenuhnya transaksional menegaskan kembali peran perusahaan dalam memberikan penawaran online terbaik ke pasar

RS Components distributor layanan lengkap terkemuka di dunia peralatan elektronik dan produk pemeliharaan serta merek dagang Electrocomponents plc (LSE: ECM), mengumumkan peluncuran situs web eCommerce paling komprehensif di Indonesia yang menjawab perkembangan kebutuhan online perusahaan dan pelanggan di Indonesia. Situs web baru ini tersedia baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Situs web Bahasa Indonesia RS (http://www.rs-components.co.id/ ) adalah situs web eCommerce pertama di Indonesia yang beroperasi pada Magento (Edisi Profesional) yang, menurut Forrester Research, merupakan platform eCommerce open source terkemuka yang tersedia di pasar saat ini. Situs web ini juga dibangun berbasis layanan Elastic Cloud Computing (EC2) Amazon, yang terdapat pada pusat data baru Amazon di Asia Tenggara. Untuk menjamin keamanan tambahan dalam transaksi online, situs web ini mengandalkan arsitektur solid dengan keamanan yang telah diverifikasi oleh McAfee.

Situs baru ini menampilkan lebih dari 550.000 produk serta memungkinkan para pelanggan lokal menikmati kenyamanan dan interaksi langsung dengan delapan distributor resmi RS yang beroperasi di negara tersebut. Pelanggan akan mendapatkan banyak manfaat dengan mendaftar ke situs web baru ini, termasuk:

– Garansi satu tahun untuk produk yang dibeli secara online
– Pengiriman gratis untuk semua pemesanan online
– Diskon Instan pemesanan dalam jumlah besar: diskon 5% untuk pemesanan di atas IDR7 juta; diskon 10% untuk pemesanan lebih dari IDR21 juta; dan diskon 20% untuk pemesanan di atas IDR70 juta.

Mereka juga akan dapat mengakses peralatan desain kuat perusahaan, seperti DesignSpark dan DesignSpark PCB, gambar skematis gratis dan peralatan layout PCB untuk desain elektronik, yang digunakan oleh para insinyur desain elektronik profesional, pehobi, pendidik dan pelajar/mahasiswa.

Selain itu, situs web ini menampilkan login Facebook terpadu, yang memberi pelanggan akses instan dari akun Facebook mereka, sehingga memberi mereka kenyamanan lebih.

Pasar eCommerce Indonesia akan tumbuh sebesar IDR35 triliun (US$4,1 miliar) (Catatan 1) pada akhir tahun 2011. Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar bagi RS dan berhubungan erat dengan strateginya menjadi bisnis yang berpusat pada eCommerce.

“Para pelanggan mengisyaratkan kepada kami bahwa kami sedang menuju ke arah yang benar. Penjualan eCommerce saat ini mencapai lebih dari 50% dari total keseluruhan pendapatan kami. Di wilayah Asia Pasifik, penjualan eCommerce meningkat lebih dari 60% pada kuartal pertama tahun 2012,” ujar Marcelo Wesseler, Kepala eCommerce RS Components di Asia Pasifik. “Kami akan terus meningkatkan pengalaman para pelanggan, khususnya melalui web. Situs web di Indonesia akan menyediakan sarana yang mudah diakses dan kuat bagi para insinyur dan spesialis pengadaan guna memperoleh beragam komponen elektronik berkualitas dengan kenyamanan lebih.”

Tentang RS Components
RS Components adalah distributor layanan lengkap terkemuka di dunia peralatan elektronik dan produk pemeliharaan yang melayani 1,6 juta pelanggan di seluruh dunia. Melalui operasi di 32 negara dan 17 gudang, Kelompok ini mendistribusikan 550.000 produk mulai dari semikonduktor dan optoelektronik sampai peralatan listrik dan pakaian pelindung. Portofolio produk dan jasanya mendukung siklus hidup seluruh produk mulai dari R&D sampai pra-produksi untuk pemeliharaan dan perbaikan, dengan mengirimkan lebih dari 40.000 paket pada hari di mana pesanan diterima.

RS Components dan Allied Electronics adalah merek dagang Electrocomponents plc. Kelompok ini terdaftar di London Stock Exchange dan pada tahun fiskal terakhir hingga 31 Maret 2011 memiliki pendapatan 1,18 miliar poundsterling. (bbg.045)

 

Pawang Gajah Juga Mesti Berbahasa Inggris

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Pusat Konservasi Gajah (PKG) Provinsi Riau mewajibkan pawang gajah (mahot) belajar Bahasa Inggris untuk mempromosikan pelestarian satwa bongsor itu kepada turis mancanegara.

“Supaya mahot kita bisa lebih komunikatif kepada turis bule yang datang kemari,” kata Kepala PKG Riau, Muslino, di Minas, Jumat.

