bahasa indonesia-melayu diusulkan jadi bahasa komersial
Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Dr. Datok Sri Rais Yatim menyarankan supaya Bahasa Indonesia-Melayu menjadi suatu bahasa yang komersial di kawasan Asia Tenggara. “Setidaknya hal itu dapat diterapkan pada lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand bagian selatan,” ungkap pejabat tinggi Malaysia itu di Bukittinggi, Sumatra Barat.
semua itu telah dikatakan pada pertemuan wartawan atau jumpa pers dan budayawan Malaysia-Indonesia di Gedung Tri Arga Bukittinggi beberapa waktu yang lewat. Acara itu pun dihadiri oleh Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia bersama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI serta wartawan dari kedua negara.
pendapat dari seorang Datok Sri, bahwa bahasa adalah produk budaya yang bernilai sangat tinggi yang butuh untuk dilestarikan dan dipopulerkan keberadaannya dan agar bisa menjadi alat komunikasi yang utama dan baik nantinya. “Bahasa tersebut juga akan menjembatani saling berbagi ilmu pengetahuan serta kerja sama dalam berbagai bidang,” tuturnya.
suatu negara akan menjadi besar dan kuat apabila suatu Negara tersebut punya budaya yang kuat sebagaimana yang telah dimiliki oleh dua Negara hebat Amerika Serikat dan Inggris. “Walaupun secara geografis dan politik masing-masing negara berbeda, namun dengan adanya bahasa yang menjadi pemersatu, maka hubungan baik akan dapat ditingkatkan,” ungkap nya.
Selama ini dalam menjalin hubungan baik di antara negara-negara yang ada lebih mengutamakan pendekatan politik, padahal hubungan itu dapat lebih dipererat dengan pendekatan budaya dan bahasa. “Jika hal itu terwujud maka paling sedikit 300 juta orang akan terlibat aktif menggunakannya,” tambah Datok Sri.
maka dari itu, ia menyarankan agar pemerintah kedua negara untuk mengambil langkah agar hal ini bisa terwujud.
Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia didampingi istri dan sejumlah ketua pengarah serta 40 jurnalis dari negeri jiran itu berkunjung ke Sumatra Barat dalam rangka membangun hubungan silaturahmi pada 23-25 September 2011.
Rombongan Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah tujuan wisata di Sumatra Barat. Di antaranya Padangpanjang, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan dan Kota Sawahlunto. (bbg.026)



Sebuah terobosan baru dari 