Ia mengakui kendala bahasa bisa mempengaruhi pelayanan kepada turis yang berkunjung. Menurut dia, PKG berharap para mahot bisa memberikan penjelasan cukup detail mengenai gajah dan habitatnya.

“Misalkan menjelaskan perbedaan yang mudah antara gajah jantan dan betina ke turis asing,” ujarnya.

Dia berharap penguasaan bahasa asing, maka menghindari kesalahpahaman turis asing dalam melihat cara gajah di PKG Riau dipelihara.

“Supaya pesan benar-benar disampaikan dan tak terjadi salah persepsi,” ujarnya.(bbg.044)

Ngomong Inggris Bukan Berarti Tak Nasionalis

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Penyanyi Agnes Monica berkesempatan tampil dalam iklan layanan masyarakat soal peringatan Hari Sumpah Pemuda yang lalu. Menurut pelantun ‘Matahariku’ itu, memaknai sumpah pemuda saat ini harus dengan perubahan pola pikir.

Penyanyi berusia 24 tahun itu berpendapat, memaknai Sumpah Pemuda saat ini tidak lagi harus dengan menenteng bendera merah putih dan bambu runcing. Tapi, bagaimana caranya merdeka dari kebodohan dan kemiskinan.

“Sekarang harusnya merdeka dari kebodohan dan itu yang paling penting. Merdeka juga dari kemiskinan, jadi banyak sekali yang akhirnya harus diperjuangkan. Tapi tentu saja perjuangannya itu caranya harus berbeda dengan tahun 1928,” beber Agnes saat ditemui usai acara Penutupan 12 Pameran Optik 2011 Indonesia (GAPOPIN) di Hotel Shangri-la, Sudirman, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu

Penyanyi yang memiliki ambisi untuk go international itu juga membahas tolok ukur dalam menilai arti sebuah nasionalisme. Menurutnya jika seseorang kerap berbahasa Inggris bukan berarti orang tersebut tidak memiliki rasa nasionalisme.

 

“Aku masih banyak banget dengar selentingan ‘ah kalau lo ngomong pakai bahasa Inggris, berarti lo nggak nasionalis’. Toh pada kenyataannya banyak kok orang yang nggak bisa ngomong bahasa Inggris, tapi berbahasa Indonesia tapi korupsi,” kritiknya.

Sebelumnya, Agnes sempat diprotes oleh follower-nya di Twitter karena kerap nge-tweet dengan bahasa Inggris. Penyanyi yang didapuk menjadi host American Music Awards itu pun menanggapi kritik tersebut dengan dingin. (bbg.043)

 

Marzuki usulkan bahasa Indonesia jadi bahasa resmi AIPA

December 18, 2011 by  
Filed under Berita

Ketua DPR RI Marzuki Alie mengusulkan agar bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA).

Demikian disampaikan oleh Marzuki melalui rilisnya kepada ANTARA News di Jakarta saat menyampaikan pidato pada acara Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA)ke-32 yang dilaksanakan di Phnom Penh, Kamboja.

“Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling banyak digunakan keenam di dunia setelah Mandarin, Inggris, Hindi, Spanyol dan Arab. Untuk itu sekiranya dapat dipertimbangkan agar Bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu bahasa kerja dalam AIPA,” ujar Marzuki.

Indonesia, tambahnya, sebagai negara yang terbesar dan komunitas terbesar di Asean serta dengan mempertimbangkan bahwa bahasa Indonesia digunakan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunai Darusalam sebagian Singapura, Vietnam dan Kamboja.

Indonesia sendiri sangat menghargai nilai-nilai bahwa demokrasi dibangun berdasarkan kearifan lokal, sehingga wajar jika Indonesia berpendapat harus ada satu bahasa yang bisa mempersatukan semua warga Asean.

“Secara emosional akan lebih mudah menggunakan bahasa Indonesia bagi komunitas Asean. Selain itu di luar negeri seperti Australia, Afrika Selatan dan Arab Saudi pun sudah diberikan pelajaran bahasa Indonesia. Kita juga merupakan salah satu pasar terbesar sehingga wajar kita meminta agar bahwa ini bisa dijadikan bahasa resmi,” ujar Marzuki.

Sementara itu Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan, delegasi Indonesia akan melobi semua peserta untuk menyampaikan alasan kenapa bahasa Indonesia harus jadi bahasa resmi Asean.

“Dalam konteks negara Asean pun gak ada satupun negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi,” kata Hidayat.

Anggota Delegasi Indonesia lainnya, Karolin Margret Natasa mengatakan jika delegasi Indonesia berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pendamping dan bahasa resmi ASEAN, maka diharapkan tidak ada lagi pemimpin di Indonesia termasuk presiden RI yang menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris dalam berbagai acara pidatonya baik yang resmi ataupun tidak. (bbg.042)

Next Page »